Terbit: 31 Januari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meskipun secara umum mengalami perubahan berupa perut yang semakin membesar dan badan yang cenderung semakin gemuk, ibu hamil sebenarnya juga mengalami perubahan lainnya, khususnya pada kulit. Tak hanya kerap mengalami gatal-gatal, ada beberapa bagian kulit yang terlihat lebih gelap dari sebelumnya. Sebagian ibu hamil bahkan sampai kurang percaya diri akibat dari menggelapnya beberapa bagian kulit ini. Sebenarnya, apa sih penyebab dari perubahan warna kulit saat hamil?

doktersehat-senam-hamil-olahraga

Pakar kesehatan menyebut kondisi perubahan warna kulit ibu hamil menjadi lebih gelap ini sebagai sesuatu yang wajar adanya. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai melasma atau chloasma. Biasanya, perubahan warna kulit ini terjadi di sekitar dahi, hidung, pipi, ketiak, atau bahkan di sekitar organ vital. Penyebabnya adalah tubuh yang cenderung memproduksi melanin lebih banyak selama fase kehamilan.

Perubahan produksi melanin ini untungnya hanya terjadi sementara saja, yakni selama proses kehamilan. Hanya saja, mengingat ibu hamil juga terkadang beraktifitas di luar ruangan sehingga terpapar sinar matahari, maka proses pigmentasi menjadi lebih kuat sehingga bercak-bercak berwarna gelap pada kulit terlihat lebih kentara.

Agar masalah perubahan warna kulit menjadi lebih gelap ini tidak semakin parah, pakar kesehatan menyarankan ibu hamil untuk tidak terlalu sering berada di bawah sinar matahari secara langsung, khususnya di siang hari yang sangat terik. Hanya saja, untuk sinar matahari pagi yang hangat, ada baiknya memang ibu hamil masih menikmatinya karena bisa membuat mereka mendapatkan asupan vitamin D dan menenangkan pikiran. Selain itu, ibu hamil sebaiknya tidak memakai produk perawatan kulit dengan bahan kimia yang keras mengingat kondisi kulit yang jauh lebih sensitif di fase kehamilan. Jika mereka merasa kurang nyaman dengan kondisi melasma ini, ada baiknya mengoleskan minyak almond dan lidah buaya secara teratur yang lebih aman.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi