Terbit: 1 February 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Beberapa orang meyakini bahwa memasukan kedelai ke dalam menu harian adalah salah satu cara mengendalikan gula darah. Lantas, apakah cara ini cukup efektif dilakukan penderita diabetes? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Manfaat Potensial Kedelai untuk Penderita Diabetes

Menilik Manfaat Kedelai untuk Penderita Diabetes

Kacang kedelai merupakan sejenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber protein nabati. Kacang ini juga merupakan sumber serat, zat besi, magnesium, dan potasium yang baik. Kedelai biasanya dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai.

Selain sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan jantung, kedelai juga dipercaya bagus untuk orang yang mengidap penyakit diabetes.

Alasannya karena makanan ini rendah karbohidrat dan kalori, serta menjadi sumber protein dan serat yang baik. Protein dan serat berguna untuk membantu mengatur kadar gula darah tetap stabil.

Baca Juga: Jarang Disadari, Inilah 11 Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Senyawa tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kolesterol, menurunkan kadar glukosa darah, dan meningkatkan toleransi glukosa pada penderita diabetes. Akan tetapi, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli diet atau ahli gizi tepercaya sebelum menjalani perubahan pola makan.

Penelitian lainnya mengungkapkan, bahwa kandungan bioaktif di dalam kedelai yaitu isoflavon membantu menurunkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung dengan signifikan.

Lebih lanjut, rutin mengonsumsi kedelai bahkan bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan toleransi glukosa pada penderita diabetes. Kedelai juga dikenal luas sebagai makanan dengan kandungan isoflavon yang paling mudah ditemukan.

Para peneliti melakukan percobaan pada tikus dengan salah satu dari dua jenis isoflavon di dalam kedelai yaitu daidzein. Hasilnya ditemukan bahwa kandungan tersebut bisa memberikan pengaruh besar bagi insulin, risiko diabetes, hingga risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Amankah Konsumsi Kecap Manis untuk Penderita Diabetes?

Penelitian pada hewan lainnya mengungkapkan fakta bahwa, daidzein dan jenis isoflavon lainnya dalam kedelai yaitu equol, mampu memberikan pengaruh pada formasi sel-sel lemak yang bisa berimbas pada pengendalian gula darah. Hal ini tentu akan membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik.

Pada akhirnya, manfaat kedelai untuk diabetes masih membutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia. Namun, tetap menerapkan pola makan sehat, khususnya memperbanyak asupan kedelai dan perubahan gaya hidup bisa menurunkan risiko terkena diabetes dengan signifikan.

 

  1. Anonim. 2009. How Soy Reduces Diabetes Risk. sciencedaily.com/releases/2009/10/091006120510.htm (Diakses pada 27 Januari 2023).
  2. Arnarson, Atli. 2022. Soybeans 101: Nutrition Facts and Health Effects. https://www.healthline.com/nutrition/soybeans (Diakses pada 27 Januari 2023).
  3. Chang, Ji H et al. 2018. Effects of soybean supplementation on blood glucose, plasma lipid levels, and erythrocyte antioxidant enzyme activity in type 2 diabetes mellitus patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2814190/ (Diakses pada 27 Januari 2023).
  4. McKelvey, Brooke. 2022. Can Soy Really Prevent Diabetes?. https://www.nutrisense.io/blog/can-soy-prevent-diabetes. (Diakses pada 27 Januari 2023).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi