Terbit: 23 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seorang ibu bernama Dai Jihua menemani anaknya bersekolah selama 3 tahun di salah satu SMP yang ada di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Hal ini dilakukan setelah mengetahui prestasi anaknya cenderung semakin menurun. Di sekolah, ia bahkan duduk di sebelah kursi sang anak di dalam kelas sehingga memicu kehebohan bagi pihak guru ataupun teman-teman anaknya.

Ibu Ini Duduk di Sebelah Anaknya di SMP Selama 3 Tahun

Dilansir dari South China Morning Post, sang anak dikenal dengan nama Xiao Hua. Menurut Dai, Xiao memiliki prestasi yang cukup baik saat di sekolah dasar namun kesulitan untuk mengulangi prestasi tersebut saat belajar di SMP.

“Aku pikir hal ini karena lingkungan sekolah yang benar-benar baru. Setelahnya, guru memintaku untuk ikut bergabung ke dalam kelas untuk mengetahui bagaimana anakku bersekolah setiap hari,” ucap Dai.

Setelah ikut di dalam kelas bersama anaknya, barulah Dai mengetahui apa penyebab anaknya mengalami penurunan prestasi dengan signifikan, yakni mudahnya sang anak terdistraksi atau teralihkan perhatiannya.

“Aku tahu hal ini sangat sulit untuk diatasi, jadi guru memintaku untuk selalu bersama dengannya di sekolah untuk mengawasinya. Hal ini akan membantunya lebih fokus untuk belajar,” lanjut Dai.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Sejak tiga tahun yang lalu, Dai duduk di sebelah Xiao Hua saat proses belajar mengajar berlangsung. Ia telah mendapatkan lebih dari 3.000 pelajaran selama kurun waktu tersebut dan selalu memastikan bahwa sang anak mengerjakan PR-nya. Sang anak sebenarnya kurang nyaman dengan keberadaan ibunya, namun bisa mengerti dengan keputusan yang dilakukannya. Kini, rapor sekolahnya cenderung semakin membaik.

Sayangnya, banyak pihak yang menganggap tindakan yang dilakukan Dai justru seperti mengekang anaknya dan tidak membuat Xiao Hua berkomunikasi dan berkembang dengan baik sebagaimana anak-anak pada umumnya. Keberadaan orang tua di sekolah juga dianggap hanya akan menambah tekanan dan stres bagi anak-anak saat belajar.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi