Ini Risikonya Jika Nekat Berhubungan Saat Menstruasi

doktersehat seks setelah anak tidur

DokterSehat.Com– Apakah boleh berhubungan intim saat haid? Sebagian pasangan ada yang tetap nekat untuk melakukan hubungan intim meskipun kondisi sang wanita sedang haid atau menstruasi. Padahal, menurut pakar kesehatan Profesor Ali Baziad dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ada dampak mengerikan yang bisa didapatkan jika kita tetap melakukannya seperti penjelasan berikut ini.

Efek Berhubungan saat Haid

1. Risiko endometriosis

Hal pertama yang akan terjadi jika tetap bercinta saat haid adalah risiko terkena endometriosis meningkat dengan signifikan. Kondisi ini disebabkan oleh seks yang membuat darah kotor kembali ke rahim atau bahkan mengarah ke berbagai organ dalam.

Darah kotor yang lengket tersebut bisa memicu perkembangan jaringan baru yang akhirnya menjadi cikal bakal endometriosis yang memicu rasa nyeri luar biasa saat menstruasi atau berhubungan intim bagi wanita. Yang menjadi masalah adalah, endometriosis juga bisa memicu munculnya kista yang bisa membuat wanita susah memiliki keturunan.

2. Infeksi

Profesor Ali menyebutkan dampak lain dari berhubungan intim saat haid berupa kemungkinan besar akan menyebabkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh kondisi wanita yang sedang mengalami penurunan kadar hormon estrogen saat haid yang berarti produksi cairan lubrikasi pada organ vitalnya juga akan semakin berkurang. Ini akan membuat organ vital wanita sangat rentan mengalami luka saat berhubungan intim, yang bisa menjadi jalan bagi bakteri untuk memicu datangnya infeksi.

3. Risiko infeksi menular seksual

Kekhawatiran lain tentang berhubungan saat haid adalah risiko penyebaran infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV atau hepatitis. Virus-virus ini hidup dalam darah, dan mereka dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi. Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran atau terkena IMS.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine menyebutkan bahwa waktu yang paling ideal bagi pasangan untuk berhubungan intim adalah sekitar 14 hari setelah siklus awal dari menstruasi. Pada waktu ini, klitoris wanita akan cenderung membesar hingga 20 persen dan lebih peka pada rangsangan. Bagi wanita, hal ini akan membuat mereka lebih mudah untuk mendapatkan orgasme sekaligus meminimalisir datangnya risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

Manfaatnya Berhubungan Intim Saat Menstruasi

Meski berisiko, berhubungan saat haid ternyata memiliki beberapa menfaat, seperti dilansir Healthline berikut ini:

1. Membantu mengatasi kram

Orgasme dapat meredakan kram menstruasi. Kram menstruasi adalah hasil dari uterus Anda berkontraksi untuk melepaskan lapisannya. Ketika Anda mengalami orgasme, otot-otot rahim juga berkontraksi. Kemudian mereka melepaskan. Pelepasan itu harus membawa beberapa bantuan dari haid kram. Seks juga memicu pelepasan bahan kimia yang disebut endorphins, yang membuat Anda merasa baik.

2. Menstruasi yang lebih pendek

Berhubungan seks dapat membuat menstruasi Anda lebih pendek. Kontraksi otot selama orgasme mendorong isi uterus lebih cepat. Itu bisa menghasilkan menstruasi yang lebih pendek.

3. Meningkatkan gairah seks

Libido Anda berubah sepanjang siklus menstruasi, berkat fluktuasi hormonal. Sementara banyak wanita mengatakan dorongan seks mereka meningkat selama ovulasi, yaitu sekitar dua minggu sebelum datang bulan, yang lain melaporkan merasa lebih aktif saat menstruasi.

4. Pelumasan alami

Selama menstruasi dapat menyingkirkan pelumas alami vagina. Darahlah yang bertindak sebagai pelumas alami ketika sedang haid.

5. Meredakan sakit kepala

Sebagian wanita mengalami sakit kepala migrain selama menstruasi. Meskipun kebanyakan wanita yang mengalami migrain saat menstruasi, mereka menghindari seks. Namun banyak pula dari mereka yang melakukan hubungan seks saat haid mengatakan, seks saat menstruasi dapat meredakan sakit kepala mereka.