Terbit: 17 Maret 2018 | Diperbarui: 7 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini Viagra selalu menjadi andalan para pria untuk mengembalikan fungsi ereksinya yang terhenti karena penyakit. Dengan menenggak pil biru ini, aliran darah ke penis bisa berjalan dengan lancar sehingga pria bisa melakukan penetrasi seperti saat mereka masih sehat.

Konsumsi Viagra Tingkatkan Kanker Kulit pada Pria

Meski Viagra langsung memberikan efek positif pada fungsi seksual pria, efek samping dari obat ini cukup banyak. Pria yang memiliki riwayat penyakit jantung akan merasakan dadanya berdebar, sakit kepala, hingga muntah.

Selain efek negatif di atas, penggunaan Viagra juga menyebabkan pria berisiko terkena kanker kulit melanoma dua kali lebih banyak. Berikut ulasannya.

Hubungan kanker kulit dan Viagra

Hingga sekarang nyaris 50 persen market share pengobatan disfungsi ereksi di dunia dikuasai oleh Viagra. Dengan jumlah yang masif ini kemungkinan pria mendapatkan efek samping semakin besar meski hanya sekali mencoba saja.

Dari jurnal yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, ditemukan fakta kalau pria yang mengonsumsi Viagra akan mengalami risiko terkena melanoma sebesar 84 persen. Risiko ini lebih besar hingga dua kali dari pria yang tidak menggunakan Viagra.

Tanda munculnya kanker kulit melanoma

Tanda umum dari melanoma adalah bercak hitam atau merah pada kulit dan mirip sekali dengan tahi lalat. Namun, pada pria yang menggunakan Viagra, gejala lain yang bisa muncul terdiri dari beberapa hal di bawah ini.

  • Ereksi yang sudah hilang meski sudah berjam-jam melakukannya dan pria sudah mengalami orgasme serta ejakulasi.
  • Pria bisa mendadak mengalami gangguan penglihatan meski efeknya tidak permanen. Setelah beberapa saat penglihatan akan kembali.
  • Pendengaran akan sedikit menurun disertai dengan pusing yang cukup kuat.

Nah, kalau gejala di atas sudah muncul pada tubuh, waspadai munculnya kanker kulit melanoma. Segera pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi