Terbit: 17 November 2017 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Informasi yang paling penting yang harus diketahui tentang conivaptan (Vaprisol) adalah Anda seharusnya tidak menerima obat ini jika Anda alergi terhadap conivaptan atau produk corn, atau jika Anda tidak dapat buang air kecil.

Conivaptan – Informasi Penting dan Peringatan

Sebelum Anda menerima conivaptan, beritahu dokter Anda jika Anda mengalami gagal jantung kongestif, penyakit hati, penyakit ginjal, alkoholisme, atau jika Anda kekurangan gizi.

Untuk meyakinkan bahwa obat ini akan membantu kondisi Anda, Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan darah.

Beritahu pengasuh Anda sekaligus jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti kebingungan, haus yang ekstrem, kelemahan otot atau perasaan lemas, kesulitan berbicara atau kesulitan menelan, perubahan mood, atau pembengkakan atau ketidaknyamanan saat jarum infus ditempatkan.

Ada banyak obat lain yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan conivaptan, obat-obat tersebut meliputi antibiotik atau obat antijamur tertentu, obat tekanan jantung atau tekanan darah tinggi, dan obat HIV/AIDS.

Beritahu dokter tentang semua obat yang Anda gunakan. Beritahu dokter tentang semua obat yang Anda gunakan. Ini termasuk obat yang diresepkan, obat warung, vitamin, dan produk herbal. Jangan memulai pengobatan baru tanpa memberi tahu dokter Anda. Simpan daftar semua obat Anda dan tunjukkan ke penyedia layanan kesehatan yang merawat Anda

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter saya sebelum menerima conivaptan (Vaprisol)?
Anda seharusnya tidak menerima obat ini jika Anda alergi terhadap produk conivaptan atau produk corn, atau jika Anda tidak dapat buang air kecil.

Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi conivaptan jika menggunakan obat berikut ini:

  • Imatinib (Gleevec)
  • Isoniazid (untuk mengobati tuberkulosis)
  • Antibiotik seperti klaritromisin (Biaxin), Dalfopristin/Quinupristin (Synercid), Eritromisin (E.E.S., EryPed, Ery-Tab, Eritrosin), atau Telithromycin (Ketek)
  • Antidepresan seperti nefazodon
  • Obat antijamur seperti klotrimazol (Mycelex Troche), itrakonazol (Sporanox), ketokonazol (Nizoral), atau vorikonazol (Vfend)
  • Obat jantung atau tekanan darah seperti diltiazem (Cartia, Cardizem), felodipine (Plendil), nifedipin (Nifedical, Procardia), verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan), dan lain-lain
  • Obat HIV/AIDS seperti atazanavir (Reyataz), delavirdine (Rescriptor), fosamprenavir (Lexiva), indinavir (nirwana), nelfinavir (Viracept), saquinavir (invirase), atau ritonavir (Norvir, Kaletra)

Untuk memastikan Anda dapat menerima conivaptan dengan aman, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki kondisi lain berikut ini:

  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Alkoholisme
  • Jika anda kekurangan gizi

Kategori kehamilan FDA C. Tidak diketahui apakah conivaptan akan membahayakan bayi yang belum lahir. Beritahu dokter Anda jika Anda hamil atau berencana untuk hamil saat menggunakan obat ini.

Tidak diketahui apakah conivaptan masuk ke dalam ASI atau jika bisa membahayakan bayi yang sedang menyusui. Anda seharusnya tidak menyusui saat Anda mengkpnsumsi conivaptan.

Conivaptan – Halaman Selanjutnya :   1   2   3   4

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi