Waspadalah, 9 Ikan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Ibu Hamil

ikan-yang-tidak-boleh-dimakan-ibu-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, ikan merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi protein dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3. Tidak hanya itu, ikan juga kaya akan mineral, vitamin dan nutrisi yang penting bagi kesehatan terutama bagi ibu hamil. Namun, tahukah Anda bahwa ada ikan yang tidak boleh dimakan ibu hamil?

Kandungan Ikan yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

Zat berbahaya yang bisa terkandung pada ikan adalah zat merkuri. Menurut American Pregnancy, merkuri adalah suatu zat yang umum terdapat di air dalam jumlah besar, misalnya lautan atau danau. Hal itu menjadikan ikan yang terpapar merkuri menjadi ikan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil.

Merkuri atau disebut metilmercuri yang ditemukan pada air dan dalam tubuh ikan, merupakan zat yang bersifat neurotoxin atau dapat meracuni sistem saraf. Kandungan merkuri ini meskipun tergolong sedikit pada ikan, namun tetap berbahaya untuk tubuh.

Jika terus menerus dikonsumsi, ikan yang mengandung merkuri apalagi yang memiliki kandungan merkuri golongan tinggi, akan meracuni sistem saraf dan otak ibu hamil serta mengganggu proses tumbuh kembang otak janin.

Lantas, Apa Saja Ikan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil?

Food Drug Administration mengeluarkan daftar kandungan ikan yang banyak mengandung merkuri dan harus dihindari konsumsinya yang berlebihan, yaitu:

  1. Ikan hiu

  2. Ikan king makarel

  3. Ikan tilefish

  4. Ikan swordfish

  5. Ikan marlin

  6. Ikan orange roughy

  7. Bigeye tuna

  8. Ikan bluefish

  9. Ikan striped bass

Kesembilan jenis ikan di atas merupakan ikan yang kandungan merkurinya tinggi karena tergolong ikan predator yang kerap memangsa ikan lain. Ikan-ikan kecil yang dimangsa, yang juga memiliki kandungan merkuri akan membuat kandungan merkuri menumpuk dan menjadi tinggi pada 9 jenis ikan di atas.

Selain 9 jenis ikan di atas, beberapa jenis ikan yang disebut memiliki kandungan merkuri sedang dan tergolong cukup sering dikonsumsi adalah ikan salmon, ikan kod, ikan nila, ikan lele, dan pollock.

Membatasi asupan ikan pada ibu hamil, termasuk ikan salmon dan ikan laut lainnya wajib dilakukan mengingat adanya risiko polychlorinated biphenyls (PCBs) dan polutan dioksin

Di Indonesia sendiri, ikan dengan kandungan merkuri sedang termasuk cukup sering dikonsumsi karena mudah diperoleh. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya mulai membatasi asupan ikan dengan kandungan merkuri yang tergolong sedang hingga tinggi.

Selain itu, takarannya dibatasi 340 gram per minggu. Ingatlah untuk selalu memasak hidangan laut terlebih dahulu dan hindari mengonsumsi makanan laut mentah, sashimi dan sushi.

Meski beberapa jenis ikan seperti yang dijelaskan di atas tidak disarankan untuk  dikonsumsi, bukan berarti hal tersebut menghalangai ibu hamil untuk mengonsumsi ikan. Berbagai asosiasi kesehatan tetap menganjurkan ikan sebagai salah satu sumber protein harian.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai apa saja ikan yang tidak boleh dimakan ibu hamil, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah ibu hamil juga tidak dianjurkan mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi. Susu yang belum di pasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria.

Selain susu yang belum dipasteurisasi, ibu hamil juga perlu menghindari konsumsi makanan seperti keju, mayonaise, atau adonan kue mentah.

Oleh karenanya, selama masa kehamilan, ibu yang sedang mengandung dianjurkan untuk menghindari atau bahkan tidak mengonsumsi sama sekali makanan dan minuman berbahaya seperti berikut:

1. Sayur mentah

Ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi kecambah mentah seperti taoge, daun semanggi, lobak dan daun alfalfa. Alasan utama kenapa ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi biji kecambah karena kemungkinan ada bakteri di dalamnya.

Selain itu, jika Anda ingin mengonsumsi salad, disarankan untuk membuatnya sendiri. Pasalnya, sayuran-sayuran pada sajian salad cepat saji belum tentu terbebas dari bakteri Listeria, Salmonella, dan E.coli.

2. Kafein dan alkohol

Bayi terlahir dengan keadaan Fetal Alcohol Syndrome (FAS) adalah risiko yang bisa Anda hadapi apabila mengonsumsi alkohol saat hamil. Bayi yang mengalami FAS akan memiliki gangguan perilaku, hambatan belajar dan berat badan di bawah normal.

Selain menghindari minuman beralkohol, ibu hamil juga harus mengurangi konsumsi minuman berkafein. Batasi minuman berkafein seperti kopi, sebanyak 1-2 cangkir saja dalam sehari. Sebuah penelitian mengungkapkan, terdapat kaitan antara konsumsi kafein yang tinggi dan masalah keguguran. Meski begitu, temuan terkait hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjutan.

3. Telur dan daging mentah

Bakteri salmonella bisa terdapat pada telur yang tidak dimasak dengan matang dan bisa mengakibatkan ibu hamil keracunan. Karenanya, saat memasak telur pastikan putih dan kuning dimasak hingga matang.

Selain telur yang harus dimasak dengan matang, Anda juga harus memastikan bahwa daging yang Anda konsumsi harus dimasak hingga matang agar terhindar dari kontaminasi dan keracunan makanan akibat E.coli, salmonella, campylobacter, parasit, dan berbagai infeksi lainnya.

4. Hati

Meski sering dijadikan menu pada MPASI, organ hati sebaiknya tidak dikonsumsi saat hamil. Kandungan vitamin A yang terlalu tinggi justru berisiko menganggu kondisi janin dalam kandungan.

5. Beberapa jenis keju

Keju dengan tekstur lembut seperti keju biru, roquefort, gorgonzola, brie, dan camembert cenderung lebih lembap, hingga membuat bakteri Listeria bisa berkembang. Namun keju dengan tekstur keras masih bisa dikonsumsi, misalnya keju parmesan, stilton atau cheddar. Begitu pun dengan keju bertekstur lembut yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi seperti keju ricotta, paneer, halloumi, cottage, dan mozzarella.

Kenapa beberapa minuman dan makanan seperti di atas harus dihindari? Karena makanan dan minuman itu bisa saja terkontaminasi parasit, bakteri atau zat-zat berbahaya lainnya seperti:

  • Toxoplasma gondii

Toxoplasmosis dapat mengakibatkan keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Jika anak Anda terlahir, kemungkinan akan menderita kondisi serius seperti kejang-kejang, pembesaran limpa dan hati, infeksi mata parah dan penyakit kuning.

  • Listeria monocytogenes

Bakteri ini dapat dengan mudah masuk ke dalam plasenta hingga menyebabkan infeksi yang mengancam kelangsungan hidup janin dalam kandungan seperti keguguran, bayi terlahir prematur, hingga meninggal dalam kandungan.

  • Merkuri

Seperti penjelasan sebelumnya mengenai ikan yang tidak boleh dimakan ibu hamil karena mengandung banyak merkuri, sejumlah penelitian mengungkapkan apabila selama kehamilan janin terpapar merkuri maka hal itu bisa mengganggu keterampilan motorik, kognitif, sistem saraf dan memengaruhi penglihatannya.