Terbit: 15 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jabat tangan ternyata tidak hanya menandakan kepribadian seseorang saja, melainkan kondisi kesehatan jantung dan organ kardivaskular. Kekuatan seseorang saat melakukan hal ini disebut-sebut bisa menjadi indikator risiko terkena masalah kesehatan jantung di masa depan.

Serangan Jantung Terdeteksi Saat Jabat Tangan, Benarkah?

Dikutip dari CNN, Dr. Sebastian Baier, seorang pakar obat-obatan dari Boston dan pemimpin dari penelitian ini menyebutkan bahwa kekuatan otot yang lebih baik, yang ditandakan dengan kekuatan saat jabat tangan, berkaitan dengan semakin menurunnya risiko mengalami perubahan bentuk jantung. Hal ini juga menunjukkan rendahnya risiko terkena komplikasi kardiovaskular.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE, Rabu, 14 Maret 2018 lalu, 4.654 orang dewasa di Inggris dicek kekuatan jabat tangannya. Selain itu, fungsi dan struktur cardiac dari dalam tubuh pria dan wanita yang berusia antara 40 hingga 69 tahun ini juga dicek antara tahun 2006 hingga 2010 di 22 pusat kesehatan di seluruh negeri.

Pengecekan kekuatan jabat tangan menggunakan peralatan bernama dynamometer tangan hidrolik. Kemudian, para ahli mengecek fungsi dan struktur organ kardiak dengan menggunakan cardiovascular magnetic resonance (CMR), teknologi terbaru yang bisa menggambarkan jantung dengan lebih baik.

Berbagai faktor yang dicek dengan CMR ini adalah massa jantung, fungsi bagian ventrikular kiri, volume denyut jantung, fraksi pelepasan, volume diastolik akhir, dan volume sistolik akhir.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Sebagai informasi, bagian ventrikular kiri jantung bertanggung jawab pada pemompaan darah ke seluruh tubuh. Volume denyut jantung berpengaruh pada volume darah yang dipompa setiap kali jantung berdenyut. Sementara itu, volume diastolik mempengaruhi kapasitas pengisian pada bagian ventrikel kiri jantung.

Kekuatan tangan disebut-sebut terkait dengan meningkatnya volume denyut jantung dan akhirnya berimbas pada meningkatnya volume diastolik akhir, namun menurunnya massa di bagian ventrikular kiri.

Para peneliti juga mengecek kondisi lain seperti tekanan darah, diabetes, aktivitas fisik, serat kebiasaan merokok dan meminum alkohol. Hasilnya adalah, mereka yang berjabat tangan dengan kuat memang cenderung memiliki jantung dan organ kardiovaskular yang lebih sehat.

Sobat Sehat kalau berjabat tangan biasanya menggenggam erat atau tidak?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi