Terbit: 14 Juli 2020 | Diperbarui: 22 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Iritasi mata adalah kondisi umum di mana mata terasa perih, merah, tidak nyaman, gatal, dan mengganggu penglihatan. Ketahui apa saja penyebab iritasi mata dan cara mengatasinya.

iritasi-mata-doktersehat

Apa Itu Iritasi Mata?

Iritasi mata adalah istilah umum yang mencakup ketidaknyamanan pada mata, termasuk mata merah, gatal, bengkak, berair, sensitif pada cahaya, dan pandangan yang buram. Iritasi mata terjadi akibat berbagai faktor seperti alergi, infeksi, kelilipan, mata kelelahan karena penggunaan ponsel berlebihan, dan lainnya.

Pada kondisi umum, gangguan pada mata tidak membutuhkan perawatan khusus hanya menggunakan obat tetes mata biasa. Walaupun demikian, iritasi mata mungkin menjadi gejala awal gangguan penglihatan serius yang harus diwaspadai.

Gejala Iritasi Mata

Gejala umum mata iritasi, meliputi:

  • Mata gatal
  • Mata berair
  • Mata merah
  • Penglihatan buram
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri
  • Perih
  • Bengkak
  • Sensasi seperti melihat kilatan, bintik, atau floaters di pandangan
  • Sensasi terbakar di sekitar mata

Gejala mata iritasi tergantung pada penyebabnya. Gejala yang paling mudah diidentifikasi adalah mata merah dan perih.

Kapan Harus ke Dokter?

Mata adalah salah satu organ paling penting untuk kehidupan Anda. Gangguan pada mata dapat mengganggu seluruh aktivitas Anda. Segera hubungi dokter bila gejala mata merah dan perih yang Anda alami tidak membaik dengan penggunaan obat iritasi mata yang dijual secara bebas.

Anda juga disarankan untuk segera periksa ke dokter bila mengalami gangguan penglihatan seperti buram atau seperti melihat kilatan, bintik, atau floaters pada objek yang Anda lihat. Apabila Anda sudah memiliki kondisi mata minus atau gangguan lainnya, cek kesehatan mata Anda secara berkala.

Penyebab Iritasi Mata

Berikut ini beberapa penyebab iritasi mata:

1. Kelilipan

Setiap orang mungkin pernah kelilipan, yaitu kondisi tidak terduga saat ada pasir, kotoran, debu, serbuk kayu, atau partikel kecil lainnya yang menempel di mata. Partikel asing yang masuk ke mata akan menyebabkan mata merah, berair, dan perih langsung terjadi dengan cepat karena kelilipan. Hal yang paling penting adalah untuk tidak mengucek mata saat sedang kelilipan.

Kondisi ringan seperti kelilipan debu atau pasir kecil dapat diatasi dengan mencuci mata dengan air. Sementara kondisi yang lebih parah seperti terkena pecahan kaca, maka membutuhkan penanganan medis karena berisiko merusak kornea mata.

Bila setelah mengalami kelilipan terasa penglihatan menjadi kabur atau ada rasa nyeri dan mengganjal pada saat mengedipkan mata, sebaiknya periksa ke dokter SP mata karena bisa jadi terdapat peradangan pada kornea (keratitis) ataupun luka pada kornea (ulcus cornea).

2. Alergi

Alergi mata adalah reaksi mata saat terkena alergen yang mengganggu fungsi membran mata. Alergen tersebut mungkin berasal dari serbuk sari, jamur, bulu hewan, debu, tungau, obat, atau produk tertentu.

Umumnya, gejala mata iritasi akibat alergi akan sembuh saat Anda tidak lagi terpapar alergen tersebut. Anda juga dapat mengatasi dengan tetes mata atau obat iritasi mata yang dijual secara bebas. Pada kasus alergi yang lebih serius, dokter akan menyarankan obat antialergi dengan resep sesuai kondisi Anda.

3. Mata Kering

Mata memiliki kelenjar air mata untuk membantu melembapkan mata secara alami sepanjang hari. Air mata berperan untuk melindungi kornea dan membersihkan dari partikel luar yang mengganggu. Air mata terbuat dari campuran air, lendir, lemak, dan kombinasi berbagai protein untuk kornea.

Apabila kelenjar air mata tidak cukup memproduksi air mata, maka mata akan kering dan iritasi. Gangguan pada produksi kelenjar air mata disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kekurangan vitamin A, efek samping obat tertentu, atau riwayat medis lain yang mendasarinya. Kondisi ini akan mengganggu penglihatan.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

4. Infeksi

Infeksi bakteri, virus, atau jamur juga dapat menyebabkan mata merah, gatal, berlendir, dan teriritasi. Gejalanya mungkin bertambah parah hingga ada nanah di sekitar mata dan kulit di sekitar kelopak mata mengeras. Infeksi mata bisa menular dan menginfeksi orang lain.

Cara mengatasi infeksi mata berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Dokter mungkin akan meresepkan obat iritasi mata, antibiotik, atau salep antijamur tergantung pada penyebab infeksi. Infeksi mata akibat virus umumnya lebih cepat sembuh dalam satu hingga dua minggu.

5. Mata Tegang Akibat Aktivitas Digital

Mata tegang dan lelah akibat penggunaan gawai dalam waktu yang lama sering terjadi pada sebagian besar orang belakangan ini. Kebiasaan ini dapat menyebabkan mata kering teriritasi dan gejala lain seperti nyeri otot dan sakit kepala.

Selain itu, menatap layar ponsel, komputer, atau TV tanpa istirahat dapat memicu gangguan mata lainnya seperti mata minus. American Optometric Association menyarankan aturan untuk membiarkan mata beristirahat selama 20 detik dengan melihat objek lain dengan jarak sekitar 6 meter setelah Anda menatap layar selama 20 menit.

6. Paparan Zat Kimia Tertentu

Banyak zat-zat yang tidak Anda sadari dapat mengiritasi mata, seperti asap kendaraan, asap rokok, uap kimia, dan air kolam yang diklorinasi. Paparan pada zat-zat tersebut dalam jangka panjang dapat memicu gangguan mata jangka panjang. Walaupun demikian, Anda dapat mencegah iritasi dengan cara membasuh mata dengan air selama 15-20 menit.

7. Penggunaan Kontak Lensa

Penggunaan kontak lensa yang tidak sesuai aturan dapat mengiritasi mata bahkan memicu kerusakan mata permanen. Pastikan Anda menggunakan kontak lensa sesuai batas waktu penggunaan harian. Gunakan juga cairan khusus untuk melembapkan mata selama menggunakan kontak lensa.

Pastikan juga Anda menggunakan kontak lensa yang bersih serta menyimpannya dengan cairan khusus kontak lensa (water solution). Lepaskan kontak lensa saat sudah tidak nyaman serta jangan menggunakan lensa saat tidur.

8. Penyumbatan Saluran Air Mata (Dacryocystitis)

Penyumbatan pada saluran air mata akan menyebabkan saluran pembuangan air mata tersumbat sehingga air mata menggenang dan menetes. Kondisi ini juga bisa disertai rasa nyeri pada lipatan mata dekat hidung. Gejalanya berupa rasa sakit di bagian sudut dalam mata, kelopak mata keras, dan mengalami infeksi mata berulang kali.

Dalam kasus ini, dokter akan memeriksa kondisi mata Anda terlebih dulu. Dokter mungkin akan menyarankan spooling (penyemprotan) atau pembedahan untuk membuka saluran mata yang tersumbat agar alirannya lancar kembali.

9. Kondisi Medis Tertentu

  • Rheumatoid Arthritis (RA): Gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan parah pada sendi dan otot. Peradangan ini juga dapat mengiritasi bagian putih mata (sklera) atau pada rongga dalam mata (uveitis).
  • Tumor Otak: Tumor pada bagian otak yang menekan sinus cavernosus dapat menyebabkan bendungan aliran darah pada mata. Ini juga dapat menyebabkan pembuluh darah disekitar mata melebar dan glaukoma.
  • Rosacea Mata: Apabila Anda memiliki penyakit rosacea kulit, Anda mungkin akan mengalami rosacea mata juga. Kondisi ini menyebabkan mata merah dan gatal dengan sensasi terbakar.
  • Glaukoma: Peningkatan tekanan pada bola mata bisa menyebabkan mata merah dan terasa nyeri. Pada jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan saraf mata.
  • Blefaritis: Peradangan pada kelopak mata akibat infeksi bakteri. Kondisi ini juga mungkin terjadi akibat gangguan pada produksi minyak alami di sekitar mata dan kemudian memicu iritasi.
  • Sakit Kepala Cluster: Sakit kepala langka dengan gejala parah dan juga menyebabkan mata merah, berair, dan bengkak. Sakit kepala cluster datang berulang dan dapat berlangsung 15 menit hingga 3 jam.
  • Multiple Sclerosis: Kerusakan pada pelindung saraf yang juga dapat memengaruhi mata. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan.

Itulah beberapa penyebab iritasi mata yang paling umum. Beberapa kasus mata iritasi dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Bila Anda mengalami gejala kronis atau didasari dengan kondisi medis lainnya, segera hubungi dokter.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Mata Paling Ampuh (Medis dan Herbal)

Cara Mengatasi Iritasi Mata

Berikut ini beberapa cara mengatasi iritasi mata:

  • Cuci dengan Air: Cara paling aman dan mudah adalah dengan mencuci mata dengan air. Bila penyebabnya hanya karena kelilipan debu atau mata tegang, cara ini sangat efektif.
  • Kompres Air Dingin: Gunakan kain yang sudah direndam air dingin lalu kompreskan di kedua mata dua atau tiga kali sehari. Kompres selama beberapa menit untuk mengatasi mata bengkak dan perih.
  • Kompres Air Hangat: American Academy of Ophthalmology merekomendasikan kompres air hangat untuk membantu meredakan peradangan mata khususnya pada gejala pink eye.
  • Kompres dengan Kantong Teh: Dinginkan bekas kantong teh lalu letakan di mata yang tertutup untuk membantu meringankan peradangan mata akibat iritasi.
  • Lidah Buaya: Lidah buaya memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri alami. Gunakan gel lidah buaya untuk dioleskan di sekitar mata, jangan mengenai bola mata.
  • Tetes Mata: Gunakan tetes mata dengan kandungan naphazoline atau tetrahydrozoline. Obat iritasi mata ini dijual secara bebas dan aman digunakan tanpa resep dokter.

Itulah cara mengatasi mata yang teriritasi. Iritasi mata yang disebabkan kondisi medis lain membutuhkan perawatan medis khusus. Dokter mungkin akan memberi antibiotik dalam bentuk tetes mata atau opsi pengobatan terbaik lainnya.

Selain itu, Anda harus menjaga kesehatan mata dengan cara mengonsumsi makanan tinggi vitamin A. Anda juga harus menerapkan kebiasaan sehat seperti tidak menatap layar ponsel terlalu lama, memberikan istirahat mata, serta tidak mengucek mata sembarang. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Ferguson, Sian. 2019. 6 Home Remedies for Eye Infections: Do They Work?. https://www.healthline.com/health/eye-health/home-remedies-for-eye-infection. (Diakses pada 14 Juli 2020).
  2. Seladi-Schulman, Jill, PhD. 2018. What’s Causing My Eye Irritation?. https://www.healthline.com/health/eye-irritation. (Diakses pada 14 Juli 2020).
  3. Villines, Zawn. 2017. The best eye drops for people with red eyes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315681. (Diakses pada 14 Juli 2020).
  4. WebMD. 2018. What’s Irritating My Eyes?. https://www.webmd.com/eye-health/eye-irritation#1. (Diakses pada 14 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi