Terbit: 27 Juli 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Intususepsi adalah penyumbatan usus yang terjadi akibat ada satu usus yang menyelip ke bagian usus lain. Ketahui apa itu intususepsi pada anak dan dewasa, penyebab, gejala, pengobatan, dll.

Intususepsi: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Intususepsi?

Intususepsi adalah kondisi di mana ada bagian usus yang menyelip ke bagian usus terdekat lainnya. Kondisi ini menyebabkan satu bentuk obstruksi usus (penyumbatan usus) yang akan mengganggu suplai darah, aliran makanan atau cairan, infeksi, serta memicu robek pada usus (perforasi) dan kematian jaringan usus.

Intususepsi umumnya terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti. Sementara pada orang dewasa, penyumbatan usus mungkin terjadi akibat kondisi medis yang mendasarinya seperti tumor atau gangguan usus lainnya.

Kondisi ini adalah keadaan darurat medis yang mungkin diobati dengan atau tanpa pembedahan. Dokter mungkin akan menggunakan prosedur X-ray untuk mengembalikan posisi usus.

Gejala Intususepsi

Sebagian pasien yang mengalami penyumbatan usus tidak mengalami gejala atau gejalanya sulit dikenali, namun gejala utama yang sering terjadi adalah episode sakit dan kram perut bergantian dalam 10-15 menit. Kemudian gejala tersebut mungkin hilang selama 20 menit dan dapat muncul lagi.

Gejala Intususepsi pada Anak

Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dengan gejala, sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Pendarahan dubur
  • Feses seperti jeli merah atau bercampur lendir
  • Benjolan di perut
  • Diare
  • Demam
  • Anak lesu dan lemah
  • Nyeri perut

Beberapa bayi dengan kondisi ini mungkin tidak menunjukan gejala khusus, namun umumnya mereka akan merasakan sakit perut tiba-tiba hingga mencoba menekuk lutut ke dada untuk meminimalisir rasa sakit.

Gejala Intususepsi pada Dewasa

Gejala penyumbatan usus pada dewasa adalah mual, muntah, rasa nyeri perut yang muncul dan pergi tiba-tiba. Intususepsi pada orang dewasa jarang terjadi dan umumnya serupa dengan gejala umum lainnya sehingga sulit diidentifikasi.

Baca Juga: Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kapan Harus ke Dokter?

Penyumbatan usus adalah kondisi medis darurat yang harus segera ditangani oleh dokter. Segera hubungi dokter bila anak Anda mengalami ciri-ciri penyumbatan usus seperti yang disebutkan. Terutama bila diikuti dengan gejala nyeri perut mendadak hingga anak Anda tidak dapat menahan rasa sakitnya.

Penyebab Intususepsi

Dalam kondisi intususepsi, satu bagian usus kecil menyelip masuk ke dalam bagian usus lain yang berdekatan. Diketahui penyebabnya pada anak dan dewasa, sebagai berikut:

Penyebab Intususepsi pada Anak

Umumnya, penyebab penyumbatan usus pada anak tidak diketahui namun infeksi virus diduga sebagai penyebabnya. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada musim flu. Penyebab lainnya diduga juga akibat divertikulum Meckel, kantong di lapisan usus kecil.

Penyebab Intususepsi pada Dewasa

Pada orang dewasa, kondisi ini biasanya disebabkan oleh komplikasi dari kondisi medis lainnya, termasuk:

  • Polip
  • Tumor
  • Jaringan bekas luka
  • Jaringan parut di susu
  • Operasi penurunan berat badan (gastric bypass)
  • Operasi pada saluran usus
  • Penyakit Crohn

Penyumbatan usus mungkin terjadi akibat gangguan pencernaan lainnya atau prosedur lain pada usus.

Faktor Risiko Intususepsi

Berikut ini beberapa kelompok yang rentan mengalami penyumbatan usus:

  • Usia, anak-anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini.
  • Jenis kelamin, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki.
  • Pembentukan usus abnormal saat lahir, usus berputar atau tidak berkembang dengan baik saat lahir (malrotasi).
  • Riwayat keluarga, apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi ini.
  • Riwayat penyakit, bila Anda pernah mengalami gangguan usus ini, Anda mungkin akan mengalaminya lagi.

American Pediatric Surgical Association bahkan melaporkan 75% anak-anak di bawah usia 2 tahun mengalami gangguan usus ini.

Diagnosis Intususepsi

Dokter akan memulai diagnosis dengan mengidentifikasi gejala dan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan menggunakan beberapa prosedur, seperti:

  • Rontgen Perut: Tes pencitraan untuk mengidentifikasi gangguan pencernaan pada usus.
  • Upper Gastrointestinal (GI) Test: Menggunakan cairan barium yang ditelan untuk membantu diagnosis gangguan pada usus.
  • Enema Udara atau Barium: Dokter akan memasukan cairan atau udara barium ke dalam usus besar melalui dubur untuk meningkatkan visualisasi usus besar pada prosedur sinar X.
  • Ultrasonologi: Pemeriksaan pencitraan dengan gelombang suara yang diubah menjadi gambar.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lain yang sesuai dengan kebutuhan diagnosis.

Baca Juga: Radang Usus: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Pengobatan Intususepsi

Cara mengobati intususepsi pada anak disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Terdapat dua jenis pengobatan, yaitu bedah dan nonbedah, sebagai berikut:

1. Metode Nonbedah

Menggunakan cairan enema barium atau saline, yaitu injeksi melalui dubur untuk membetulkan posisi usus yang terselip. Tekanan dari udara tersebut dapat membantu mendorong jaringan yang tidak sesuai ke posisi semula.

2. Prosedur Bedah

Dokter akan merekomendasikan metode bedah bila penyumbatan usus sudah dalam kondisi parah atau usus robek. Melalui prosedur bedah, dokter akan mengembalikan posisi usus ke posisi yang benar.

Bila terjadi kerusakan jaringan, dokter cenderung akan mengambil tindakan pengangkatan usus. Dokter memberikan saran pengobatan terbaik untuk Anda.

Komplikasi Intususepsi

Berikut ini beberapa komplikasi intususepsi yang mungkin terjadi bila tidak segera ditangani:

  • Kerusakan jaringan usus
  • Robek pada dinding usus (perforasi)
  • Infeksi pada lapisan rongga perut (peritonitis)
  • Pembengkakan perut
  • Sakit perut
  • Demam

Selain itu, intususepsi pada anak dapat menyebabkan syok dengan gejala:

  • Denyut nadi lemah atau terlalu cepat
  • Kulit dingin
  • Pucat
  • Kecemasan
  • Napas abnormal
  • Lesu

Harap segera minta pertolongan medis karena kondisi ini termasuk darurat. Apabila tidak tepat, kematian jaringan usus akan memicu komplikasi lain yang lebih serius.

Pencegahan Intususepsi

Tidak ada cara mencegah intususepsi karena penyebab pastinya pun belum diketahui. Walaupun demikian, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan usus dengan konsumsi sayuran hijau, probiotik, serat, dan tidur yang cukup.

Itulah pembahasan tentang intususepsi pada anak. Intususepsi adalah penyumbatan usus akibat ada usus yang menyelip ke usus lainnya. Konsultasikan lagi pada dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cleveland Clinic. 2020. Intussusception. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10793-intussusception#. (Diakses pada 27 Juli 2020).
  2. Mayo Clinic. 2018. Intussusception. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intussusception/symptoms-causes/syc-20351452. (Diakses pada 27 Juli 2020).
  3. Roland, James. 2020. Intussusception in Adults and Children. https://www.healthline.com/health/intussusception. (Diakses pada 27 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi