DokterSehat.Com- Nasi putih adalah makanan pokok dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Makanan ini bisa menyediakan energi dan rasa kenyang. Hanya saja, ada yang menyebut nasi sebagai biang keladi dari tingginya kasus diabetes di Indonesia. Apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan Antara Nasi dengan Kasus Diabetes
Telah ada beberapa penelitian dan jurnal ilmiah yang menyebut nasi putih memang memiliki kaitan erat dengan diabetes tipe 2. Hal ini ternyata disebabkan oleh indeks glikemiknya yang cenderung tinggi. Sekitar satu jam setelah mengonsumsinya, kadar gula darah akan naik dengan drastis. Hal yang berbeda terjadi jika kita mengonsumsi makanan berkarbohidrat lainnya seperti nasi merah atau gandum yang cenderung tidak mudah meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Sebagai informasi, indeks glikemik di dalam nasi putih adalah di angka 70. Angka ini tergolong sangat tinggi. Masyarakat Indonesia juga cenderung makan nasi tiga kali sehari sehingga dalam sehari bisa saja mengalami kenaikan kadar gula darah setiap kali setelah makan.
Selain itu, ada kecenderungan lauk yang dipilih oleh masyarakat adalah yang tinggi kalori seperti gorengan. Meskipun memiliki rasa yang nikmat, dalam realitanya hal ini bisa membuat asupan kalori menjadi berlebihan dan kadar gula darah pun akan naik dengan cepat.
Masyarakat Indonesia juga dikenal kurang gerak. Sebagai contoh, beberapa saat lalu ada penelitian yang membuktikan bahwa masyarakat Indonesia cenderung malas berjalan kaki karena lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk pergi ke tempat yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Hal ini bisa memicu kenaikan berat badan, salah satu faktor lain yang menyebabkan diabetes.
Melihat fakta ini, sebenarnya kita masih bisa tetap rutin makan nasi putih tiga kali sehari namun tetap mencegah datangnya diabetes. Caranya adalah dengan menjaga porsinya agar tidak berlebihan, memilih lauk yang tepat, tidak sembarangan memilih camilan atau minuman, dan lebih aktif bergerak.
Benarkah Nasi Dingin Tidak Akan Memicu Kenaikan Kadar Gula Darah?
Kita tentu pernah mendengar nasi dingin tidak akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secepat nasi hangat setelah dimasak atau yang tetap dihangatkan di dalam rice cooker. Apakah anggapan ini memang benar?
Pakar kesehatan menyebut hingga saat ini belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa nasi putih yang dingin lebih aman bagi mereka yang menderita diabetes. Hal ini berarti, penderita diabetes memang sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu jika mereka ingin makan nasi, termasuk nasi dingin demi mencegah kenaikan kadar gula darah yang bisa saja membahayakan kondisinya.
Bukannya nasi dingin, kentang yang sudah dimasak namun kemudian didinginkan di dalam lemari es dan kemudian besoknya dimasak lagi justru lebih aman bagi penderita diabetes. Indeks glikemiknya sudah turun dengan signifikan sehingga tidak akan mudah meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Makanan Penyebab Diabetes
Pakar kesehatan menyebut ada banyak jenis makanan yang bisa menyebabkan datangnya diabetes. Berikut adalah beberapa di antaranya.
-
Minuman Manis
Minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah kemasan, minuman botolan, hingga teh atau kopi yang diberi tambahan gula jika sering dikonsumsi bisa meningkatkan risiko diabetes dengan signifikan.
-
Makanan dengan Kandungan Lemak Trans
Makanan dengan kandungan lemak trans seperti gorengan, margarin, selai roti, hingga makanan olahan yang dibekukan bisa memicu gangguan fungsi insulin yang berimbas pada diabetes.
-
Sereal
Jangan salah, sereal seringkali tinggi kandungan kalori dan gula yang bisa saja menyebabkan datangnya kenaikan kadar gula darah dan diabetes.
-
Buah Kering
Meski terbuat dari buah, dalam realitanya proses pengolahan buah kering membuatnya tinggi kandungan gula yang kurang sehat.
-
Kentang Goreng
Kentang goreng yang nikmat untuk dijadikan camilan ternyata tinggi kandungan kalori yang bisa menyebabkan penumpukan lemak dan gangguan fungsi insulin.
Sumber:
- Nur Azizah, Khadijah. 2019. Alasan Nasi Putih Kerap Jadi Kambing Hitam Diabetes di Indonesia. detik.com/berita-detikhealth/d-4781699/alasan-nasi-putih-kerap-jadi-kambing-hitam-diabetes-di-indonesia. (Diakses pada 11 November 2019).