Bahaya Bayi Terlilit Tali Pusar dan Cara Mengatasinya!

Ilustrasi-usg-bayi terlilit-tali-pusar-doktersehat

DokterSehat.Com – Jika diagnosis dokter menyatakan bayi terlilit tali pusar sudah terjadi, sebaiknya ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis kandungan. Tali pusar ini memiliki bentuk yang cenderung panjang, sehingga risiko janin terlilit tali pusar bisa saja terjadi.

Tali pusar adalah salah satu organ yang sangat penting dalam kehamilan. Adanya tali pusar ini membuat janin bisa mendapatkan berbagai nutrisi dan oksigen yang sangat membantu dalam perkembangan fisik dan kecerdasannya.

Menurut dr. Boy Abidin, SpOG (K), jika bayi terlilit tali pusar cenderung ringan, ibu hamil sebaiknya hanya perlu mewaspadainya dan tetap melakukan pemeriksaan kehamilan. Hanya saja, jika kasus lilitan tali pusar ini cukup berat, dikhawatirkan janin bisa mengalami gangguan asupan nutrisi dan oksigen atau bahkan tercekik yang menyebabkan kematian janin.

baca juga: Mengapa Bayi Bisa Terlilit Tali Pusar?

Lantas, apa yang bisa dilakukan ibu hamil untuk melepas lilitan tali pusar ini, adakah cara melepaskan lilitan tali pusar pada bayi dalam kandungan?

Cara Mengatasi Bayi Terlilit Tali Pusar

Bila mengetahui bahwa janin terlilit tali pusar, berikut ini cara mengatasi bayi yang terlilit tali pusar:

1. Berkomunikasi dengan janin

Dokter Boy menyarankan sebaiknya ibu melakukan ‘komunikasi’ dengan janinnya. Kalimat sederhana layaknya meminta bayi tidak bermain dengan tali pusar atau meminta bayi untuk bergerak ke arah berlawanan agar lilitan lepas, bisa diucapkan ibu hamil sembari mengelus-elus perutnya.

Meskipun terlihat tidak masuk akal, menurutnya janin sudah bisa bereaksi pada apa yang diinginkan atau diharapkan oleh ibunya.

2. Memerhatikan pergerakan janin 

Jika ibu hamil sudah tahu janin terlilit tali pusar, ada baiknya selalu memonitor gerakan buah hatinya. Biasanya, saat usia kandungan sudah mencapai delapan bulan, janin bisa bergerak sekitar 10 kali dalam waktu 12 jam.

Pemantauan janin dengan ultrasound dapat membantu mencegah komplikasi, tetapi ini tidak akan mengubah hasil persalinan atau potensi komplikasi.

3. Operasi caesar

Jika gerakan janin ini menurun, bisa jadi lilitan tali pusar ini bertambah parah. Bila bayi tak kunjung bisa melepas lilitan tersebut, biasanya dokter akan memutuskan untuk melakukan operasi caesar untuk melahirkannya demi menyelamatkan nyawa janin.

Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar

Perlu diketahui, penyebab janin terlilit tali pusar bukanlah disebabkan apa yang dilakukan ibunya, tetapi karena bayi bergerak dalam kandungan, dan ini merupakan hal yang normal. Ibu hamil kemungkinan tidak mengalami gejala apapun, sehingga tidak dapat mengetahui bahwa tali pusar melilit bayi.

Selain karena gerakan bayi yang aktif dalam kandungan, terdapat beberapa kemungkinan penyebab bayi terlilit tali pusar antara lain:

  • Memiliki cairan ketuban yang berlebihan
  • Hamil anak kembar
  • Tali pusar yang panjang
  • Struktur tali pusar yang lemah
  • Ketuban pecah prematur (PROM)

Risiko Bayi Terlilit Tali Pusar

Pada banyak kasus, lilitan tali pusar adalah sesuatu yang tidak membahayakan. Bayi terlilit tali pudar tidaklah berbahaya jika daya lilitannya longgar—sehingga mudah untuk dilepas saat proses persalinan.

1. Mengganggu kesehatan janin

Pada umumnya, ibu hamil tidak sadar bahwa tali pusar telah melilit leher janinnya. Akan tetapi, lilitan tali pusar bisa juga berdampak buruk pada kesehatan janin jika lilitan yang terjadi terlalu kencang.

2. Menghambat aliran darah

Kondisi lain yang bisa memengaruhi kesehatannya yaitu jika lilitan tersebut membuat denyut jantung janin melemah. Hal ini terjadi karena tali pusar dapat meregang dan terkompresi saat proses melahirkan sehingga menurunkan aliran darahnya atau bahkan menghentikan aliran darah yang berjalan melalui tali pusarnya.

Meski risiko bayi terlilit tali pusar cukup besar, ibu hamil tidak perlu khawatir yang berlebihan karena pada kasus seperti ini banyak janin dapat melewati masalah dengan lancar dan dapat terlahir dengan normal.

baca juga: Para Orang Tua, Ketahui Cara Merawat Tali Pusat Bayi dengan Benar

3. Kelainan detak jantung

Risiko paling umum dari lilitan tali pusar adalah penurunan denyut jantung bayi selama persalinan. Ini biasanya merupakan hasil dari berkurangnya oksigen dan aliran darah melalui tali pusar yang terlilit selama kontraksi. Bahkan jika ada penurunan denyut jantung, sebagian besar bayi akan tetap dilahirkan sehat.

4. Berisiko bayi lahir meninggal

Penelitian telah menemukan sedikit atau tidak ada hubungan antara kelahiran meninggal dan tali pusar, meskipun telah ada beberapa spekulasi tentang hubungan oleh para peneliti di Timisoara, Rumania.

Hasil penelitian yang dicatat dalam jurnal Clinical and Experimental Obstetrics and Gynaecology dan menyarankan insiden janin terlilit tali pusar perlu lebih diperhatikan. Mereka merekomendasikan pemantauan menyeluruh terhadap denyut jantung janin, selama persalinan setelah USG mengungkapkan kabel nuchal. Mereka juga menyarankan persalinan sesar ketika ada kesulitan yang dicatat.

Setidaknya ada satu kasus yang tercatat kematian janin dalam rahim pada 16 minggu karena tali nuchal. Laporan Obstetrics and Gynecology Internationalsame 2015 menunjukkan kelangkaan insiden ini dan bahwa mereka cenderung terjadi pada trimester pertama dan kedua.

Meski begitu, jika denyut jantungnya memburuk atau ada tanda-tanda janin mengalami tanda bahaya, seperti menurunnya pH darah, maka jalur operasi caesar mungkin dapat ditempuh.

5. Janin beririko anemia

Selain itu, bayi terlilit tali pusar juga bisa mengalami anemia, membuatnya sulit makan, atau terjadi pengikisan kulit di sekitar leher karena daya cengkeraman tali pusar yang kuat.

Hal lain yang tidak boleh terlewatkan adalah menjalankan pola hidup sehat, dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bernutrisi, penuhi asupan cairan, dan lakukan olahraga ringan dengan rutin.