Infus Kromosom Bikin Kulit Putih Lebih Cepat, Benarkah?

infus-kromosom-doktersehat

DokterSehat.Com – Belakangan, muncul sebuah tren baru di dunia medis yang disebut sebagai infus kromosom. Beberapa artis tanah air dikabarkan menjalani terapi ini demi menunjang penampilan mereka di layar kaca. Lantas, apa itu infus kromosom?

Apa Itu Infus Kromosom?

Infus kromosom adalah sebuah metode dalam dunia medis (tepatnya di bidang dermatologi) yang penerapannya adalah untuk memutihkan kulit.  Infus kromosom dilakukan dengan cara menyuntikkan (injeksi) gen khusus untuk menghambat aktivitas gen SLC24A5.

Gen SLC24A5 adalah gen yang terdapat pada kromosom 15. Tahu mengapa manusia memiliki warna kulit yang berbeda-beda? Nah, gen SLC24A5 inilah yang menyebabkan hal itu terjadi. Seseorang akan memiliki warna kulit yang cenderung gelap apabila aktivitas gen SLC24A5 terbilang tinggi. Sebaliknya, aktivitas gen SLC24A5 yang rendah menyebabkan kulit cenderung putih.

Manfaat Infus Kromosom

Infus kromosom tak lain merupakan salah satu cara yang kini bisa ditempuh oleh seseorang jika ingin memutihkan kulitnya secara cepat.

Tertarik untuk mencoba metode perawatan kulit yang satu ini? Sebelum memutuskan, simak terlebih dahulu  manfaat infus kromosom berikut ini.

1. Memutihkan Kulit Secara Permanen

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, infus kromosom dilakukan dengan cara menyuntikkan gen khusus yang mana gen ini nantinya menghambat aktivitas gen SLC24A5.

Dengan dihambatnya aktivitas gen SLC24A5, diharapkan kulit pasien treatment ini akan menjadi lebih putih bersinar secara permanen oleh karena sel melanosit yang dikendalikan gen tersebut menjadi tidak terlalu aktif dalam memproduksi pigmen melanin (pigmen yang membuat warna kulit menjadi gelap)

2. Mengatasi Masalah Pigmentasi Kulit

Pada beberapa orang dengan masalah pigmentasi kulit, infus kromosom juga bisa dijadikan salah satu pilihan untuk mengatasi kondisi yang dialami tersebut. Misalnya, kulit yang mengalami luka bakar sehingga warnanya menjadi tidak rata.

Jangan khawatir karena infus kromosom ini disebut-sebut sangat aman. Terpenting, pastikan Anda melakukan perawatan ini di klinik kecantikan perawatan kulit yang terpercaya.

3. Solusi Suntik Kulit yang Lebih Aman dan Cepat

Sebagaimana dikatakan pada poin sebelumnya, infus kromosom adalah metode perawatan kulit yang bisa dikatakan aman, bahkan diklaim lebih aman ketimbang metode suntik kulit lainnya.

Pasalnya, infus kromosom hanya akan memengaruhi sel melanosit pada kulit. Itu artinya, infus kromosom tidak akan berdampak pada warna rambut maupun mata.

Tak hanya itu, manfaat infus kromosom sebagai cara memutihkan kulit adalah, waktu yang dibutuhkan sampai kulit mengalami perubahan menjadi lebih putih juga terbilang cepat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwasanya mereka yang melakukan infus kromosom mengalami perubahan kulit dalam kurun waktu 18 hari atau setelah diberikan infus kromosom sekitar 9 (Sembilan) kali suntikan.

Prosedur Pelaksanaan Infus Kromosom

Prosedur pelaksanaan infus kromosom mungkin berbeda-beda, tergantung masing-masing klinik perawatan kulit yang menyediakan fasilitas ini.

Sebagai gambaran umum, berikut adalah prosedur pelaksanaan infus kromosom:

  • Pasien membuat janji dengan dokter spesialis kulit yang akan menangani
  • Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terlebih dahulu pada pasien, mulai dari tujuan melakukan infus kromosom hingga riwayat penyakit
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien untuk menilai apakah pasien dapat melakukan infus kromosom atau tidak
  • Pada saat pelaksanaan, dokter akan mencampurkan larutan khusus dengan obat yang di dalamnya terkandung gen penghambat SLC24A5
  • Larutan tersebut didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 30 menit
  • Larutan akan disuntikkan ke kulit pasien

Infus kromosom ini tidak hanya dilakukan dalam satu waktu saja. Setelah suntikan pertama, pasien akan diminta untuk datang kembali secara berkala sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter sampai batas waktu tertentu (melihat perkembangan kondisi kulit).

Sementara itu jika berbicara mengenai dosis infus kromosom yang diberikan, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Semakin ingin putih, maka semakin tinggi juga dosis infus kromosom yang diberikan.

Bahaya Infus Kromosom

Di balik efektivitas yang ditawarkan, apakah ada bahaya infus kromosom yang mungkin mengancam?

Sampai saat ini, belum dapat dipastikan lebih lanjut perihal bahaya dari melakukan infus kromosom. Alih-alih bahaya, infus kromosom justru diklaim paling aman ketimbang jenis suntik kulit yang lainnya seperti suntik kulit dengan vitamin C dan glutathione yang bahkan menurut FDA bisa jadi tidak aman.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pilihlah klinik kecantikan yang sudah memiliki reputasi bagus untuk meminimalisir risiko kegagalan yang bisa saja terjadi.

Suntik Putih dan Infus Kromosom, Apa Bedanya?

Baik suntik putih maupun infus kromosom, keduanya sama-sama merupakan metode atau cara untuk memutihkan kulit.

Beda suntik putih biasa dan infus kromosom hanya terletak di bahan yang digunakan. Suntik putih biasa umumnya menggunakan vitamin C dan gluthatione. Sementara infus kromosom menggunakan gen penghambat SLC24A5.

Mengenai mana yang lebih efektif di antara keduanya, hal ini kembali lagi pada kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing pasien. Oleh sebab itu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan metode apa yang tepat digunakan. Semoga bermanfaat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. SLC24A5. https://ghr.nlm.nih.gov/gene/SLC24A5 (Diakses pada 21 Oktober 2019)
  2. Anonim. Injectable Skin Lightening and Skin Bleaching Products May be Unsafe. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/injectable-skin-lightening-and-skin-bleaching-products-may-be-unsafe (Diakses pada 21 Oktober 2019)
  3. Anonim. Apa Itu Infus Kromosom? Sule dan Zaskia Gotik Ternyata Menggunakannya untuk Wajah. https://jambi.tribunnews.com/2019/01/28/apa-itu-infus-kromosom-sule-dan-zaskia-gotik-ternyata-menggunakannya-untuk-wajah?page=3 (Diakses pada 21 Oktober 2019)