Terbit: 11 January 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Meski diabetes adalah kondisi yang lebih sering dikaitkan dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, ternyata paparan zat kimia juga bisa menjadi penyebabnya. Apa saja bahan kimia yang meningkatkan risiko diabetes? Simak daftar lengkapnya di bawah ini.

8 Bahan Kimia yang Memicu Timbulnya Penyakit Diabetes

Bahan Kimia yang Meningkatkan Risiko Diabetes

Berikut adalah berbagai zat kimia yang bisa meningkatkan risiko terkena diabetes, di antaranya:

1. Persistent Organic Pollutants (POPs)

Sebuah penelitian di tahun 2006 menemukan bahwa orang dewasa dengan paparan enam jenis POPs tertinggi memiliki 37,7 kali risiko diabetes dibanding seseorang dengan tingkat paparan terendah.

POPs termasuk dioxin, DDE, oxychlordane, dan trans-nonachlor; dua yang terakhir adalah produk pemecahan dari pestisida chlordane.

Zat kimia ini disemprotkan pada sebagian besar pangan yang ditanam secara komersial dan memiliki banyak kegunaan industri.

Anda bisa menemukan bahan kimia ini bersembunyi di lemak hewani. POPs dan arsenik merupakan bahan kimia yang paling kuat meningkatkan risiko diabetes.

2. Nitrogen Dioksida dan Partikulat

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita dan anak-anak yang terpapar polusi udara dalam jumlah yang besar memiliki risiko diabetes tipe 2 yang tinggi. Paparan polusi paling tinggi adalah nitrogen dioksida dan materi partikulat, merupakan butiran kecil yang ada di udara dari jelaga dan knalpot kendaraan.

Penelitian lain menemukan, anak-anak yang terpapar polusi udara tingkat tinggi mengalami peningkatan resistensi insulin. Kondisi ini diduga melibatkan stres oksidatif dari radikal bebas.

Baca Juga: 11 Jenis Bahan Kimia dan Bahayanya bagi Kesehatan

3. Pestisida

Pestisida adalah zat kimia yang biasa digunakan untuk melindungi tanaman dari hama, bakteri atau jamur. Zat kimia ini biasanya digunakan dengan cara disemprotkan ke tanaman. Paparan zat ini ternyata dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, wanita yang menyemprotkan pestisida pada tanaman selama trimester pertama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional.

4. Selenium

Beberapa studi melaporkan konsumsi suplemen selenium meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2. Bahan kimia lainnya yang terkait dengan diabetes antara lain: eter difenil polibrominasi (PBDE), arsenik (yang ada di beberapa air minum), bisfenol A (BPA), dan radiasi.

5. Phthalates

Phthalates adalah bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan plastik, kosmetik, parfum, cat dan pelarut industri. Diethylhexyl phthalate (DEHP) adalah bahan kimia yang paling umum digunakan untuk memproduksi berbagai produk, termasuk kemasan makanan dan alat kesehatan.

Penelitian yang dilakukan di Swedia dan Meksiko menemukan bahan kimia phthalate tingkat tinggi pada orang tua dengan diabetes terkait gangguan produksi dan peningkatan resistensi insulin.

Sementara penelitian lain yang dilakukan pada tikus mengungkapkan hal serupa, paparan DEHP membuatnya mengembangkan gejala diabetes (terutama peningkatan kadar gula dalam darah tinggi). ). Gejala diabetes bisa hilang ketika paparan dihentikan.

Bahan kimia ini diketahui bisa memicu diabetes dan obesitas dengan mengganggu fungsi hormon, sehingga kemungkinan meningkatkan pertumbuhan beberapa reseptor hormon dan menekan yang lain, serta merangsang pertumbuhan sel lemak.

6. Merkuri

Zat kimia merkuri sudah cukup popular, terutama bagi kaum wanita. Hal ini dikarenakan ada beberapa produk kecantikan palsu yang mengandung bahan kimia ini.

Zat ini adalah racun lingkungan yang bisa menyebabkan perubahan jaringan tubuh dan penyebab masalah kesehatan yang sangat berbahaya. Sering terpapar merkuri bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Baca Juga: Phthalates, Zat Kimia Berbahaya dalam Produk Sehari-hari!

7. Arsenik

Mungkin secara tidak sadar orang akan bersentuhan dengan arsenik, karena zat kimia ini ternyata ada pada minuman beralkohol yang difermentasi atau pada makanan kalengan.

Sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa paparan arsenik bisa menginduksi intoleransi glukosa yang menjadi awal timbulnya penyakit diabetes.

8. BPA

Sebuah penelitian di tahun 2019 mengaitkan paparan bisphenol A (BPA) dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Para peneliti telah mempelajari 755 peserta dan menemukan bahwa partisipan yang terpapar BPA tertinggi lebih berisiko mengembangkan diabetes tipe 2.

BPA dapat ditemukan dalam plastik, kaleng makanan, dan kertas tanda terima. Bahan kimia ini meniru hormon alami (estrogen) dalam tubuh.

Perlu diketahui juga, Bisphenol S (BPS) yang digunakan sebagai pengganti BPA pada plastik, kemungkinan memiliki efek serupa pada tubuh. Dengan demikian, paparan BPS juga berisiko tinggi terhadap diabetes tipe 2.

Nah, itulah berbagai macam bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2015. Common Chemicals May Cause Obesity and Diabetes. https://www.diabetesincontrol.com/common-chemicals-may-cause-obesity-and-diabetes/. (Diakses pada 10 Januari 2023)
  2. Anonim. Might Toxic Chemicals Cause Diabetes? Research Suggests Yes. https://www.millionmarker.com/blog/might-toxic-chemicals-cause-diabetes-research-suggests-yes. (Diakses pada 10 Januari 2023)
  3. Spero, David. 2012. Toxic Chemicals and Diabetes. https://www.diabetesselfmanagement.com/blog/toxic-chemicals-and-diabetes/. (Diakses pada 10 Januari 2023)


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi