Terbit: 23 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Gagalnya proses kehamilan tidak hanya disebabkan oleh ketidaksuburan pada wanita saja. Faktanya sebanyak 30 persen pria juga menyumbang ketidakmampuan proses prokreasi. Dari ketidakmampuan ini, infeksi saluran kencing menyumbang 6-10 persen menyebabkan pria menjadi tidak subur.

doktersehat-pria-toile-kamar-mandi-wasir-ambeien-konstipasi

Mengenal infeksi saluran kencing pada pria
Infeksi saluran kencing pada pria sebenarnya jarang terjadi dan lebih banyak terjadi pada wanita. Namun, pria masih memiliki kemungkinan terkena infeksi ini kalau tidak menjaga kebersihan dari organ kelaminnya terutama setelah kencing atau setelah mengalami ejakulasi.

Pria yang alami infeksi saluran kencing akan alami rasa sakit pada bawah perut, selanjutnya mereka juga kerap kencing meski urine yang keluar tidak banyak. Lebih lanjut urine yang dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran kencing.

Penyebab infeksi saluran kencing
Infeksi saluran kencing yang terjadi pada pria terjadi karena bakteri penyebab klamidia dan E. coli. Bakteri ini akan merangkak naik dari kandung kemih menuju organ seksual seperti prostat, testis, dan epididimis dengan menumang aliran pembuluh darah.

Bakteri itu akhirnya masuk ke dalam testis dan organ lain yang berperan dalam pembentukan dan penyaluran sperma. Adanya bakteri pada bagian itu membuat sperma jadi terganggu. Pasalnya, sperma sangat sensitif dengan radikal bebas sehingga kemungkinan air mani keluar tanpa sperma sehat bisa saja terjadi.

Pengobatan infeksi saluran kencing
Infeksi saluran kencing pada pria bisa disembuhkan atau diobati dengan antibiotik tertentu sesuai dengan resep dokter. Penderita biasanya akan mengonsumsi antibiotik selama 3-10 hari hingga akhirnya sembuh dari keluhan yang diberikan dan terhindar dari risiko jangka panjangnya.

Selain menggunakan obat, penyembuhan gangguan ini juga bisa dilakukan dengan banyak minum air putih dan tubuh mengeluarkan banyak urine yang membawa penyakit.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi