Terbit: 16 Maret 2018 | Diperbarui: 7 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pria yang mengalami obesitas cenderung mengalami berbagai risiko kesehatan. Di antaranya, obesitas bisa menyebabkan pria mengalami gangguan pada jantung dan peredaran darah. Kondisi ini bisa memperburuk kualitas ereksi sehingga pria sering mengalami disfungsi ereksi.

Hati-Hati, Pria Obesitas Berisiko Kena Kanker Prostat

Lebih lanjut, pria yang alami obesitas juga cenderung tidak sehat, berisiko alami diabetes, dan yang terakhir adalah berisiko tinggi terkena kanker prostat. Nah, pada artikel ini kita akan membahas pengaruh obesitas terhadap munculnya kanker prostat.

Risiko kanker prostat pada pria obesitas

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh BMC Medicine dan diterbitkan di New England Journal of Medicine, menemukan hubungan antara pria obesitas dan kanker prostat. Dari 141.000 responden dalam penelitian ini 7.000 orang alami kanker prostat. Dari jumlah ini 900 orang meninggal dunia.

Dari penelitian ini, didapatkan juga rasio kanker prostat ganas pada pria. Setiap penambahan lingkar perut sebanyak 10 cm, pria akan alami kanker prostat ganas sebanyak 13%. Jadi, tinggal dikalikan sendiri berapa persen risiko yang Anda miliki dengan standar lingkar perut pria 90 cm.

Mengapa lingkar perut memengaruhi kanker prostat

Lingkar perut pada pria menunjukkan seberapa banyak lemak dalam perut. Kalau tubuh mengalami obesitas, pria akan jadi lebih lamban dalam bergerak. Timbunan lemak juga memengaruhi kerja hormon di dalam tubuh sehingga prostat akan terkena dampaknya.

Pria yang alami obesitas juga cenderung mengalami antigen yang rendah ketimbang pria yang sehat. Kondisi ini menyebabkan prostat mengalami pembengkakan dan memunculkan sel kanker.

Kalau kondisi ini terus terjadi dan tidak segera diatasi, kanker bisa tumbuh dengan cepat. Dampaknya, pria akan mengalami kematian kalau kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain.

Nah, agar tubuh tetap sehat dan risiko terkena kanker prostat tidak terjadi, mari lebih menjaga kesehatan. Turunkan kadar lemak dalam tubuh dan menjalani diet yang sehat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi