Terbit: 18 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat anak sudah masuk usia 6 bulan, anak sudah mulai diperkenalkan pada makanan padat. Pada tahap awal, menu MPASI yang disarankan adalah olahan dari buah-buahan atau sayur, dan disajikan tanpa garam dan gula. Mengapa?

Ini Bahayanya Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI

Photo Credit: flickr.com

Bahaya menambahkan gula dan garam pada makanan bayi

Banyak orang tua khawatir bahwa bayi tidak mau makan makanan MPASI karena rasanya yang kurang enak karena bayi makan makanan tersebut murni tanpa tambahan gula dan garam. Hal ini mendorong orang tua untuk menambahkan gula dan garam pada makanan bayi, padahal ada banyak penyebab anak tidak mau makan makanan MPASI. Penyebab utamanya adalah anak masih perlu beradaptasi dengan makanan baru, sehingga ia menolak MPASI. Kondisi ini sangat wajar, karenanya orang tua tidak perlu menambahkan bumbu apa pun pada makanan bayi. Menambahkannya justru dapat berbahaya bagi kesehatan anak.

Beberapa bahaya dari menambahkan gula dan garam pada makanan bayi antara lain:
1. Anak akan kesulitan mengenali rasa asli makanan
Jika sejak dini anak sudah belajar mengenal makanan dengan tambahan gula dan garam, maka ia akan kesulitan untuk mengenal rasa asli dari berbagai jenis makanan dengan rasa yang berbeda.

2. Menyebabkan kerusakan gigi

Dengan menambahkan gula pada makanan anak, anak akan terbiasa dengan makanan manis. Dan ini menyebabkan selera makan anak menjadi monoton, hanya mau makanan manis dan membuatnya berisiko mengalami gigi berlubang.

3. Berbahaya bagi sistem pembuangan anak

Kebutuhan bayi akan gula dan garam masih sangat sedikit di usianya yang masih berada di bawah 1 tahun. Pada usia 1-3 tahun ia hanya membutuhkan asupan garam sebesar 2 gram. Kebutuhan ini bisa tercukupi dari makanan dan tidak perlu tambahan garam.

Jika anak mendapat asupan garam berlebih, justru dapat membahayakan kesehatan bayi karena ginjal bayi tidak dapat membuang garam dalam jumlah banyak. Bagi Anda yang memberikan MPASI instan pada si kecil, maka perhatikan kadar garam dan gula di setiap kemasannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kapan anak boleh mengonsumsi gula dan garam?

Para pakar menyarankan anak boleh mengonsumsi gula dan garam ketika sudah berusia di atas 1 tahun. Itu pun dengan dosis yang tidak terlalu banyak. Ketika anak sudah mulai mengonsumsi makanan yang mengandung gula, pastikan anak mau menyikat gigi setelah makan makanan yang manis untuk menghindari gigi berlubang.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi