Terbit: 5 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali mitos yang dipercaya oleh banyak orang terkait dengan kehamilan. Salah satunya adalah tentang makanan-makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Hanya saja, apakah benar jika terong adalah salah satunya?

terong-doktersehat

Dampak Terong Jika Dikonsumsi Ibu Hamil

Terong adalah salah satu jenis sayuran yang tinggi kandungan nutrisi namun dan rendah kalori. Sayangnya, dibalik keunggulan ini, masih banyak orang yang percaya jika terong sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil karena diyakini bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Selain serat, pakar kesehatan meyebut terong tinggi kandungan asam folat dan potasium. Kedua kandungan ini bisa mendukung kesehatan janin di dalam kandungan. Hanya saja, ada baiknya memang kita tidak mengonsumsi terong dengan berlebihan karena makanan ini cenderung memproduksi panas dan bisa meningkatkan risiko munculnya reaksi alergi.

Kandungan lain yang bisa kita dapatkan dari terong adalah vitamin K, thamin, pyridoxine, fosfor, dan magnesium. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh United States Department of Agriculture (USDA), disebutkan bahwa di dalam 100 gram terong terdapat 3 gram serat, 229 mg potasium, 14 mg magnesium, dan 24 mg fosfor. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan thiamin sebanyak 0,039 mg, pyridoxine 0,084 mg, asam folat sebanyak 22 mcg dan 3,5 mcg vitamin K.

Beberapa Manfaat Jika Terong Dimakan Ibu Hamil

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan ibu hamil jika makan terong.

Berikut adalah manfaat tersebut.

  1. Menyediakan Asam Folat

Asam folat sangatlah penting bagi perkembangan otak dan kemampuan kognitif bayi di dalam kandungan. Hal ini juga bisa mendukung perkembangan sel darah merah dan mencegah kemunculan cacat.

  1. Mengendalikan Kadar Gula Darah

Kandungan di dalam terong bisa membantu mengendalikan kadar gula darah. Hal ini akan membantu ibu hamil tetap berenergi sekaligus mencegah masalah diabetes gestasional yang berbahaya.

  1. Mendukung Pencernaan

Kandungan serat di dalam terong bisa mencegah konstipasi dan membantu ibu hamil menyerap nutrisi dari berbagai makanan dengan lebih baik.

  1. Melindungi Tubuh

Kandungan antosianin atau asonin di dalam kulit terong bisa memberikan perlindungan bagi paparan radikal bebas. Hal ini tentu akan menurunkan risiko terkena berbagai macam masalah kesehatan seperti kanker dan penyakit jantung.

  1. Menurunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

Terong dipercaya mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang bisa memberikan manfaat kesehatan bagi jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah juga bisa dikendalikan dengan lebih baik sehingga bisa mencegah masalah hipertensi yang berbahaya.

Apakah Ada Dampak Buruk Jika Ibu Hamil Makan Terong?

Di dalam ilmu Ayurveda, disebutkan bahwa makan terong berlebihan bisa menyebabkan efek buruk bagi kehamilan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada penelitian medis yang benar-benar membuktikannya.

Dalam ilmu ini, disebutkan bahwa terong tinggi kandungan phytohormon yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dan bisa saja memicu kelahiran dini. Terong bahkan disebut-sebut tinggi kandungan bakteri penyebab masalah kesehatan pada pencernaan dan bisa memiu alergi. Selain itu, ada anggapan bahwa masalah toksoplasmosis juga bisa disebabkan oleh konsumsi sayuran ini.

Mengingat anggapan-anggapan tersebut belum benar-benar terbukti, pakar kesehatan menyarankan kita untuk cermat dalam memilih terong yang masih segar dan berkualitas. Selain itu, pastikan untuk benar-benar mencucinya dengan baik demi menghilangkan bakteri atau parasit berbahaya. Kita juga sebaiknya memasaknya dengan benar demi memastikan sayuran ini aman untuk dikonsumsi.

 

Sumber:

  1. Malachi, Rebecca. 2019. momjunction.com/articles/eggplant-during-pregnancy_00392694/#gref. Should You Avoid Eggplant (Brinjal) During Pregnancy? (Diakses pada 5 Desember 2019).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi