Terbit: 3 January 2023
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Mengonsumsi madu untuk penderita diabetes mulai populer sebagai pengganti gula, akan tetapi produk dari lebah ini mengandung gula alami dan karbohidrat. Lantas, bolehkan penderita diabetes konsumsi madu? Ketahui selengkapnya dalam penjelasan di bawah ini.

Penderita Diabetes Konsumsi Madu, Amankah bagi Kesehatan?

Bolehkah Penderita Diabetes Konsumsi Madu?

Madu bisa menjadi pengganti pemanis seperti gula putih, gula tebu, dan gula bubuk. Namun, pengidap diabetes harus mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Madu adalah gula alami yang mengandung karbohidrat, sehingga lumrah jika madu memengaruhi gula darah dengan cara tertentu. Rasa madu pun lebih manis daripada gula pasir, jadi gunakan untuk makanan dalam jumlah sedikit saja.

Meskipun pemanis alami, madu memiliki lebih banyak karbohidrat dan kalori per sendok teh dibandingkan gula biasa. Dalam 1 sendok makan madu mentah memiliki sekitar 60 kalori dan 17 gram karbohidrat.

Selain itu, madu juga mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk zat besi, vitamin C, folat, magnesium, kalium, dan kalsium. Kandungan antioksidan di dalamnya dipercaya mencegah dan memperlambat kerusakan sel.

Jika Anda lebih suka rasa madu dari gula, pastikan untuk menghitung karbohidrat dalam madu sebagai bagian dari pola makan untuk diabetes. Jangan lupa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi madu.

Baca Juga: 10 Manfaat Madu Mentah (Raw Honey) bagi Tubuh

Penelitian Tentang Madu dan Diabetes

Beberapa penelitian menemukan bahwa manfaat madu untuk diabetes dapat meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar gula darah.

Berikut ini beberapa penelitian tentang madu untuk penderita diabetes, di antaranya:

1. Kemungkinan Menyebabkan Hipoglikemia

Sebuah penelitian di tahun 2004 mempelajari efek madu dan gula pada kadar glukosa darah. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa larutan dengan kandungan 75 gram madu meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada orang tanpa diabetes tipe 2 dalam waktu 30 menit.

Setelah 2 jam, kadar gula darah dan insulin turun lebih rendah pada kelompok madu daripada kelompok dekstrosa (gula sederhana).

Peneliti menyatakan bahwa madu dapat meningkatkan kadar insulin. Meskipun kadar gula darah meningkat pada kedua kelompok, tetapi turun lebih jauh pada kelompok madu.

2. Pengukuran Diabetes yang Meningkat

Sebuah penelitian mengaitkan hubungan antara madu dan kadar gula darah penderita diabetes. Penelitian ini menemukan bahwa madu memiliki efek:

  • Menurunkan glukosa serum puasa, yang diukur setelah seseorang berpuasa setidaknya selama 8 jam.
  • Meningkatkan kadar C-peptida puasa, yang membantu pankreas mengetahui seberapa banyak insulin yang disekresikan dan berfungsi menjaga kadar gula darah stabil dalam kisaran yang sehat.
  • Meningkatkan kadar C-peptida postprandial.

3. Efek Terapeutik

Penelitian pada tahun 2012 yang melibatkan 50 orang penderita diabetes tipe 1 menemukan bahwa, dibandingkan dengan sukrosa, madu lebih kecil kemungkinannya meningkatkan kadar gula darah.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa madu mungkin berfungsi dalam mengobati sel beta pankreas untuk memproduksi insulin.

Sementara penelitian pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa, efek hipoglikemik pada madu mungkin membuatnya dipercaya mengobati diabetes tipe 2. Meski begitu, klaim ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

4. Sifat Antimikroba dan Antiinflamasi

Sebuah penelitian mengungkapkan, pemberian madu pada orang dengan diabetes tipe 2 ternyata membantu menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan diabetes dan penyakit metabolik, serta membantu mengobati luka.

Baca Juga: 16 Ciri Madu Asli dan Cara Membedakannya!

Apakah Madu Bisa Mencegah Diabetes?

Meskipun madu bisa meningkatkan kadar insulin, belum ada penelitian konklusif yang mendukung madu sebagai faktor pencegahan diabetes.

Dalam sebuah penelitian terhadap 50 penderita diabetes tipe 1 dan 30 orang tanpa diabetes tipe 1, hasilnya para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan gula, madu memiliki efek glikemik yang lebih rendah pada semua partisipan.

Madu juga dapat meningkatkan kadar C-peptida, zat yang dilepaskan ke aliran darah saat tubuh memproduksi insulin. Kadar C-peptida yang normal menandakan tubuh membuat insulin yang cukup. Namun, klaim ini masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan amankah madu untuk penderita diabetes atau mencegah penyakit tersebut.

Cara Memilih Madu yang Tepat

Meskipun penderita diabetes boleh mengonsumsi madu dengan jumlah yang terbatas, penting untuk memperhatikan kualitas madu.

Pastikan memilih madu yang mentah dan murni. Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi madu mentah menghasilkan penurunan gula darah hingga 60-100 mg/dl.

Saat ini banyak merek dan jenis madu yang beredar di pasaran. Lantas, apa saja jenis madu yang bagus untuk penderita diabetes?

Beberapa merek yang paling populer adalah adalah madu manuka, soba, neem, dan akasia.

Selain itu, madu hitam juga bagus untuk penderita diabetes karena memiliki kandungan glukosa yang rendah dan alkaloidnya tinggi. Alkaloid bisa membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Pada dasarnya, semua jenis madu tersebut bermanfaat bagi tubuh dengan berbagai cara. Dari semua jenis, madu neem dengan sifat antioksidan dan antiradang, biasanya dianjurkan bagi pengidap diabetes.

 

  1. Barhum, Lana. 2020. Can people with type 2 diabetes eat honey?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317662. (Diakses pada 7 April 2021)
  2. Choudhary, Tanya. 2017. How Does Honey Help Diabetics?. https://www.stylecraze.com/articles/honey-help-diabetics/. (Diakses pada 7 April 2021)
  3. Higuera, Valencia. 2019. Honey and Diabetes: Is It Safe?. https://www.healthline.com/health/diabetes/honey-and-diabetes. (Diakses pada 7 April 2021)
  4. Watson, Stephanie. 2020. Everything You Need to Know About Diabetes. https://www.healthline.com/health/diabetes. (Diakses pada 7 April 2021)


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi