Terbit: 19 May 2018 | Diperbarui: 7 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Tahukah Anda jika anjing memiliki penciuman 40 kali lebih kuat dari yang dimiliki oleh manusia? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Clare Guest dan John Church dari Medical Detection Dogs menghasilkan fakta mengejutkan lain dari indera penciuman anjing, yakni kemampuan mereka untuk mendeteksi kanker prostat.

Anjing Bisa Mencium Adanya Kanker

Dilansir dari Mirror, kanker prostat adalah penyakit yang membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan kanker payudara di Inggris. Bahkan, sejak tahun 1970-an, kasus kanker prostat cenderung semakin meningkat di Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Berbagai cara pun dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini lebih awal, termasuk dengan menggunakan indera penciuman milik anjing.

Indera penciuman anjing yang sangat luar biasa bisa digunakan untuk mencium aroma khas dari kanker prostat yang masih ada di fase awal. Sebanyak 31 anjing dari Medical Detection Dogs pun dilatih untuk mendeteksi penyakit ini. Penyakit lain yang bisa dideteksi oleh anjing-anjing ini adalah malaria dan Parkinson.

Melalui percobaan yang telah dilakukan sejak tahun 2015 ini, dihasilkan fakta bahwa pendeteksian kanker prostat dengan menggunakan penciuman anjing memiliki rasio ketepatan mencapai 93 persen.

Deteksi kanker prostat ini dilakukan dengan menggunakan sampel urine yang disediakan oleh Milton Keynes University Hospital. Sebagian sampel berasal dari pria sehat dan sebagian lainnya berasal dari pria yang memiliki kanker prostat. Hanya dalam waktu satu menit, anjing-anjing ini kemudian mampu mendeteksi sampel urine yang dianggap mencurigakan.

Anjing-anjing akan dipekerjakan untuk mendeteksi kanker tiga kali dalam seminggu dengan waktu 20 menit setiap kali bertugas.

Dengan akurasi pendeteksian kanker prostat yang lebih baik, diharapkan semakin banyak nyawa orang yang bisa diselamatkan karena mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi