Terbit: 5 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

IVIG (intravenous immunoglobulin) adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan sistem kekebalan tubuh. Selengkapnya ketahui fungsi, dosis, hingga efek samping!

IVIG: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Umum IVIG

Nama Obat IVIG (intravenous immunoglobulin)
Kelas Obat Antiserum
Kategori  Obat Obat resep
Manfaat Obat Kekurangan kekebalan tubuh, penyakit Kawasaki, sindrom Guillain-Barre, lupus, mencegah penolakan tubuh terhadap transplantasi sumsum tulang, dan lainnya.
Kontraindikasi Hipersensitif, hyperprolinemia
Sediaan Obat Cairan infus

IVIG Obat Apa?

IVIG adalah obat untuk mengobati gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk kekurangan imun atau antibodi, mencegah penolakan tubuh terhadap transplantasi sumsum tulang, penyakit lupus, penyakit Kawasaki, dan lainnya.

Intravenous immunoglobulin merupakan plasma darah dari pendonor yang  sudah melalui skrining untuk memastikan kesehatannya. Immunoglobulin bekerja dengan cara membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan infeksi dan menjaga kesehatan.

Manfaat Obat IVIG

Obat ini dapat membantu mengobati orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit autoimun lainnya. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan imunoglobulin intravena, termasuk:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Kekurangan kekebalan tubuh, seperti trombositopenia imun.
  • Penyakit Kawasaki.
  • Sindrom Guillain-Barré.
  • Mencegah penolakan transplantasi sumsum tulang.
  • Myositis.
  • Polineuropati demielinasi inflamasi kronis.
  • Penyakit neurologis, seperti myasthenia gravis atau multiple sclerosis.

Dosis IVIG

Frekuensi dan seberapa banyak dosis imunoglobulin dapat bervariasi pada setiap orang. Dosis yang tepat dapat ditentukan dengan memantau respons tubuh klinis.

Berikut ini dosis IVIG untuk kekurangan antibodi dan penyakit autoimun:

1. Kekurangan Antibodi Primer

  • Dewasa: Dosis awal 400-800 mg/kgBB. Dosis lanjutan 200 mg/kgBB setiap 3 minggu, dosis sesuai tingkat immunoglobulin. Dosis pemeliharaan 200-800 mg/kgBB per bulan.
  • Anak-anak: 200-400 mg/kgBB setiap 3-4 minggu

2. Kekurangan Antibodi Sekunder

Dewasa: 200-400 mg/kgBB setiap 3-4 minggu.

3. Sindrom Guillain-Barré

Dewasa: 400 mg/kgBB per hari selama lima hari berturut-turut. Dosis dapat diberikan kembali setiap 4 minggu bila perlu.

4. Penyakit Kawasaki

Dewasa: 1,6-2 gram/kgBB dalam dosis terbagi selama 2-5 hari, atau 2 gram/kgBB diberikan sebagai dosis tunggal. Obat ini dapat digunakan bersama dengan asam asetilsalisilat.

5. Mencegah Infeksi setelah Transplantasi Sumsum Tulang

Dewasa: 500 mg/kgBB  per minggu, dosis sesuai dengan respons tubuh.

6. Transplantasi Sumsum Tulang Alogenik

Dewasa: 500 mg/kg per minggu, mulai 7 hari sebelum transplantasi dan hingga 3 bulan setelah transplantasi. Dosis untuk kekurangan produksi antibodi yang terus-menerus sebanyak 500 mg/kg per bulan untuk.

7. Meningkatkan Jumlah Trombosit pada Penderita Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Dewasa: 400 mg/kg per hari selama 2-5 hari berturut-turut. Dosis alternatif sebanyak 800-1000 mg/kgBB pada hari ke-1 dan kembali diberikan pada hari ke-3 jika diperlukan.

8. Chronic Inflammatory Demyelinating Polyradiculoneuropathy (CIDP)

Dewasa: 2 g/kgBB dengan dosis terbagi lebih dari 2-5 hari berturut-turut. Dosis pemeliharaan 1 g/kgBB selama 1-2 hari berturut-turut setiap 3 minggu.

9. Mencegah Campak pada Orang dengan Gangguan Imun

  • Dewasa: 750 mg dalam 6 hari setelah terpapar (khasiat lebih baik jika setelah 3 hari).
  • Anak: Untuk di bawah usia 1 tahun sebanyak 250 mg, untuk usia 1-2 tahun sebanyak 500 mg, dan untuk di atas usia tahun sebanyak 750 mg. Pemberian dosis dalam 6 hari setelah terpapar.

Baca Juga: Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kontraindikasi

Dokter mungkin tidak menganjurkan obat ini pada orang dengan kondisi tertentu, termasuk:

  • Hipersensitif terhadap zat aktif dan Ig manusia terutama pada penderita defisiensi IgA dengan adanya Abs anti-IgA.
  • Hyperprolinemia, kelebihan hormon prolaktin dalam darah.

Interaksi

Interaksi obat adalah berubahnya kinerja obat ketika Anda menggunakannya dalam waktu yang bersamaan dengan obat-obatan lain. Hal ini dapat menyebabkan efektivitas obat berubah dan peningkatan risiko efek samping.

Sebelum menggunakannya, beri tahu dokter atau apoteker jika sedang menggunakan obat-obatan lain, vitamin, atau produk herbal. Ini untuk membantu dokter atau apoteker dalam mengelola atau mencegah interaksi obat.

IVIG adalah obat yang dapat mengganggu respons imun terhadap vaksin hidup, termasuk:

  • Campak (measles).
  • Campak Jerman (Rubella)
  • Gondongan (mumps).
  • Cacar air (varicella)

Oleh karena itu, vaksin ini harus Anda dapatkan minimal 3 minggu sebelum atau 3 bulan setelah pemberian imunoglobulin.

Efek Samping IVIG

Intravenous immunoglobulin dapat menimbulkan efek samping yang biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Efek samping yang paling umum terjadi 30-60 menit setelah awal pemberian obat melalui infus.

Berikut ini efek samping IVG yang umum:

  • Kulit merah dan panas.
  • Sakit kepala.
  • Urtikaria.
  • Menggigil.
  • Demam.
  • Mengi.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Nyeri otot (myalgia).
  • Perubahan tekanan darah.
  • Takikardia (detak jantung cepat)

Guna menghilangkan tanda dan gejala ini, dokter atau perawat dapat mengatasinya dengan menghentikan infus atau memberikan antihistamin dan hidrokortison intravena.

Efek samping lainnya yang tergolong jarang, termasuk:

  • Gumpalan darah.
  • Gagal ginjal akut.
  • Hemolisis (kerusakan sel darah merah)
  • Neutropenia (rendahnya kadar sel darah putih).

Baca Juga: 16 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi & Patut Diwaspadai!

Peringatan

Sebelum menggunakan IVIG, sebaiknya perhatikan beberapa hal penting berikut ini: 

  • Jangan menggunakan obat ini jika Anda memiliki riwayat alergi atau alergi lainnya. 
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit tertentu, termasuk hipertensi, riwayat penggumpalan darah, diabetes, stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
  • Obat ini tidak boleh bagi orang dengan masalah ginjal atau defisiensi imunoglobulin A (IgA), kelainan genetik dengan gejala kurangnya antibodi yang melindungi dari infeksi pada mulut, saluran udara, dan saluran pencernaan.
  • Selama pengobatan, dokter akan memantau kondisi pasien setidaknya 20 menit setelah pemberian obat.
  • Kurangi dosis obat atau segera hentikan infus jika terjadi reaksi dalam tubuh yang merugikan.
  • Tidak boleh untuk pasien dengan defisiensi IgA selektif di mana defisiensi IgA adalah satu-satunya kelainan yang menjadi perhatian.
  • Masalah ginjal yang terkait dengan hemolisis atau koagulasi intravaskular diseminata dalam beberapa kasus yang menyebabkan kematian, seperti sindrom meningitis aseptik.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing, untuk itu jangan mengemudi kendaraan, menyalakan mesin, atau menggunakan alat berat.

Petunjuk Penggunaan

Obat hanya diberikan oleh dokter atau petugas medis, berikut ini cara menggunakan obat IVIG:

  • Pemberian obat sebagai infus intravena, yakni melalui pembuluh darah selama beberapa waktu, biasanya dari 2-24 jam. Terkadang sebagai suntikan jika Anda hanya meminumnya untuk meningkatkan kadar imunoglobulin setelah perawatan lain.
  • Frekuensi dan seberapa banyak dosis berdasarkan pada kondisi yang mendasarinya, respons tubuh terhadap obat, dan bergantung pada berat badan pasien. 
  • Selama menerima infus, pasien harus memeriksakan tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh secara teratur.
  • Jika tidak mengalami masalah apa pun selama satu jam pertama pemberian infus, dokter atau perawat mungkin akan meningkatkan dosis. Setelah selesai, pasien perlu observasi selama satu jam untuk memeriksa efek samping.

Petunjuk Penyimpanan

Guna mempertahankan efektivitas obat, berikut ini cara menyimpan obat yang benar:

  • Jangan simpan pada tempat dengan suhu di atas 25 ° C, sebaiknya simpan dalam lemari es dengan suhu 2-8°Celsius, dan jangan membekukannya
  • Biarkan obat dalam suhu ruangan sebelum Anda gunakan. 
  • Jauhkan botol obat dari paparan cahaya matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat harus Anda gunakan segera setelah membukanya (sekali pakai), karena obat tidak mengandung bahan pengawet.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Human Normal Immunoglobulin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/human%20normal%20immunoglobulin?mtype=generic (Diakes pada 5 april 2021)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Intravenous immunoglobulin (IVIg). https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/treatments/drugs/intravenous-immunoglobulin-ivig/ (Diakses pada 5 april 2021)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Privigen. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/privigen/storage (Diakes pada 5 april 2021)
  4. Anonim. 2020. Intravenous Immunoglobulin Therapy (IVIg). https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-therapy (Diakes pada 5 april 2021)
  5. Ursani, Mohammad. 2020. Intravenous Immunoglobulin (IVIG). https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Treatments/Intravenous-Immunoglobulin-IVIG (Diakes pada 5 april 2021)