Terbit: 31 May 2018 | Diperbarui: 7 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Wanita berusia 30 tahun datang ke dokter karena mengalami benjolan di bagian dalam lengannya. Hanya saja, ia sama sekali tidak merasakan gejala lainnya seperti demam, penurunan berat badan, atau gangguan pernapasan. Satu-satunya yang meresahkan sang wanita adalah adanya benjolan yang muncul selama dua minggu terakhir ini.

Dokter Salah Mengira Tato Sebagai Kanker

Dilansir dari Men’s Health, kasus yang dialami sang wanita ini dipublikasikan dalam jurnal berjudul Annals of Internal Medicine. Dokter yang memeriksa kondisinya menganggap kondisi sang wanita baik-baik saja, termasuk pada kulit pada punggung dan bahunya yang dipenuhi tato berwarna hitam sejak 15 tahun yang lalu.

Penelitian lebih mendalam pun dilakukan oleh dokter dan menemukan pembengkakan pada kelenjar getah bening berukuran kecil dan berbentuk seperti ginjal. Pembengkakan ini terjadi di bagian ketiak dan dipenuhi dengan sel darah putih yang menandakan bahwa tubuh memang sedang memerangi sesuatu yang dianggap berbahaya.

Dokter pun mendiagnosisnya dengan limfoma, sejenis kanker darah yang berawal pada kelenjar getah bening. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dokter pun langsung mengangkat bagian yang membengkak tersebut. Hanya saja, dokter kebingungan karena yang mereka pikir adalah kanker dan memiliki warna hitam pekat ini ternyata sama sekali tidak memiliki sel kanker.

Setelah melakukan pengecekan lebih dalam, dokter pun mendiagnosis sang wanita dengan masalah granulomatous lymphadenitis, peradangan yang terjadi pada kelenjar getah bening. Khusus untuk kasus yang dialami sang wanita, hal ini disebabkan oleh hipersensitivitas pada tato yang didapatkannya 15 tahun lalu. Sang wanita pun kemudian mengaku merasakan gejala seperti gatal-gatal pada kulit yang ditato beberapa kali setiap bulan.

Meskipun lega karena di dalam tubuhnya ternyata tidak terdapat kanker, sang wanita mengaku tetap saja khawatir dengan kondisi yang dialaminya dan tak menyangka jika tato adalah penyebabnya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi