Terbit: 27 Februari 2018 | Diperbarui: 30 November 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Saat ini bahan kimia diperdebatkan untuk kemajuan dunia. Bahan kimia banyak digunakan secara ekstensif dalam produk yang tak terhitung jumlahnya, termasuk produk perawatan pribadi.

Awas! Cairan Pembersih Berbahan Kimia Berisiko Kanker Tiroid

Photo Credit: Independent

Meskipun beberapa dari banyak bahan kimia mungkin efektif, banyak dari mereka juga memiliki beberapa risiko kesehatan.

Satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa paparan kerja terhadap disinfektan kimiawi umum, pembersih, sterilisasi, dan pewangi dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker tiroid.

Mereka yang bekerja dengan bahan kimia ini berrisiko 65 persen lebih tinggi terkena kanker tiroid dibandingkan mereka yang tidak.

Penelitian ini mempelajari risiko kanker tiroid sehubungan dengan paparan di tempat kerja terhadap pestisida dan biocides pertanian yang digunakan sebagai produk pembersih.

Untuk penelitian ini, hampir 500 pasien kanker tiroid dibandingkan dengan hampir 500 kontrol “sehat” yang sebenarnya serupa pada faktor seperti usia.

faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat

“Penelitian terbatas telah menyelidiki paparan pestisida pada pekerjaan terkait dengan kanker tiroid dan telah mencapai hasil yang tidak konsisten,” kata Dr. Yawei Zhang, speneliti kesehatan lingkungan di Yale University di New Haven, Connecticut.

Tidak seperti beberapa penelitian sebelumnya, tidak ada kaitan antara penggunaan pestisida dan kanker tiroid.

“Studi kami tidak mendukung hubungan antara paparan pestisida dan risiko kanker tiroid, namun menyarankan agar paparan kerja terhadap biocides lain mungkin terkait dengan peningkatan risiko kanker tiroid,” lanjut Zhang.

Namun, wanita yang pernah bekerja di tempat yang menggunakan produk pembersih biocide setidaknya selama satu tahun memiliki risiko kanker tiroid 48 persen lebih tinggi, sementara pria memiliki tiga risiko setelah terpapar.

Risikonya serupa ketika para peneliti hanya berfokus pada kanker papiler atau yang terdiferensiasi dengan baik. Risiko yang lebih kuat terlihat pada eksposur tertinggi, serta tumor yang lebih kecil.

Pekerjaan yang paling terkait dengan penggunaan bahan kimia ini adalah pembersih bangunan, dan ironisnya, pembantu kesehatan dan penyedia layanan kesehatan yang terlibat dalam mendiagnosis dan merawat pasien. Sementara mekanisme yang tepat di balik efek penyebab kanker ini tidak jelas, kemungkinan besar berbahaya karena efek pada produksi dan fungsi hormon tiroid.

Misalnya, triklosan, banyak digunakan di rumah dan produk pembersih tempat kerja, telah terbukti mengurangi kadar 2 hormon tiroid yang dibutuhkan untuk metabolisme dan pertumbuhan. Bahan kimia lain, pengawet kayu yang dikenal sebagai pentachlorophenol, juga telah ditemukan menurunkan kadar hormon tiroid pada tikus.

Kabar baiknya, tindakan telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir tentang beberapa bahan kimia ini. Pada September 2016, Food and Drug Administration Amerika Serikat mengeluarkan peraturan terakhir yang melarang 19 bahan kimia dalam produk antiseptik konsumen yang digunakan di rumah. Pabrikan tidak dapat membuktikan bahwa ini aman, atau lebih efektif daripada sabun dan air biasa.

Dua di antaranya adalah triklosan, penghambat hormon tiroid tersebut, dan triclocarban.

Keputusan ini hanya memengaruhi produk-produk yang dimaksudkan untuk digunakan dengan air, dan dibilas setelah digunakan, bukan produk yang dimaksudkan untuk digunakan di tempat perawatan kesehatan atau pembersih tangan komersial atau lap.

Salah satu alasan di balik larangan tersebut adalah efek hormon yang mengganggu bahan kimia ini. Tiga bahan kimia lagi telah menunda keputusan mereka selama satu tahun lagi, karena produsen berusaha membuktikan keamanan dan kemanjurannya.

Sayangnya, karena ini hanya berlaku untuk produk konsumen, namun tidak memberikan perlindungan bagi mereka yang berisiko terkena kanker akibat paparan kerja, namun dapat mencegah penyakit pada beberapa orang yang sebaliknya dapat mengembangkan penyakit kanker atau masalah hormon dari penggunaan di rumah.

Sementara ini adalah kemajuan, sepertinya lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan untuk mencegah kanker dan penyakit lainnya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi