Terbit: 31 May 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Semakin dekat dengan Hari Raya Lebaran, jumlah orang yang mengikuti salat berjamaah di masjid atau mushala biasanya semakin menurun. Padahal, ada banyak sekali manfaat dari melakukan salat tarawih berjamaah, khususnya bagi penderita diabetes yang harus rutin mengonsumsi obat-obatan. Apa sajakah manfaat tersebut?

Manfaat Salat Tarawih Bagi Penderita Diabetes

Sebagaimana kita ketahui, berpuasa saja sudah menjadi tantangan bagi penderita diabetes karena mereka harus pandai-pandai mengendalikan kadar gula dalam tubuhnya dengan baik. Jika tidak, mereka bisa mengalami efek seperti munculnya hipoglikemia, kondisi gula darah yang terlalu rendah. Karena alasan inilah penderita diabetes harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum berpuasa untuk mengetahui apakah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melakukannya atau tidak.

Saat berpuasa, kondisi insulin pada tubuh penderita diabetes juga akan mengalami perubahan. Bagi penderita masalah diabetes yang cukup berat, kondisi ini bisa membuat pemecahan glikogen atau lemak terjadi dengan berlebihan.

Karena alasan inilah ada baiknya penderita diabetes harus berhati-hati saat menyantap makanan dan minuman berbuka. Meski disarankan untuk berbuka dengan yang manis, mereka juga tidak boleh sembarangan mengonsumsinya. Jika perlu, mereka juga bisa mengecek kadar gula darahnya sebelum dan setelah berbuka, sebelum tidur atau saat sahur.

Penderita diabetes juga sangat disarankan untuk melakukan salat tarawih. Jika perlu, lakukan salat hingga 23 rakaat yang bisa dijadikan aktivitas fisik yang bisa membantu mengendalikan kadar gula darah. Hanya saja, mereka juga sangat tidak disarankan untuk berolahraga menjelang berbuka dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika memang ingin melakukannya.

Tak hanya bisa menambah pahala, salat tarawih memang bisa membuat tubuh kita lebih aktif sehingga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi