Terbit: 9 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apakah minum pil KB saat hamil bisa bahaya? Pil KB adalah salah satu metode pencegahan kehamilan yang umum digunakan. Namun jika Anda minum pil KB tetapi tidak menyadari bahwa sudah ada janin di dalam kandungan, apakah bisa memengaruhi perkembangan janin? Ketahui apa saja efek atau bahaya konsumsi pil KB saat hamil!

minum-pil-KB-saat-hamil-doktersehat

Dampak Minum Pil KB Saat Hamil

Jika Anda telah minum pil KB  dan baru mengetahui belakangan bahwa Anda hamil, salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan apakah hal ini menyebabkan keguguran atau kelahiran mati?

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa Anda tidak perlu khawatir ketika minum pil KB saat hamil. Meski begitu, terdapat beberapa jenis alat kontrasepsi yang dapat menyebabkan komplikasi, tetapi menggunakan pil KB atau hormone delivery devices (seperti birth control patch (koyo KB) atau NuvaRing) relatif aman.

Meski masih terbilang aman, Anda juga harus mewaspadai bahwa konsumsi pil KB saat hamil dapat menimbulkan sejumlah gejala yang mirip dengan tanda-tanda hamil, di antaranya:

1. Jadwal Menstruasi Tidak Teratur

Konsumsi pil KB saat hamil dapat membuat siklus menstruasi Anda tidak teratur. Meski begitu, depresi, stres, dan beberapa faktor lain juga dapat membuat menstruasi tidak teratur. Oleh karena itu, ide yang terbaik adalah melakukan tes kehamilan untuk memastikan kondisi.

2. Mual

Seperti halnya tanda-tanda hamil, mual di pagi hari adalah sesuatu yang umum terjadi. Namun, konsumsi pil KB saat hamil juga dapat menyebabkan mual.

3. Nyeri di Payudara

Saat seorang wanita dinyatakan hamil, payudaranya bisa menjadi lebih sensitif saat disentuh. Kondisi yang sama juga bisa terjadi apabila Anda minum pil KB waktu hamil.

4. Kelelahan dan Sakit Kepala

Kelelahan adalah tanda-tanda kehamilan yang paling umum terjadi. Ternyata kelelahan dan sakit kepala juga bisa terjadi saat Anda minum pil KB saat hamil.

Apakah Minum Pil KB Saat Hamil Berbahaya bagi Janin?

Jika Anda minum pil KB untuk mencegah kehamilan tetapi beberapa minggu kemudian baru mengetahui bahwa Anda hamil, wajar untuk khawatir adakah efek pil KB terhadap janin yang sedang berkembang. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi pil KB terbukti aman pada awal kehamilan.

Akan tetapi, tidak ada jaminan bahwa pil KB tidak memengaruhi perkembangan bayi, jadi pastikan untuk mengunjungi dokter segera setelah Anda mencurigai atau mengetahui bahwa Anda hamil. Jika hasil tes Anda positif, Anda harus berhenti minum pil KB.

Sementara beberapa penelitian mengaitkan antara konsumsi pil KB yang dekat dengan periode pembuahan, berisiko menimbulkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, kelainan saluran kemih bawaan, dan kehamilan ektopik. Meski begitu, kekhawatiran ini umumnya belum dibuktikan lewat tinjauan medis yang mendalam.

Pada akhirnya, tidak ada bukti kuat bahwa meminum pil KB akan membahayakan janin atau menyebabkan komplikasi kehamilan.

Penelitian Minum Pil KB saat Hamil dan Etika Medis

Penting untuk diketahui, hingga kini belum banyak penelitian yang mengungkapkan bahaya minum pil KB saat hamil. Etika medis tidak akan membiarkan siapa pun melakukan penelitian yang dapat membahayakan ibu atau janinnya.

Dengan demikian, sebagian besar data berasal dari penelitian epidemiologi yang membandingkan ibu yang telah menggunakan pil KB selama awal kehamilan dengan yang belum. Dalam hal ini, terdapat sedikit perbedaan dalam jumlah cacat lahir, keguguran, atau kelahiran mati di antara kedua kelompok tersebut.

Sebagai tindakan pencegahan, jika Anda mencurigai hamil, segera lakukan tes kehamilan. Jika tes kehamilan positif, berhenti minum pil KB. Jika Anda khawatir karena minum pil KB sebelum mengetahui bahwa Anda hamil, konsultasi dengan dokter, namun yakinlah bahwa konsumsi pil KB saat hamil adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan karena risiko gangguan pada janin yang relatif kecil.

Penggunaan Pil KB yang Tepat

Setelah mengetahui bahwa konsumsi pil KB saat hamil tidak membahayakan, beberapa wanita masih ada yang percaya bahwa konsumsi pil KB secara terus-menerus bisa menggugurkan kandungan. Padahal, tidak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut.

Hormon-hormon dalam pil KB bekerja dengan menebalkan lendir serviks untuk mencegah sperma memasuki rahim, menghentikan ovulasi, dan mencegah penebalan lapisan rahim untuk mendukung implantasi. Tidak satupun dari hal-hal ini yang berkontribusi terhadap keguguran atau kelahiran mati.

Ketika digunakan dengan tepat, sebagian besar jenis pil KB dianggap lebih dari 99 persen efektif mencegah kehamilan. Namun, terkadang wanita yang mengonsumsi pil KB tidak mengetahui bahwa dirinya hamil. Jika Anda berada dalam situasi ini dan berencana untuk mempertahankan kehamilan, Anda harus berhenti minum pil KB.

 

  1. Holland, Kimberly. 2016. Is There a Chance of Getting Pregnant While Taking Birth Control?. https://www.healthline.com/health/signs-of-pregnancy-while-on-birth-control#TOC_TITLE_HDR_1. (Diakses pada 9 Maret 2020).
  2. Tobah, Yvonne Butler, M.D. Do birth control pills cause birth defects if taken during early pregnancy?. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/birth-control-pills/faq-20058376. (Diakses pada 9 Maret 2020).
  3. Stacey, Dawn, PhD, LMHC. 2019. Can Taking the Birth Control Pill While Pregnant Hurt My Baby?. https://www.verywellhealth.com/will-taking-the-pill-while-pregnant-harm-the-baby-906925. (Diakses pada 9 Maret 2020).
  4. Danielsson, Krissi. 2020. Birth Control Pills and the Connection to Miscarriage. https://www.verywellfamily.com/can-birth-control-pills-cause-a-miscarriage-2371726. (Diakses pada 9 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi