Terbit: 3 Mei 2018 | Diperbarui: 8 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Kanker bukanlah penyakit tunggal, tetapi merupakan kumpulan penyakit terkait muncul dari berbagai jenis sel dalam tubuh. Kanker terjadi ketika sel-sel yang biasanya tumbuh secara terkontrol mulai tumbuh di luar kendali dan terus berkembang tanpa henti. Pada tingkat molekuler, para ilmuwan tahu bahwa mutasi pada gen tertentu berkontribusi pada perkembangan kanker, tetapi tidak mungkin untuk memprediksi kapan dan di mana kanker akan terjadi. Gen, gaya hidup, dan faktor pelindung atau risiko semuanya memainkan peran dalam perkembangan kanker.

6 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker

Berikut yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker, seperti melansir Wikihow:

1. Berhenti merokok

Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk mengembangkan kanker paru-paru. Penggunaan produk tembakau secara umum merupakan faktor risiko untuk kanker mulut, faring, kerongkongan, lambung, pankreas, kandung kemih, leher rahim, usus besar, dan ovarium.

Berhenti merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya terasa sulit, tetapi dengan rencana yang bagus, kelompok pendukung, dan ketekunan, itu bisa diatasi. National Institute of Dental and Craniofacial Research menyediakan beberapa panduan bermanfaat untuk membantu orang berhenti menggunakan produk tembakau, meliputi:

  • Putuskan untuk berhenti dan membuat rencana. Banyak orang merasa bermanfaat untuk menuliskan alasan mengapa mereka ingin berhenti.
  • Pilih tanggal sekitar satu minggu di masa depan bahwa Anda akan berhenti merokok. Persiapkan diri Anda untuk berhenti, dan tetap berpegang pada tanggal yang Anda pilih.
  • Mulailah mengurangi penggunaan tembakau Anda sebelum tanggal berhenti
  • Kumpulkan dukungan. Sampaikan kepada keluarga dan teman Anda tentang keputusan Anda untuk berhenti merokok. Peringatkan mereka bahwa Anda mungkin tidak cukup untuk beberapa minggu ke depan, tetapi beri tahu mereka bahwa Anda telah menentukan.
  • Sempatkan berolahraga dan berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak terkait dengan penggunaan produk tembakau.

2. Pertahankan berat badan yang sehat

Menjadi gemuk didefinisikan memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) lebih besar dari 30, jika Anda berusia lebih dari 20 tahun. Obesitas menempatkan orang pada peningkatan risiko banyak jenis kanker, termasuk kanker pankreas, ginjal, tiroid, kandung empedu. Tips untuk menjaga berat badan yang sehat meliputi:

  • Olahraga teratur
  • Makan makanan sehat
  • Hindari makanan yang cenderung Anda makan berlebihan
  • Timbang diri Anda secara teratur untuk mengetahui kemajuan Anda
  • Konsultasikan dengan ahli gizi untuk saran tambahan dan bantuan dalam perencanaan.

3. Hindari paparan sinar matahari yang intens

Sunburn (kulit merah dan perih akibat paparan matahari) menyebabkan kerusakan permanen pada kulit. Anak-anak yang memiliki setidaknya satu sunburn, dua kali berisiko mengembangkan melanoma (sejenis kanker kulit) dibandingkan dengan anak-anak yang tidak pernah menderita sunburns. Paparan sinar matahari yang intens dapat dibatasi dengan menutupi dengan lengan panjang, celana, dan topi dan dengan memakai tabir surya. The Skin Cancer Foundation memberikan panduan untuk meminimalkan paparan berikut ini:

  • Cari area yang teduh dan minimalkan waktu Anda di bawah paparan sinar matahari ketika paling intens, biasanya antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.
  • Tutupi diri Anda dengan pakaian longgar, sebaiknya terbuat dari kain dengan Ultraviolet Protection Factor (UPF).
  • Kenakan topi lebar dan kacamata hitam untuk menghalangi sinar ultraviolet (UV).
  • Terapkan tabir surya berspektrum luas, setidaknya Sun Protection Factor (SPF) 30 ketika Anda akan keluar untuk jangka waktu yang panjang. Sebaiknya aplikasikan tabir surya sekitar 30 menit sebelum keluar, lalu aplikasikan kembali tabir surya setiap dua jam.
  • Jangan gunakan tanning bed.

4. Konsumsi alkohol secukupnya

Alkohol dipecah dalam tubuh menjadi asetaldehida, yang merupakan karsinogen potensial (agen penyebab kanker) yang dapat merusak DNA. Penggunaan alkohol bersama dengan merokok meningkatkan risiko kanker lebih dari penggunaan salah satu zat dengan sendirinya.

The American Cancer Society menunjukkan bahwa orang yang minum alkohol seharusnya tidak mengonsumsi lebih dari dua minuman standar per hari untuk pria, dan satu minuman standar per hari untuk wanita.

Satu minuman standar adalah 12 ons cairan bir, 5 ons cairan anggur, atau 1,5 ons cairan minuman keras 80-proof.

5. Hindari paparan karsinogen yang diketahui

Jika Anda bekerja di lingkungan laboratorium, pabrik, atau bahkan di kantor, Anda mungkin berhubungan dengan karsinogen yang diketahui atau mungkin dari waktu ke waktu. Tiga lembaga memelihara daftar karsinogen. Mereka adalah Program Toksikologi Nasional, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, dan Badan Perlindungan Lingkungan. Daftar karsinogen manusia yang tidak lengkap dapat ditemukan di The American Cancer Society.

  • Patuhi semua peraturan tempat kerja tentang perlengkapan pelindung pribadi seperti masker, respirator, sarung tangan, kacamata, dan gaun.
  • Baca label pembersih rumah tangga, herbisida, dan pestisida. Kenakan perlengkapan pelindung yang sesuai dan ikuti semua panduan keselamatan.

6. Hindari hubungan seks tanpa kondom

Beberapa virus dapat ditularkan melalui kontak seksual antar individu. Infeksi dengan beberapa jenis virus ini dapat meningkatan risiko kanker. Sebagai contoh, virus yang menyebabkan hepatitis B dan hepatitis C meningkatkan risiko kanker hati. Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sel-sel sistem kekebalan dan membunuh mereka. Sistem kekebalan yang melemah meningkatkan risiko banyak jenis kanker, termasuk jenis kanker kulit yang disebut sarkoma Kaposi.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi