Ikut Black Friday Ternyata Bisa Meningkatkan Serangan Jantung

black-friday-shopping-belanja-doktersehat
Photo Credit: Elaine Smith

DokterSehat.ComBlack Friday adalah sebuah tradisi yang dijalani di negara-negara barat, khususnya sehari setelah Thanksgiving, perayaan yang dilakukan di Kamis terakhir di bulan November. Black Friday adalah waktu dimana banyak pusat perbelanjaan membuka diskon besar-besaran demi menyediakan kebutuhan belanja Natal atau keperluan untuk musim dingin. Di Indonesia, Black Friday juga mulai banyak diadopsi oleh berbagai pusat perbelanjaan, baik itu yang berupa retail ataupun online. Meskipun terlihat sebagai hal yang menyenangkan karena membuat kita berkesempatan membeli banyak barang yang sudah didiskon besar-besaran, pakar kesehatan menyebutkan bahwa Black Friday ternyata bisa memberikan kerugian bagi kesehatan.

Pakar kesehatan Dr. Rupert Crichley yang beasal dari VIVA Skin Clinics menyebut Black Friday ternyata bisa menjadi pengalaman yang cukup menegangkan bagi sebagian orang dan akhirnya memicu peningkatan tekanan darah. Bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan pada jantung atau pembuluh darah, Black Friday bisa saja menjadi pemicu munculnya serangan jantung dan stroke.

Rasa cemas, tegang, atau penasaran saat menanti diskon di menit-menit terakhir Black Friday ternyata akan memicu pelepasan hormon kortisol, hormon stress di dalam tubuh. Yang menjadi masalah adalah, jika jumlah hormon stress ini sudah berlebihan, maka hal ini bisa memicu masalah kesehatan yang lebih berbahaya seperti peningkatan berat badan dan kadar gula darah yang terkait dengan diabetes.

Tak hanya itu, Black Friday bisa membuat kita keblabasan dalam menghabiskan uang sehingga tanpa sadar membeli banyak barang yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Hilangnya uang dalam jumlah banyak akan membuat kita semakin stress dan akhirnya memicu tekanan darah tinggi. Banyaknya orang yang mengikuti antrian, kemacetan, hingga berebutan barang belanjaan bersama dengan pembeli lainnya juga bisa memicu masalah tekanan darah ini.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak mudah tergiur dengan yang namanya Black Friday dan selalu berbelanja dengan penuh perhitungan.