Inseminasi: Definisi, Proses, Biaya, dan Tingkat Keberhasilan

pengertian-proses-biaya-tingkat-keberhasilan-inseminasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Banyak pasangan yang belum dikaruniai anak berusaha untuk melakukan program hamil. Salah satu program hamil yang sering dilakukan adalah inseminasi buatan. Inseminasi buatan atau yang biasa dikenal dengan istilah inseminasi saja merupakan program hamil yang murah dan sederhana bila dibandingkan dengan program hamil bayi tabung.

Baca terus untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang pengertian inseminasi buatan, jenis-jenis inseminasi buatan, proses inseminasi, biaya inseminasi, tingkat keberhasilan inseminasi, beberapa risiko yang mungkin ada akibat inseminasi buatan.

Apa itu inseminasi buatan?

Inseminasi buatan adalah salah satu metode yang digunakan sebagai program hamil dengan cara menginjeksi sperma langsung ke serviks atau rahim agar bisa terjadi pembuahan.

Jenis-jenis inseminasi buatan

Program hamil berupa metode inseminasi buatan memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis inseminasi tersebut terdiri dari dua kategori, sebagaimana tertera di bawah ini.

1. Berdasarkan pada asal sampel air mani

Berdasarkan pada sumber sampel air mani berasal, inseminasi terdiri dari dua jenis, yaitu:

a. Inseminasi buatan oleh suami

Inseminasi buatan oleh suami adalah metode inseminasi yang menggunakan air mani yang berasal dari sperma suami sendiri. Inseminasi jenis ini banyak dilakukan oleh para wanita yang sudah bersuami.

b. Inseminasi buatan oleh donor

Sedangkan inseminasi buatan oleh donor adalah metode inseminasi yang menggunakan air mani yang berasal dari donor sperma. Inseminasi jenis ini biasanya mendapatkan donor sperma dari bank sperma.

2. Berdasarkan pada bagian reproduksi wanita yang diinjeksi sperma

Apabila inseminasi tergantung pada bagian mana dari sistem reproduksi wanita yang diinjeksikan sperma maka inseminasi buatan bisa terbagi menjadi :

1. Inseminasi intratubal

Inseminasi intratubal adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan di dalam tuba fallopi.

2. Inseminasi intrafollicular

Inseminasi intrafollicular adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan di folikel ovarium.

3. Inseminasi intravaginal

Inseminasi intravaginal adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan di dalam vagina sebagaimana kondisi sperma pada saat berhubungan intim.

4. Inseminasi intrauterin

Inseminasi intrauterin (IUI) adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan di dalam rongga rahim atau uterus. Inseminasi intrauterin atau IUI adalah jenis inseminasi buatan yang paling sering digunakan. Hal ini dikarenakan inseminasi intrauterin (IUI) memiliki tingkat keberhasilan tertinggi di antara jenis inseminasi yang lain.

5. Inseminasi incervical

Inseminasi incervical (ICI) adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan di dalam serviks. Inseminasi incervical (ICI) ini termasuk yang banyak dilakukan setelah inseminasi intrauterin (IUI).

Proses inseminasi

Secara umum, prinsip proses inseminasi adalah memasukkan sampel air mani yang dicuci secara khusus ke dalam area tertentu pada bagian sistem reproduksi wanita dengan menggunakan kanula. Tentunya proses inseminasi dilakukan oleh dokter spesialis dan dilakukan pada saat wanita berovulasi.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya kehamilan. Anda telah mengetahui sebelumnya beberapa jenis inseminasi berdasarkan area ditempatkannya sperma. Secara khusus, akan dibahas mengenai Inseminasi InCervical dan Inseminasi IntraUterin (IUI).

Proses inseminasi buatan secara umum

Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam proses inseminasi secara umum :

  1. Merangsang ovarium dengan cara memberikan hormon gonadotropin dalam dosis rendah
  2. Memantau folikel ovarium secara berkala setelah ovarium dirangsang
  3. Menginduksi ovulasi dengan suntikan hCG ketika minimal 1 folikel sudah berukuran optimal
  4. Menyiapkan sperma yang disimpan di dalam wadah
  5. Sperma dicuci secara khusus untuk menghindari kontraksi uterus dan meningkatkan peluang pembuahan ovum oleh sperma di dalam rahim
  6. Melakukan inseminasi ketika wanita sedang berovulasi, yakni menempatkan sampel sperma  di area tertentu dari reproduksi wanita melalui kanula. Tahap ini tidak memerlukan pembiusan.
  7. Memberikan progesteron melalui vagina untuk meningkatkan kemungkinan implantasi embrio.

Baca juga : Berkat Cuci Sperma, Pengidap HIV Bisa Mencegah Penularan Pada Calon Anaknya

Proses inseminasi buatan: ICI (Inseminasi Incervical)

Inseminasi incervical (ICI) adalah salah satu jenis inseminasi buatan yang menempatkan sperma ke dalam serviks. Inseminasi jenis ini dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik atau di rumah.

Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam proses inseminasi incervical :

  1. Memantau siklus ovulasinya menggunakan metode kalender, USG, dan lainnya.
  2. Menginduksi ovulasi dengan clomid melalui resep dokter
  3. Sperma dikumpulkan oleh pasangan atau donor
  4. Penempatan sperma di dalam serviks dengan menggunakan alat khusus
  5. Wanita tetap berbaring selama 15-30 menit agar sperma bisa bergerak naik dari serviks ke rahim
  6. Proses inseminasi incervical telah selesai.

Anda akan diminta kembali dalam waktu sekitar dua minggu untuk melakukan pengujian terkait keberhasilan proses inseminasi incervical.

Proses inseminasi buatan: IUI (Inseminasi Intrauterin)

Inseminasi intrauterin (IUI) adalah salah satu jenis inseminasi buatan yang menempatkan sperma langsung ke dalam rahim. Inseminasi jenis ini hanya dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan bantuan dokter spesialis. Selain itu, melalui metode ini, sperma akan diperlakukan secara khusus untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam proses inseminasi intrauterin:

  1. Mengumpulkan sampel sperma yang didapatkan dari pasangan atau donor
  2. Pembersihan sperma untuk menghilangkan zat-zat jenis lain dan hanya menyisakan spematozoid motil
  3. Pembersihan serviks dengan kapas
  4. Proses penempatan sperma ke dalam rahim yang melewati serviks
  5. Tetap berbaring selama 10-15 menit untuk meningkatkan peluang kehamilan
  6. Proses inseminasi intrauterin selesai

Ada kemungkinan, Anda akan mengalami kram dan perdarahan ringan pada vagina setelah proses inseminasi intrauterin selesai dilakukan. Akan tetapi sebagian besar wanita tidak mengalami apa pun. Setelah dua minggu, Anda bisa melakukan tes kehamilan di rumah.

Biaya inseminasi

Biaya inseminasi buatan terbilang lebih murah dan terjangkau apabila dibandingkan dengan program bayi tabung. Di daerah Jabodetabek, biaya inseminasi buatan memiliki kisaran Rp 8.000.000 – Rp 12.000.000,- . Biaya inseminasi buatan ini sebagian besar adalah jenis inseminasi intrauterin.

Tingkat keberhasilan inseminasi

Tingkat keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor terebut termasuk:

  • Usia seorang wanita
  • Penggunaan obat kesuburan
  • Jenis masalah kesuburan yang dimiliki

Menurut sebuah penelitian, tingkat keberhasilan dari inseminasi intracervical (ICI) adalah 37,9 persen setelah enam siklus perawatan. Sedangkan tingkat keberhasilan dari inseminasi intrauterin adalah 40,5 persen.

Risiko inseminasi buatan

Walaupun risiko yang ada dari inseminasi buatan terbilang rendah tetapi kadang kala terjadi beberapa risiko akibat program hamil berupa inseminasi buatan ini. Beberapa risiko tersebut di antaranya :

1. Kelahiran kembar

Program inseminasi memungkinkan untuk mendorong terjadinya kelahiran kembar. Hal ini bisa terjadi akibat stimulasi terhadap folikel ovarium yang menjadi berlebih. Risiko ini banyak terjadi pada wanita dengan usia yang cukup muda.

Beberapa rumah sakit atau klinik berkomitmen bekerja sangat keras untuk mencegah risiko ini terjadi mengingat kehamilan kembar memiliki banyak risiko baik selama kehamilan maupun pada saat proses persalinan.

2. Ovarium Hyperstimulation Syndrome (OHSS)

Risiko terjadi Ovarium Hyperstimulation Syndrome juga dikarenakan respon yang berlebihan dari folikel ovarium pada saat terapi hormon. Pada proses inseminasi buatan, protokol stimulasi dibuat cenderung ringan dan dimonitor melalui USG untuk menurunkan risiko terjadinya Ovarium Hyperstimulation Syndrome (OHSS)

3. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik yakni kehamilan di luar rahim yang mengakibatkan harus dihentikan sebelum kehamilan semakin berkembang dan mengancam jiwa ibu. Risiko terjadinya kehamilan ektopik mungkin saja terjadi melalui program inseminasi buatan. Peluang terjadinya kehamilan ektopik akibat inseminasi buatan adalah sebesar 4%.

Baca juga: Kehamilan Ektopik- Pencegahan dan Prognosis

4. Keguguran

Inseminasi buatan juga memiliki risiko untuk mengalami keguguran. Peluang risiko terjadinya keguguran ini lebih tinggi selama awal kehamilan. Oleh karena itu, penting memiliki sikap hati-hati ekstra pada masa kehamilan trimester pertama.

5. Infeksi

Risiko infeksi akibat inseminasi buatan memang jarang terjadi, yakni hanya sebesar 0,07 persen. Risiko infeksi berhasil ditekan dengan tindakan asepsis dan sterilitas yang ketat. Perlu diwaspadai juga bahwa peradangan panggul atau masalah kekebalan juga bisa muncul setelah melakukan proses inseminasi buatan.