Terbit: 24 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Mari Lopez dan Liz Johnson cukup populer di Youtube. Video yang diunggah keduanya tentang cara untuk menerapkan gaya hidup vegan dan spiritualisme disukai oleh banyak orang. Bahkan, perubahan gaya hidupnya menjadi seorang vegan ini diklaim membuat Mari berhasil sembuh dari kanker payudara stadium empat yang dideritanya selama ini.

Mengaku Sembuh Karena Berubah Menjadi Vegan, Wanita Ini Akhirnya Meninggal Karena Kanker

Photo Source: Journal Post

Saat pertama kali didiagnosis terkena kanker, Mari langsung berpikir untuk mengubah gaya hidup, khususnya dalam hal menerapkan diet yang lebih sehat. Ia pun memilih untuk menjadi vegan dan hanya makan sayur sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Berkat menjadi vegan inilah Mari mengaku bisa sembuh dari kanker yang menggerogoti tubuhnya. Namun, Desember 2017 lalu, Mari ternyata dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Liz, keponakan Mari, menyebut tantenya meninggal karena kankernya kembali muncul. Menurut Liz, hal ini disebabkan oleh Mari yang tidak konsisten dalam menjaga diet dan spiritualismenya. Mari juga lebih memilih untuk menjalani radiasi, kemoterapi, dan kembali mengkonsumsi daging-dagingan. Meskipun begitu, Liz juga tidak pernah melarang Mari untuk menjauhi dokter. Pihak keluarga juga masih meminta Mari untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter dan menjalani kemoterapi demi mengatasi kanker yang dideritanya.

Sebelum tutup usia, Mari sempat meminta Liz untuk menghapus video yang sudah terlanjur populer di kanal Youtube mereka “Liz & Mari”. Hanya saja, Liz menolak permintaan ini karena berpikir jika apa yang mereka lakukan bisa membantu orang lain. Liz masih yakin jika menjadi vegan bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh, termasuk membuat penderita kanker sembuh.

Sejak Mari meninggal dunia, kolom komentar di kanal Youtube mereka sudah tidak lagi aktif.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi