Istri Indro Warkop Meninggal Setelah Berjuang Melawan Kanker Paru

nita-indro-warkop-doktersehat
Photo Source: Instagram/indrowarkop_asli

DokterSehat.Com– Nita Octobijanthy, istri dari legenda komedi Indonesia, Indro Warkop meninggal dunia pada Selasa, 9 Oktober 2018 pukul 20.22 WIB. Nita meninggal dunia setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre Kuningan, Jakarta Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai informasi, Nita sudah menderita penyakit kanker paru sejak Agustus 2017 silam.

Nita sempat menjalani kemoterapi. Diet yang dikonsumsi Nita bahkan sangat terbatas karena hanya diperbolehkan mengonsumsi susu demi membantu terapi kanker yang dijalaninya. Sayangnya, tubuh Nita sudah tidak kuat lagi melawan kanker yang menggerogotinya.

Sebelum meninggal, Nita sempat diminta untuk dipakaikan hijab oleh buah hatinya, Satya Paramita Hada Dwinata. Hal ini diungkap sendiri oleh Hada di akun Instagram pribadinya.

“Tadi pagi Mami peluk Bunbun, nangis, dengan terbata-bata meminta aku menyampaikan ke papa mau berhijab. Langsung kusampaikan. Papa juga langsung menyegerakannya dengan senang hati,” tulis Hada di unggahannya.

Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr Aru Wicaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASM, FACP, meskipun bisa menyerang siapa saja, dalam realitanya kasus kanker paru justru lebih banyak menyerang kaum pria. Kasusnya bahkan mencapai 14 persen pada tahun 2018 ini.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), pada tahun ini kasus kanker paru pada pria mencapai 22.440 kasus. Di bawahnya adalah kasus kanker kolorektal yang mencapai 19.113 kasus atau sekitar 11,9 persen dari total kasus kanker pada kaum pria.

Khusus untuk kaum hawa, kasus kanker yang paling banyak adalah kanker payudara yang mencapai 58.256 kasus atau sekitar 30,9 persen dan diikuti dengan kanker serviks yang mencapai 32.469 kasus atau sekitar 17,2 persen dari total kasus kanker yang menyerang wanita.

Ada banyak sekali penyebab kanker paru. Hanya saja, mereka yang menjadi perokok aktif, perokok pasif karena terpapar asap rokok dari orang lain, terpapar gas radon, hingga terpapar karsinogen seperti dari bahan bangunan asbes juga bisa menjadi pemicunya. Jika seseorang memiliki faktor riwayat keluarga atau genetik kanker, maka risiko untuk terkena masalah kesehatan ini juga meningkat dengan signifikan.