Inilah Penyakit yang Menyebabkan Gusi Sering Berdarah

Doktersehat - Vitamin
Photo Credit: Flickr.com/apollodan

DokterSehat.Com– Penyebab paling umum dari gusi berdarah adalah karena menyikat gigi yang terlalu keras. Akan tetapi, gusi berdarah juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu dan tidak semuanya terkait dengan kondisi rongga mulut saja. Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa membuat gusi Anda sering berdarah, diantaranya:

1. Leukimia

Penyakit ini merupakan salah satu sejenis kanker, dengan trombosit di dalam darah yang sangat rendah, padahal trombosit berfungsi untuk membantu menghentikan perdarahan di gusi dan organ lainnya. Biasanya, gusi pada penderita leukemia menjadi besar dan tebal serta mudah berdarah. Segera konsultasikan ke dokter gigi jika gejala yang Anda alami tidak kunjung berhenti.

2. Defisiensi vitamin

Gusi berdarah bisa juga menjadi salah satu tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin K atau vitamin C. Defisiensi vitamin ini dapat terjadi karena pola makan yang jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Vitamin K berperan penting untuk mencegah perdarahan terutama pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Obat-obatan pengencer darah dapat menghambat proses pembekuan darah sehingga risiko perdarahan menjadi lebih tinggi. Jika Anda melihat banyak pendarahan dari gusi, mungkin saja Anda tidak mendapatkan cukup vitamin K. Sementara itu, untuk kasus yang jarang terjadi kekurangan vitamin C ternyata bisa menyebabkan gusi berdarah.

3. Trombosit rendah

Gangguan pembekuan darah terjadi ketika Anda kekurangan faktor pembekuan darah, atau memiliki jumlah trombosit yang rendah, sehingga tidak cukup untuk menghentikan perdarahan ketika Anda mengalami luka.

Biasanya, jumlah trombosit yang rendah adalah hasil dari kondisi medis, seperti leukemia, atau obat-obatan tertentu. Kondisi ini bisa berkisar dari yang ringan hingga berat, tergantung penyebabnya. Bagi beberapa orang, gejalanya bisa termasuk perdarahan hebat dan mungkin berakibat fatal jika tidak diobati.

4. Anemia

Gusi berdarah juga bisa disebabkan oleh penyakit anemia, khususnya anemia pernisiosa yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Biasanya anemia jenis ini diobati dengan suntikan vitamin B12 selama rentang waktu yang ditentukan, hingga kadar vitamin B12 kembali ke batas yang dianggap normal. Selain itu, meningkatkan asupan makanan sumber vitamin B12 atau mengonsumsi suplemen vitamin B12 juga dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Tanpa asupan vitamin B12 yang cukup, tubuh akan menghasilkan sel darah merah abnormal yang biasa disebut macrocytes. Sel abnormal ini membuat sel darah merah tidak dapat masuk ke aliran darah. Pada akhirnya, hal ini menurunkan kadar oksigen dalam darah dan dapat menyebabkan kelelahan.

5. Sirosis

Sirosis merupakan salah satu komplikasi dari penyakit hati yang sudah sangat parah dan menyebabkan menurunnya fungsi hati. Penurunan fungsi hati memicu perdarahan karena tubuh mengalami kekurangan faktor pembekuan darah yang diproduksi di hati. Sirosis juga dapat menimbulkan komplikasi lain seperti gangguan ginjal, ensefalopati hepatik, resistensi insulin, dan varises esofagus.

Untuk mendiagnosis penyakit sirosis, Anda bisa melihat riwayat kesehatannya. Penyalahgunaan alkohol jangka panjang, paparan hepatitis C, dan riwayat keluarga dengan penyakit autoimun adalah tanda-tanda yang menjelaskan seseorang memiliki masalah dengan hatinya.

Meski masalah gusi berdarah kerap dialami oleh banyak orang, namun masalah ini sering kali diabaikan. Jika hal ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebabkan penyakit serius. Kunjungi dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali untuk menghilangkan plak, salah satu penyebab gusi sering berdarah. Selain itu, lakukan diet seimbang dan batasi konsumsi camilan manis.