12 Penyebab Pingsan yang Harus Anda Waspadai

penyebab-pingsan-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Alex

DokterSehat.Com – Pernahkah Anda merasakan badan lemas dan pandangan tiba-tiba menjadi gelap selama beberapa detik? Jika pernah, hal itu menandakan bahwa Anda akan pingsan. Pada beberapa kasus, banyak orang tidak bisa mengantisipasi hal ini. Berikut adalah beberapa penyebab pingsan yang harus Anda waspadai.

Apa Itu Pingsan?

Pingsan adalah hilangnya kesadaran sementara yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan tubuh terjatuh. Selain itu, pingsan adalah sebuah kondisi di mana otak tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Pada beberapa kasus, pingsan bukanlah suatu kondisi medis yang perlu mendapatkan penanganan serius, sehingga Anda tidak perlu khawatir bahwa hal ini bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang. Meski begitu, mengetahui penyebab yang mendasarinya perlu dilakukan untuk menilai seberapa bahaya kondisi tersebut.

Penyebab Pingsan

Salah satu penyebab pingsan yang paling sering terjadi adalah tekanan darah mendadak turun. Turunnya tekanan darah mengakibatkan aliran darah ke otak berkurang sehingga menyebabkan otak kekurangan oksigen, dan menyebabkan seseorang pingsan.

Berikut ini beberapa penyebab pingsan lainnya yang harus Anda kenali, di antaranya:

1. Kecemasan berlebih

Jika Anda sedang cemas, otomatis sistem pernapasan Anda akan terganggu. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan hiperventilasi, yaitu meningkatnya denyut jantung dan menurunnya tekanan darah. Hal inilah yang bisa menjadi penyebab pingsan.

Oleh karena itu, hindari kecemasan yang berlebih. Cobalah teknik pernapasan seperti menarik napas dalam-dalam supaya tubuh bisa menjadi lebih rileks.

2. Reaksi saraf vagus

Penyebab pingsan berikutnya adalah terkait dengan sistem saraf. Pingsan di sini terkait dengan saraf vagus yang menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan berfungsi mengatur aliran darah ke otak serta usus.

Overstimulasi saraf vagus bisa memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi asupan darah ke otak. Stres berat, ketakutan, dan rasa sakit yang kuat dapat merangsang saraf vagus.

3. Perubahan tekanan darah

Perubahan tekanan darah dapat menyebabkan Anda pingsan. Kadang-kadang, jantung dan pembuluh darah tidak bereaksi cukup cepat ketika kebutuhan oksigen tubuh Anda berubah.

Hal ini sangat umum terjadi pada orang tua dan pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Penyebab pingsan yang terkait dengan perubahan tekanan darah juga dapat terjadi bila Anda berdiri terlalu lama atau melakukan aktivitas tertentu diluar kemampuan.

4. Anemia

Anemia (kekurangan jumlah sel darah merah) dapat menjadi penyebab pingsan karena terbatasnya jumlah sel darah merah yang memasok oksigen ke otak. Anemia sendiri dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, penyakit atau perdarahan berlebihan.

5. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dalam tubuh ternyata bisa juga menyebabkan pingsan. Selain kurang minum, dehidrasi bisa disebakan oleh diare, muntah, demam atau luka bakar. Sementara itu, penyakit seperti diabetes bisa menyebabkan dehidrasi karena membuat seseorang terlalu sering buang air kecil.

6. Syok

Syok adalah kondisi yang ditandai oleh tekanan darah rendah yang kemudian dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Syok adalah keadaan darurat berbahaya yang biasanya berasal dari perdarahan, tetapi juga bisa berasal dari alergi parah (anafilaksis) atau infeksi parah. Penderita syok biasanya terlihat bingung, sebelum kehilangan kesadaran saat kondisinya semakin buruk.

7. Penyakit jantung

Penyebab pingsan mendadak yang cukup berbahaya adalah penyakit jantung. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, atau mengenali seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung, Anda harus memberikan pertolongan dengan segera saat terjadi pingsan.

Sumbatan pembuluh darah jantung, aritmia, atau gagal jantung adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab pingsan mendadak.

8. Kejang

Penyebab pingsan yang satu ini harus mendapatkan perhatian serius karena bisa membuat seseorang kejang. Jika seseorang mengalami hal ini, penderita harus segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit karena kejang membuatnya kesulitan bicara dan terganggunya ingatan.

Reflex anoxic seizure adalah jenis kejang yang sering kali dialami oleh anak, terutama saat mereka menangis histeris.

9. Batuk

Meski jarang terjadi, batuk yang keras juga bisa menjadi penyebab pingsan. Batuk bisa menyebabkan tekanan darah meningkat dengan cepat, hal itu terlihat dari memerahnya wajah dengan cepat saat Anda batuk begitu keras.

Penyebab pingsan saat batuk juga bisa dipengaruhi oleh asma atau kondisi batuk kronis yang dialami. Apabila Anda sering mengalami batuk tanpa alasan yang jelas, segera konsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal yang merugikan kesehatan Anda.

10. Elektrolit dalam tubuh tidak stabil

Tidak stabilnya jumlah elektrolit pada tubuh juga bisa menjadi penyebab pingsan. Perubahan cairan di dalam tubuh secara tidak langsung bisa menyebabkan perubahan aliran darah. Agar jumlah elektrolit tubuh tercukupi, konsumsi banyak air putih dan istirahat dengan teratur.

11. Cuaca

Kondisi cuaca panas yang ekstrem  bisa membuat metabolisme tubuh terganggu. Hal tersebut dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan bahkan pingsan. Cuaca yang terlalu panas juga menyebabkan suhu badan dan tingkat stres meningkat, serta menurunkan konsentrasi.

12. Melakukan gerakan mendadak

Penyebab pingsan yang terakhir ini berkaitan dengan posisi tubuh, apakah sedang berdiri, duduk atau berbaring. Penyebab pingsan ini terkait dengan gerakan tubuh yang mendadak, biasanya sering terjadi pada seseorang yang mendadak berdiri dari posisi berbaring.

Gerakan ini mengakibatkan perubahan dratis tekanan darah akibat gravitasi dan perubahan postur tubuh. Pada umumnya, pingsan tipe ini dialami oleh pasien penyakit jantung yang baru memulai atau memodifikasi obat yang dikonsumsinya.

Nah, itulah beberapa penyebab pingsan yang harus Anda waspadai. Apabila Anda adalah orang yang sering mengalami pingsan, namun masih bingung menentukan penyebabnya, sebaiknya konsultasi dengan dokter.