Terbit: 21 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Berat badan sebelum hamil ternyata penting bagi persiapan kehamilan. Wanita yang terlalu kurus maupun terlalu gemuk sama-sama memiliki risiko ketidaksuburan. Selain itu, ibu hamil yang terlalu kurus juga dapat membahayakan janin.

Ibu Hamil yang Terlalu Kurus Berisiko Mengalami Hal Ini

Ibu hamil disebut terlalu kurus jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di bawah 18,5. Angka IMT dihitung dari berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Jika hasil perhitungan tersebut berada di antara 18,5 dan 22,9 maka termasuk normal, sedangkan jika berada di 23-29,9 termasuk berlebih dan cenderung obesitas, dan jika hasilnya 30 ke atas maka termasuk obesitas.

Idealnya kenaikan berat badan saat hamil oleh wanita dengan IMT normal adalah 8-12 kilogram. Jika sebelumnya ibu hamil termasuk kategori kurus, maka perlu menaikkan berat badan minimal sekitar 12 kilogram. Namun perlu diketahui juga bahwa berat badan ibu hamil tidak selalu menentukan kesehatan janin. Beberapa ibu hamil mengalami kenaikan berat badan berlebih namun berat bayinya tetap kecil. Yang perlu diperhatikan adalah pertambahan berat badan janin selalu bertambah dengan bobot ideal. Jika berat janin tidak bertambah, dikhawatirkan nutrisi dari ibu tidak sampai ke plasenta.

Sedangkan bagi ibu yang terlalu kurus dan selama kehamilan tidak mengalami kenaikan berat badan seperti yang disarankan, maka kehamilan tersebut dapat berisiko mengalami hal berikut:

1. Lahir prematur
Ibu hamil yang terlalu kurus berisiko melahirkan bayi lebih awal dari waktu yang ditentukan. Bayi yang lahir prematur berisiko lahir dengan gangguan kesehatan seperti gangguan pernapasan, gangguan metabolisme, dan perdarahan di otak.

2. Bayi lahir dengan berat rendah
Pada ibu hamil yang terlalu kurus, bayi mungkin dapat lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg. Jika lahir dengan berat badan rendang dan prematur, bayi berisiko mengalami kekentalan darah karena banyaknya sel darah merah, gula darah rendah, rentan infeksi dan gangguan pernapasan.

3. Keguguran
Ibu hamil yang berat badannya di bawah normal juga memiliki risiko keguguran lebih tinggi dibanding dengan ibu hamil dengan berat badan normal.

Untuk mencegah hal tersebut, ibu hamil perlu menaikkan berat badan hingga mencapai berat badan normal. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan makanan Anda dengan makan makanan bergizi. Jangan melewatkan sarapan, makanlah dalam porsi kecil sebanyak 5-6 kali sehari, dan sediakanlah camilan sehat setiap saat. Hindari makan makanan cepat saji dan perbanyak makanan tinggi lemak seperti alpukat, kacang-kacangan atau ikan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi