Terbit: 23 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Diabetes termasuk dalam penyakit yang sulit untuk dideteksi kedatangannya. Banyak penderitanya yang baru menyadari adanya penyakit ini tatkala kondisinya sudah sangat parah. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada gejala khas dari diabetes yang patut untuk kita curigai, yakni meningkatnya frekuensi buang air besar dalam sehari.

Frekuensi Buang Air Kecil yang Menandakan Diabetes

Biasanya, peningkatan frekuensi buang air kecil ini terjadi di malam hari meskipun di siang hari juga terjadi hal yang serupa. Hanya saja, saat di malam hari, peningkatan ini sangat terasa karena bisa membuat penderitanya sering terbangun saat tidur malam hanya demi pergi ke toilet untuk melakukannya.

Normalnya, orang dewasa akan mengeluarkan air seni sebanyak 1-2 liter saja setiap hari, namun, penderita diabetes akan mengalami kondisi poliura, kondisi yang membuat tubuh mengeluarkan urine jauh lebih banyak, yakni mencapai 3 liter setiap hari. Gejala ini bisa terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 dan bisa memicu dehidrasi berat yang akhirnya berimbas pada kerusakan ginjal.

Kondisi peningkatan frekuensi buang air kecil ini disebabkan oleh kadar gula dalam darah yang sangat tinggi. Karena tak bisa diolah oleh tubuh dengan maksimal, maka kelebihan kadar gula dalam darah ini akhirnya membuat tubuh membutuhkan cairan lebih banyak demi mengeluarkannya dari tubuh melalui urine.

Sebenarnya, kondisi poliura ini juga bisa disebabkan oleh penyakit lainnya seperti diare kronis, kehamilan, penyakit ginjal, hingga gagal hati. Hanya saja, khusus untuk yang menandakan diabetes, penderitanya akan mengalami sensasi seperti tubuh yang sangat lelah setelah makan, mudah lapar meski baru saja mengonsumsi makanan sebelumnya, rasa haus yang berlebihan, dan pandangan mata yang menurun.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi