Terbit: 7 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Madu untuk diabetes mulai populer sebagai pengganti gula, akan tetapi produk yang berasal dari lebah ini mengandung gula alami dan karbohidrat. Lantas, amankah madu bagi penderita diabetes? Ketahui penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Amankah Penderita Diabetes Mengonsumsi Madu?

Kandungan Nutrisi Madu

Madu adalah cairan kental berwarna keemasan yang dihasilkan oleh lebah madu. Cairan kental ini berasal dari nektar dalam bunga yang dikumpulkan lebah ke dalam sarang. Nektar terdiri dari sukrosa (gula), air, dan zat lainnya.

Meskipun merupakan pemanis alami, madu memiliki lebih banyak karbohidrat dan kalori per sendok teh dibandingkan gula. Dalam 1 sendok makan madu mentah memiliki sekitar 60 kalori dan 17 gram karbohidrat.

Madu juga mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk zat besi, vitamin C, folat, magnesium, kalium, dan kalsium. Kandungan antioksidan di dalamnya dipercaya mencegah dan memperlambat kerusakan sel.

Baca Juga: 10 Manfaat Madu Mentah (Raw Honey) bagi Tubuh

Amankah Penderita Diabetes Mengganti Gula dengan Madu?

Madu bisa menjadi pengganti yang sehat untuk gula rafinasi, seperti gula putih, gula tebu, dan gula bubuk. Namun, penderita diabetes harus menggunakannya dalam jumlah sedang, karena madu juga dapat menyebabkan kadar gula darah naik.

Beberapa produsen mungkin menghasilkan madu yang tidak murni dan mengandung tambahan gula atau sirup. Penting juga untuk memerhatikan bahwa madu mentah dapat mengandung racun yang menyebabkan botulisme atau berbahaya bagi bayi dengan usia 1 tahun ke bawah.

Meskipun madu memiliki nutrisi, tetapi buah-buahan dan sayuran sebagai sumber nutrisi yang lebih baik dari madu, memberikan lebih banyak serat dan air, serta meminimalkan kenaikan kadar gula darah.

Oleh karenanya, sebaiknya penderita diabetes berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan apapun, termasuk madu.

Penelitian Tentang Madu dan Diabetes

Beberapa penelitian menemukan bahwa manfaat madu untuk diabetes dapat meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar gula darah.

Berikut ini beberapa penelitian tentang madu untuk penderita diabetes:

1. Kemungkinan Menyebabkan Hipoglikemik

Sebuah penelitian dari tahun 2004 mempelajari efek madu dan gula pada kadar glukosa darah. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa larutan yang mengandung 75 gram madu meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada orang tanpa diabetes tipe 2 dalam waktu 30 menit.

Setelah 2 jam, kadar gula darah dan insulin turun lebih rendah pada kelompok madu dibandingkan dengan kelompok dekstrosa. Peneliti menyatakan bahwa madu dapat meningkatkan kadar insulin. Meskipun kadar gula darah meningkat pada kedua kelompok, mereka turun lebih jauh pada kelompok madu.

2. Pengukuran Diabetes yang Meningkat

Sebuah penelitian pada tahun 2017 meriset hubungan antara madu dan glukosa darah pada penderita diabetes. Penelitian menemukan bahwa madu memiliki efek berikut:

  • Menurunkan glukosa serum puasa, yang diukur setelah seseorang berpuasa setidaknya selama 8 jam.
  • Meningkatkan kadar C-peptida puasa, yang membantu pankreas mengetahui seberapa banyak insulin yang disekresikan dan berperan penting dalam menjaga kadar gula darah stabil dalam kisaran yang sehat.
  • Meningkatkan kadar C-peptida postprandial 2 jam, yang menunjukkan jumlah peptida setelah makan.

3. Efek Terapeutik di Masa Depan

Penelitian pada tahun 2012 yang melibatkan 50 orang penderita diabetes tipe 1 menemukan bahwa, dibandingkan dengan sukrosa, madu lebih kecil kemungkinannya meningkatkan kadar gula darah. Tim peneliti menyimpulkan bahwa madu suatu hari mungkin berperan dalam mengobati sel beta pankreas, yang berfungsi memproduksi insulin.

Sementara penelitian pada tahun 2018, menyimpulkan bahwa madu mungkin bermanfaat untuk mengobati diabetes tipe 2, karena mungkin memiliki efek hipoglikemik. Itu artinya dapat membantu menurunkan gula darah. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian pada manusia dan penyelidikan jangka panjang.

Baca Juga: 7 Manfaat Madu Hutan bagi Kesehatan

4. Efek pada Kadar Glukosa Darah Jangka Panjang

Menurut penelitian selama 8 minggu yang melibatkan 48 orang, menemukan bahwa mengonsumsi madu tidak meningkatkan kadar gula darah puasa, mengalami penurunan berat badan, dan menurunkan kadar kolesterol.

Peneliti ini juga menguji hemoglobin para partisipan. Hemoglobin adalah protein yang mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh. Ketika memasuki sel, glukosa bergabung dengan hemoglobin.

Setelah mengukur kadar hemoglobin yang digabungkan dengan glukosa dalam tes hemoglobin glikat (HbA1C), dokter dapat memperkirakan kadar glukosa darah rata-rata selama beberapa bulan terakhir. Kadar hemoglobin A1C lebih banyak meningkatkan risiko diabetes dan cenderung mengelola glukosa lebih buruk.

Para peneliti mencatat bahwa peserta dalam kelompok madu mengalami peningkatan hemoglobin A1c. Ini menunjukkan peningkatan kadar glukosa darah dalam jangka panjang. Untuk itu, hati-hati mengonsumsi madu bagi penderita diabetes.

5. Sifat Antimikroba dan Antiinflamasi

Penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa madu mengandung sifat antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi. Sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan potensi madu sebagai penyembuhan.

Peneliti mencatat, bahwa pada penderita diabetes tipe 2, suatu hari dokter bisa menggunakan madu untuk menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan diabetes dan penyakit metabolik, serta membantu mengobati luka.

Sementara pada 2014, para peneliti di Yunani menemukan temuan serupa, bahwa madu dapat membantu mengatasi inflamasi yang terjadi pada penderita diabetes.

6. Melengkapi Pengobatan Diabetes

Berdasarkan penelitian lainnya pada tahun 2014 melaporkan bahwa menggabungkan obat diabetes dengan madu dapat bermanfaat. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan temuan ini.

Baca Juga: 16 Ciri Madu Asli dan Cara Membedakannya!

Apakah Madu Bisa Mencegah Diabetes?

Meskipun madu bisa meningkatkan kadar insulin dan membantu mengontrol gula darah, belum ada penelitian konklusif yang mendukung madu sebagai faktor pencegahan diabetes. Namun, ini kemungkinan masuk akal, karena para peneliti telah menemukan kemungkinan hubungan antara madu dan indeks glikemik (IG) yang lebih rendah.

Dalam sebuah penelitian terhadap 50 penderita diabetes tipe 1 dan 30 orang tanpa diabetes tipe 1, hasilnya para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan gula, madu memiliki efek glikemik yang lebih rendah pada semua partisipan.

Madu juga dapat meningkatkan kadar C-peptida, zat yang dilepaskan ke aliran darah saat tubuh memproduksi insulin. Kadar C-peptida yang normal menandakan tubuh membuat insulin yang cukup. Namun, ini masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan amankah madu untuk penderita diabetes atau pencegahan.

Memilih Madu yang Tepat

Meskipun penderita diabetes boleh mengonsumsi madu dengan jumlah yang terbatas, penting untuk mementingkan kualitas madu yang terkait dengan keefektifannya dalam mengendalikan diabetes.

Pastikan memilih madu yang mentah dan murni. Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi madu mentah menghasilkan penurunan gula darah hingga 60-100 mg/dl.

Saat ini banyak merek dan jenis madu yang beredar di pasaran. Lantas, apa saja jenis madu yang bagus untuk penderita diabetes? Beberapa merek yang paling populer adalah adalah madu Manuka, soba, neem, dan akasia.

Madu hitam atau sering disebut sebagai madu pahit untuk diabetes juga bagus, karena memiliki kandungan glukosa yang rendah, sedangkan kandungan alkaloidnya tinggi. Alkaloid juga bisa membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Semua jenis madu tersebut bermanfaat bagi tubuh dengan berbagai cara. Dari semua jenis ini, madu neem dengan sifat antioksidan dan antiradang, biasanya dianjurkan bagi penderita diabetes.

 

  1. Choudhary, Tanya. 2017. How Does Honey Help Diabetics?. https://www.stylecraze.com/articles/honey-help-diabetics/. (Diakses pada 7 April 2021)
  2. Barhum, Lana. 2020. Can people with type 2 diabetes eat honey?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317662. (Diakses pada 7 April 2021)
  3. Higuera, Valencia. 2019. Honey and Diabetes: Is It Safe?. https://www.healthline.com/health/diabetes/honey-and-diabetes. (Diakses pada 7 April 2021)
  4. Watson, Stephanie. 2020. Everything You Need to Know About Diabetes. https://www.healthline.com/health/diabetes. (Diakses pada 7 April 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi