Terbit: 9 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Salah satu gaya hidup yang kini banyak diadopsi oleh generasi milenial adalah melakukan wisata kuliner. Tak hanya mencicipi makanan lezat dari berbagai tempat, mereka juga tertarik untuk mencoba berbagai minuman jenis baru hasil kreatifitas dari para pelaku bisnis kuliner demi menarik pelanggan. Yang menjadi masalah adalah, kebanyakan dari minuman-minuman tersebut memiliki rasa manis karena memiliki kandungan gula yang tinggi. Tak hanya bisa menyebabkan kenaikan berat badan, mengkonsumsi minuman manis juga akan membuat kita rentan untuk terkena diabetes.

Gara-Gara Hal Ini, Generasi Milenial Rentan Terkena Diabetes

Pakar kesehatan dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK menyebutkan bahwa tak hanya mengkonsumsi minuman manis, berbagai makanan tidak sehat seperti gorengan atau junk food juga digemari oleh anak muda. Padahal, kebiasaan mengkonsumsi makanan tidak sehat ini bisa memicu penyakit berbahaya, termasuk diabetes.

Khusus untuk minuman manis, indeks glikemiknya biasanya sangat tinggi sehingga proses penyerapan gulanya sangat cepat. Ditambah dengan kebiasaan orang modern yang malas bergerak, maka tubuh akan semakin gemuk dan resiko terkena berbagai berbahaya akan meningkat.

Dyah Erti Mustikawati, Kepala Sub-Direktorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa ada baiknya kita membatasi konsumsi gula harian hingga 26 gram saja. Yang menjadi masalah adalah, aturan di Indonesia masih memperbolehkan asupan gula harian maksimal sebanyak 50 gram.

Di dalam satu gelas minuman manis yang kita konsumsi, kita sudah mendapatkan setidaknya 26 gram gula. Padahal, kita bisa saja mengkonsumsi beberapa gelas minuman manis atau mengkonsumsi makanan manis dalam sehari. Konsumsi gula dengan berlebihan inilah yang akhirnya menyebabkan tubuh mengalami resistensi insulin dan akhirnya membuat fungsi pankreas terganggu. Jika hal ini sudah terjadi, maka diabetes pun muncul di usia muda.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi