Terbit: 28 Agustus 2020 | Diperbarui: 6 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Inamid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare akut dan kronis. Ketahui fungsi inamid, dosis, hingga efek samping, selengkapnya di bawah ini.

Inamid: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Inamid

Nama Obat Inamid
Golongan Obat Obat antidiare
Kategori Obat Obat resep
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk kasus khusus. Sementara itu, jika Anda sedang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini.
Fungsi obat Mengatasi diare akut dan kronis
Kontraindikasi obat
  • BAB berdarah, gelap, atau sulit dikeluarkan
  • Anak di bawah usia 6 tahun
  • Sembelit
  • Hipersensitivitas
  • Perut kembung
  • Sakit perut tanpa diare
Dosis Sesuai petunjuk dokter
Sediaan Obat Tablet salut selaput
Harga Obat Rp 2.500 – Rp 11.500

 

Inamid Obat Apa?

Seperti penjelasan sebelumnya, inamid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare. Obat ini bisa digunakan untuk mengobati gejala diare kronis yang berlangsung selama 5 hari atau lebih, baik pada orang dewasa dan anak-anak di atas 4 tahun. Selain kondisi kronis, obat ini juga dapat mengatasi diare akut pada orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas.

Merek Dagang Inamid

Di pasaran obat ini bisa dipasarkan dengan merek dagang lainnya seperti:

  • Loperamid
  • Amerol
  • Antidia
  • Loprium
  • Colidium
  • Loremid
  • Diadium
  • Medilop
  • Diaston
  • Midix
  • Gradilex
  • Imodan
  • Motilex
  • Imodium
  • Normotil
  • Imonut
  • Normudal
  • Ipramid
  • Novadium
  • Lexadium
  • Opox
  • Licodium
  • Primodiar
  • Lopamid
  • Rhomuz
  • Trifadium
  • Lopamid
  • Vialop
  • Lopemas

Fungsi Obat Inamid

Obat ini digunakan untuk pengobatan diare akut dan kronis. Obat yang mengandung komposisi aktif loperamide hydrochloride ini juga dapat digunakan untuk pengobatan simptomatik diare akut yang berhubungan dengan irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus pada orang dewasa yang  berusia 18 tahun ke atas (setelah diagnosis awal oleh dokter).

Selain itu, obat ini mungkin digunakan untuk indikasi lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Diare: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Peringatan Obat Inamid

Sebelum menggunakan obat ini beri tahu dokter tentang kondisi kesehatan dan semua obat yang Anda konsumsi. Beberapa kondisi kesehatan mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap efek samping obat.

Oleh karena itu, Anda harus mengonsumsi seperti yang diarahkan dokter atau ikuti petunjuk pada yang tertera pada kemasan. Beri tahu dokter jika kondisi tidak mengalami perubahan atau menjadi lebih buruk setelah mengonsumsi inamid.

Beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum dan setelah mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Minum banyak cairan saat mengonsumsi obat diare ini.
  • Hindari penggunaan obat ini saat sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.

Interaksi Obat Inamid

Jika Anda mengonsumsi obat lain di waktu yang yang bersamaan, hal itu bisa meningkatkan risiko efek samping atau menyebabkan obat diare ini tidak bekerja dengan baik.

Beri tahu dokter tentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang digunakan, sehingga dokter dapat membantu mencegah atau mengelola interaksi obat. Berikut adalah beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi:

  • Quinidine
  • Ritonavir
  • Saquinavir

Perlu diketahui juga, obat ini tidak boleh dikonsumsi jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Tinja berdarah, gelap, atau sulit dikeluarkan
  • Anak di bawah usia 6 tahun
  • Sembelit
  • Hipersensitivitas
  • Perut kembung
  • Sakit perut tanpa diare

Efek Samping Inamid

Meski akibat yang ditimbulkan obat ini jarang terjadi, Anda harus waspada karena hal itu bisa menandakan kondisi serius. Berikut adalah efek samping mungkin terjadi saat mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Sakit perut
  • Memburuknya diare
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Bengkak di wajah atau lidah

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda mengalami gejala di atas, terutama jika efek sampingnya tidak kunjung hilang. Pada beberapa kasus, inamid juga menyebabkan gejala yang tidak tercantum seperti di atas.

Oleh karena itu, jika Anda melihat efek samping lain yang tidak tercantum di atas, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan nasihat medis.

Dosis Obat Inamid

Berikut adalah dosis obat yang sebaiknya Anda perhatikan:

  • Diare akut

Dosis awal 4 mg diikuti dengan 2 mg setiap buang air besar hingga maksimal 5 hari, dosis lazim 6-8 mg sehari. Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari.

Usia 4-8 tahun 1 mg 3-4 kali sehari hingga maksimal 3 hari, 9-12 tahun 2 mg 4 kali sehari hingga maksimal 5 hari.

  • Diare kronis pada dewasa

Dosis awal 4-8 mg diikuti 2 mg setiap buang air besar. Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari. Pemberian harus dihentikan bila tidak ada perbaikan selama 48 jam.

  • Diare akut pada anak usia di atas 12 tahun

Dosis awal 2 kapsul (4 mg), diikuti dengan 1 kapsul (2 mg) setiap buang air besar. Dosis lazimnya adalah 3-4 kapsul (6 mg – 8 mg) sehari. Dosis harian total tidak boleh melebihi 6 kapsul (12 mg).

Anak di bawah 4 tahun tidak dianjurkan mengonsumsi inamid.

  • Diare berkaitan dengan IBS

Pengobatan simtomatik diare akut yang berhubungan dengan sindrom iritasi usus besar pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dosis awal 2 kapsul (4 mg), diikuti dengan 1 kapsul (2mg) setiap buang air besar, atau seperti yang disarankan sebelumnya oleh dokter. Dosis harian maksimum tidak boleh melebihi 6 kapsul (12mg).

Cara Pakai Inamid

Konsumsi sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Jangan gunakan dalam jumlah yang lebih besar, lebih kecil, atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Saat mengonsumsi inamid, minumlah air putih ekstra untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Jangan minum obat ini lebih dari 3 kali dalam 24 jam tanpa nasihat dokter.

Petunjuk Penyimpan Inamid

Simpan obat dengan baik dan jangan menyimpan sembarangan karena bisa merusak atau mengurangi fungsi obat. Berikut adalah beberapa petunjuk penyimpanan obat yang baik dan benar:

  • Simpan pada suhu kamar yang jauh dari kelembapan dan panas.
  • Simpan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Tanyakan pada apoteker bagaimana cara membuang pil yang rusak dengan aman.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Anonim. Inamid Actions. https://www.ndrugs.com/?s=inamid&t=actions. https://www.ndrugs.com/?s=inamid&t=actions. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  2. Anonim. INAMID. https://pillintrip.com/medicine/inamid. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  3. Anonim. Inamid Tablet. https://www.tabletwise.com/indonesia/inamid-tablet. (Diakses pada 28 Agustus 2020).
  4. Anonim. LOPERAMID HIDROKLORIDA. http://pionas.pom.go.id/monografi/loperamid-hidroklorida. (Diakses pada 28 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi