Terbit: 29 Juli 2020 | Diperbarui: 8 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Sperma sedikit atau dalam dunia medis dikenal dengan oligospermia adalah salah satu penyebab infertilitas pada pria. Jumlah sperma dikatakan rendah apabila dalam satu kali ejakulasi (2-5 ml) jumlah sperma di bawah 15 juta sel per 1 mililiter air mani. Agar hal ini tidak terjadi, seorang pria harus mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan kondisi ini. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

15 Penyebab Sperma Sedikit yang Wajib Diketahui Pria

Mengenali Berbagai Penyebab Sperma Sedikit

Sebelum menjelaskan mengenai berbagai kondisi yang menyebabkan sperma sedikit, perlu Anda ketahui bahwa kualitas air mani yang rendah dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: masalah medis, kondisi lingkungan, dan gaya hidup.

Selain itu, banyak pria menganggap bahwa sperma keluar sedikit disamakan dengan jumlah air mani yang keluar dari penis. Pada dasarnya, jumlah sperma tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, banyak tidaknya jumlah harus dilakukan dengan pemeriksaan analisis sperma.

Berikut adalah berbagai penyebab sperma sedikit yang harus diketahui oleh para pria, di antaranya:

1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan yang terjadi di pembuluh darah vena dalam buah zakar (skrotum). Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua sisi buah zakar. Meskipun alasan pasti bahwa varikokel menyebabkan infertilitas tidak diketahui, hal itu mungkin terkait dengan suhu testis. Kondisi ini menyebabkan sperma sedikit.

2. Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi atau kesehatan sperma serta dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi jalannya air mani. Infeksi bisa diakibatkan oleh epididimitis, orkitis, atau gonore. Meski beberapa infeksi dapat menyebabkan kerusakan testis permanen, kondisi ini paling sering memengaruhi kualitas sperma.

3. Ejakulasi Retrograde

Ejakulasi retrograde adalah suatu kondisi ketika air mani masuk ke kandung kemih dan tidak keluar melalui penis pada saat orgasme. Meski kondisi ini tidak menghalangi untuk mendapatkan klimaks, air mani yang keluar dari saat ejakulasi bisa sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Hal ini terkadang disebut sebagai orgasme kering.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hal ini antara lain diabetes, cedera tulang belakang, dan operasi kandung kemih, prostat atau uretra. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan masalah ejakulasi, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha-blockers.

4. Tumor

Kanker dan tumor yang tidak ganas dapat memengaruhi organ reproduksi pria secara langsung melalui kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi, seperti kelenjar pituitari atau melalui penyebab yang tidak diketahui. Pembedahan, radiasi, atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat memengaruhi kesuburan pria.

5. Testis yang Tidak Turun

Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis terkadang gagal turun dari perut ke dalam kantong yang biasanya berisi testis (skrotum). Kesuburan yang menurun lebih cenderung terjadi pada pria dengan kondisi ini.

6. Ketidakseimbangan Hormon

Hipotalamus, hipofisis, dan testis menghasilkan hormon yang diperlukan untuk membuat sperma. Perubahan hormon ini, serta dari sistem lain seperti kelenjar tiroid dan adrenal dapat mengganggu produksi air mani.

7. Obat-obatan Tertentu

Terapi penggantian testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), obat antijamur, antibiotik tertentu, beberapa obat maag, dan obat lain dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

8. Paparan Bahan Kimia

Seorang pria yang mendapatkan paparan bahan kimia seperti benzenes, toluene, xylene, herbisida, pestisida, dan pelarut organik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan jumlah sperma sedikit. Selain itu, paparan timbal dan logam berat lainnya juga dapat menyebabkan infertilitas.

9. Paparan Radiasi

Meski berguna untuk mengobati beberapa penyakit, paparan radiasi yang kuat ternyata dapat membahayakan kesehatan, salah satunya adalah mengurangi produksi sperma. Jika Anda sudah terpapar radiasi, diperlukan beberapa tahun untuk produksi air mani agar kembali normal.

10. Testis Terlalu Panas

Sering melakukan sauna atau mandi air panas mungkin memengaruhi jumlah sperma.

Klaim ini masih membutuhkan penelitian lanjutan karena penelitian yang mengaitkan suhu dan produksi air mani masih terbatas. Kondisi lain yang juga memiliki kaitan dengan suhu testis dan jumlah sperma adalah duduk dalam waktu yang lama atau mengenakan celana yang terlalu ketat.

11. Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan

Apakah Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol bersama dengan rokok?

Jika Anda berencana untuk memiliki keturunan sepertinya dua kebiasaan tersebut harus dihindari. Minum alkohol dapat menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan penurunan produksi air mani. Seorang pria perokok juga memiliki jumlah sperma yang lebih rendah daripada mereka yang tidak merokok.

12. Masalah Psikologis

Stres emosional yang parah atau berkepanjangan, termasuk stres tentang kesuburan, dapat mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi air mani. Selain itu, depresi juga dapat memengaruhi sperma secara negatif.

13. Obesitas

Asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori bisa membuat seseorang mengalami obesitas. Selain bisa menimbulkan penyakit kronis, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesuburan.

Obesitas dapat merusak kesuburan dalam beberapa cara, termasuk berdampak langsung pada sperma dan dengan menyebabkan perubahan hormon sehingga mengurangi kesuburan pria.

14. Fibrosis Kistik

Cystic fibrosis atau fibrosis kistik disebabkan oleh perubahan gen yang mengatur distribusi garam dalam tubuh. Perubahan genetik ini membuat kadar garam di dalam keringat meningkat. Kondisi ini berdampak pada lendir di saluran pencernaan, pernapasan, dan sistem reproduksi menjadi kental serta lengket—kondisi yang membuat sperma terhalang untuk masuk ke semen.

Perlu diketahui, mutasi gen pada penderita fibrosis kistik bisa diturunkan dari kedua orang tua. Jika seorang anak menerima mutasi gen ini hanya dari salah satu orang tua, maka ia hanya menjadi carrier (perantara) untuk penyakit ini. Meski menjadi hanya menjadi carrier, kondisi kesuburannya juga bisa terganggu.

15. Pernah Melakukan Operasi pada Sistem Reproduksi

Penyebab sperma sedikit yang terakhir adalah pernah menjalani tindakan operasi pada sistem reproduksi pria. Berbagai tindakan operasi tersebut antara lain pembedahan testis, pembedahan kandung kemih, pembedahan untuk testis yang tidak turun, perbaikan hernia inguinalis, dan vasektomi.

Nah, itulah berbagai penyebab sperma keluar sedikit yang wajib diketahui oleh pria.

 

  1. Anonim. Low sperm count. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/symptoms-causes/syc-20374585. (Diakses pada 29 Juli 2020).
  2. Marcin, Ashley. 2020. What Causes Low Sperm Count and How Is It Treated?. https://www.healthline.com/health/infertility/low-sperm-count#causes. (Diakses pada 29 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi