Terbit: 6 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Semakin bertambah usia bayi, tentu akan semakin bertambah pula kebutuhan gizinya. Hal ini akan berpengaruh pada bagaimana cara pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) agar kebutuhan gizi bayi  terpenuhi.

Sesuaikan Tekstur MPASI dengan Usia Bayi, Begini Caranya

Dalam memberikan MPASI kepada bayi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu usia bayi dan tekstur dari jenis MP-ASI yang akan diberikan.

Kedua hal itu berkaitan karena dengan bertambahnya usia bayi asupan zat gizi harus makin meningkat yang dapat dipenuhi dengan semakin padatnya tekstur makanan bayi. Selain itu bayi juga harus mulai terlatih untuk mengunyah dan menelan makanan sesuai perkembangan pencernaan dan usianya.

Untuk itu, cara pemberian MP-ASI bayi harus tepat, menurut Pedoman Gizi Seimbang terkait pemberian MP-ASI yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, cara pemberian ASI dan MP-ASI bagi bayi adalah:

1.Usia 0-6 bulan

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Bayi hanya diberi ASI.

2. Usia 6-9 bulan

Bayi diberi ASI dan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat. Makanan yang diberikan teksturnya harus halus yang pengolahannya dilumatkan atau disaring. Contohnyam air sari jeruk, tomat saring, pisang lumat atau bubur susu.

3. Usia 9-12 bulan

Bayi diberi ASI dan MPASI makanan lunak. Makanan yang diberikan adalah yang tekstur agak padat namun tetap mudah ditelan. Contohnya seperti bubur nasi campur, nasi tim atau bubur kacang hijau.

4. Usia 12-24 bulan

Anak diberi ASI dan MP-ASI makanan keluarga. Pada usia di atas satu tahun anak sudah dapat diberi makanan yang sama dengan apa yang dimakan anggota keluarga lain. Contohnya seperti nasi dengan lauk pauk, sayur dan buah.

Pemberian makanan bagi bayi yang tepat akan memenuhi kebutuhan gizi dan melatih kemampuan fisik dan organ anak sesuai dengan usianya. Sehingga hal tersebut akan mendukung tumbuh kembang anak yang baik.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi