Terbit: 25 Mei 2021 | Diperbarui: 27 Mei 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Inner child atau sosok anak adalah bagian dari jiwa setiap orang yang penuh dengan kepolosan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika sosok anak dalam diri seseorang dalam keadaan sehat, dan terhubung dengannya, akan menjadi seseorang yang baik. Namun, apa yang terjadi jika sosok anak dalam seseorang terluka karena trauma masa lalu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Inner Child, Masa Kecil yang Memengaruhi Hidup di Masa Dewasa

Apa Itu Inner Child?

Inner child adalah aspek-aspek yang membentuk kepribadian setiap orang sejak masa kanak-kanak, baik dalam pengalaman dan emosi yang positif maupun negatif. Namun, sosok kekanak-kanakan pada setiap orang berbeda-beda berdasarkan pengalaman sejak kemasa kecil.

Inner child menjadi bagian di dalam alam bawah sadar seseorang yang tetap bertahan sebagai anak-anak. Ini yang kemudian akan memengaruhi bagaimana cara ia mengambil keputusan, merespons suatu masalah, dan berinteraksi dengan orang lain.

Pengalaman dan peristiwa yang buruk pada masa kanak-kanak misalnya, mungkin akan selalu teringat sampai dewasa. Hal inilah dapat memengaruhi seseorang dalam berbagai bentuk dan perilaku yang buruk, seperti mudah cemas, sulit mempercayai orang lain, penolakan, dan merasa tidak dibutuhkan atau dicintai.

Misalnya, anak yang memiliki lingkungan dengan orang-orang baik yang menyayangi dan melindunginya, terutama peran orang tua, akan membentuk pribadi anak yang juga baik dan penyayang ketika dewasa.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Lain dengan seseorang yang memiliki lingkungan tidak baik, seperti tidak mendapatkan perhatian, penuh kekerasan, atau dijauhi, akan memiliki kepribadian yang tidak baik. Misalnya, anak menjadi pribadi yang arogan, pemarah, atau menyukai kekerasan. Inilah sifat dan perilaku yang menjadi inner child terluka dan akan muncul ketika dewasa.

Tanda dan Gejala Inner Child yang Terluka

Peristiwa atau trauma masa kanak-kanak yang dapat melukai inner child dapat menimbulkan rasa tidak aman pada lingkungannya. Ini menjadi salah satu tanda bahwa pengalaman masa kecilnya terluka.

Selengkapnya berikut ini tanda dan gejala bahwa Anda memiliki inner child yang terluka:

  • Perasaan yang dalam bahwa ada yang salah dengan diri Anda.
  • Berusaha menjadi orang yang menyenangkan.
  • Menjadi pemberontak dan merasa senang saat berselisih dengan orang lain.
  • Menjadi hoarder, penimbun kompulsif terhadap barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
  • Tidak bisa melepaskan harta benda dan orang lain.
  • Merasakan kecemasan dengan sesuatu yang baru.
  • Merasa bersalah karena menetapkan batasan.
  • Berusaha untuk menjadi orang yang sangat berprestasi.
  • Perfeksionis.
  • Mengalami kesulitan saat memulai dan menyelesaikan tugas.
  • Mudah memberikan kritik diri sendiri
  • Merasa malu saat mengekspresikan emosi.
  • Malu dengan penampilan tubuhnya sendiri.
  • Memiliki ketidakpercayaan pada orang lain.
  • Menghindari konflik, tidak peduli apa pun caranya.
  • Merasa takutan ditinggalkan.

Baca Juga: 10 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Faktor yang Menyebabkan Inner Child Terluka

Beberapa faktor mungkin tampak seperti peristiwa masa kanak-kanak yang normal, tetapi jika anak dibiarkan menghadapinya sendirian, hal itu dapat memengaruhi perkembangannya.

Berikut beberapa peristiwa dan situasi yang dapat menyebabkan luka emosional pada inner child:

  • Kehilangan orang tua.
  • Kekerasan fisik dan emosional.
  • Pelecehan seksual.
  • Pengabaian.
  • Penyakit serius.
  • Bullying (perundungan) yang parah.
  • Bencana alam.
  • Perceraian atau perpisahan dalam keluarga.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dalam keluarga.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Penyakit mental anggota keluarga.
  • Terpisah dari keluarganya.
  • Tinggal di pengungsian.

Cara Mengatasi Inner Child

Menyembuhkannya bisa membutuhkan waktu, tetapi ada tips yang bisa membantu. Berikut ini beberapa cara mengatasi inner child:

1. Mengakui Inner Child Anda

Langkah awal untuk memulai penyembuhan adalah dengan memahami dan mengakui bahwa Anda memiliki inner child. Ini agar terapis bisa terkoneksi dengan pengalaman masa kecil Anda. Jika merasa ragu atau menolak gagasan untuk mengingat masa lalu, maka akan kesulitan memulai penyembuhan.

Proses mengakui masa kecil sebagian besar hanya mengingat dan menerima hal-hal yang menyebabkan Anda sakit di masa kanak-kanak. Mengungkap rasa sakit ini mulai bisa membantu memahami dampak buruknya.

Meski demikian, kebanyakan orang merasa terbantu, bahkan bisa menenangkan, untuk mengungkap pengalaman masa kecil. Oleh karenanya, jangan takut untuk mencobanya.

2. Mendengarkan Perasaan Diri Sendiri

Setelah membuka den terkoneksi dengan inner child, penting untuk mendengarkan perasaan yang masuk dalam diri Anda. Perasaan ini sering kali muncul dalam situasi yang memicu emosi kuat, ketidaknyamanan, atau luka lama. Anda mungkin akan merasa marah atas kebutuhan yang tidak terpenuhi, pengabaian atau penolakan, merasa tidak aman, rasa bersalah atau malu, dan gelisah.

Jika dapat menemukan perasaan tersebut kembali ke peristiwa masa kanak-kanak tertentu, Anda mungkin menyadari situasi serupa dalam kehidupan dewasa memicu respons yang sama.

Dengan mendengarkan perasaan masa kecil dan membiarkan diri mengalaminya alih-alih mendorongnya perasaan itu hilang, ini dapat membantu menemukan dan memastikan tekanan yang Anda alami.

3. Meditasi

Meditasi atau merenung bisa menjadi cara yang bagus dalam membuka diri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang Anda tanyakan pada inner child Anda. Manfaat meditasi bagus untuk kesehatan fisik dan emosional, tetapi beberapa di antaranya terkoneksi langsung dengan batin masa kecil.

Selain itu, meditasi meningkatkan kesadaran diri, menuntun diri untuk lebih memerhatikan perasaan di kehidupan sehari-hari. Meditasi juga membantu merasa lebih nyaman dengan emosi yang tidak diinginkan.

Meditasi membantu Anda berlatih mengakui dan berdamai dengan perasaan apa pun. Jika terbiasa menerima emosi saat muncul, maka akan lebih mudah mengekspresikannya dengan cara yang sehat. Ini membantu memastikan perasaan masa kecil dengan mengingatkan diri bahwa tidak masalah memiliki emosi dan membiarkannya keluar.

4. Mengingat Kembali Kebahagiaan Masa Kecil

Jika masa kecil tidak memiliki pengalaman positif, cobalah kembali terkoneksi dengan sisi bermain Anda dan meluangkan waktu untuk bersenang-senang bisa membantu menyembuhkan rasa sakit karena kehilangan apa yang Anda butuhkan sebagai anak-anak.

Penting juga untuk merasakan kesenangan kecil, seperti makan es krim yang enak, bermain petak umpet atau game, dan tertawa bersama teman-taman. Meluangkan waktu secara teratur untuk bersenang-senang dan ceria dapat membantu menghidupkan kembali emosi positif masa muda.

Baca Juga: 10 Dampak Perceraian bagi Anak dan Tips Menjaga Kesehatan Mentalnya

5. Bicara dengan Terapis

Trauma masa lalu dapat menyebabkan banyak kesulitan selama hidup. Dengan berbicara pada terapis, ia akan berusaha menciptakan ruang yang aman bagi Anda untuk mulai mengontrol masalah emosional dan mempelajari cara yang berguna untuk masa kecil yang terluka.

Terapis biasanya akan mengenali bagaimana pengalaman masa kecil dan peristiwa masa lalu Anda lainnya yang dapat memengaruhi kehidupan, hubungan, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Namun tidak semua jenis terapi akan eksplorasi peristiwa masa lalu atau konsep terkait, seperti pengalaman masa kecil.

Misalnya terapi perilaku kognitif, yang menjadi pendekatan pengobatan yang sangat efektif, tetapi biasanya berfokus pada pengalaman Anda saat ini. Jika tertarik untuk mengeksplorasi masa lalu dan mengenal inner child Anda, dapatkan terapis yang berpengalaman. 

 

  1. Davis, Shirley. 2020. The Wounded Inner Child. https://cptsdfoundation.org/2020/07/13/the-wounded-inner-child/ (Diakses ada 25 Mei 2021)
  2. Brown, Justin. 2019. Inner child healing: 5 surprisingly powerful exercises. https://ideapod.com/5-surprisingly-powerful-ways-to-heal-your-wounded-inner-child/ (Diakses ada 25 Mei 2021)
  3. Dean, Mary E. 2020. Inner Child: What Is It, What Happened To It, And How Can I Fix It?. https://www.betterhelp.com/advice/therapy/inner-child-what-is-it-what-happened-to-it-and-how-can-i-fix-it/ (Diakses ada 25 Mei 2021)
  4. Klein, Alex. 2020. 8 Ways to Start Healing Your Inner Child. https://www.healthline.com/health/mental-health/inner-child-healing#listen (Diakses ada 25 Mei 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi