Terbit: 26 April 2018 | Diperbarui: 5 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Diabetes gestasional adalah kondisi diabetes yang dialami wanita hanya pada saat hamil. Kondisi ini perlu ditangani dengan serius, karena jika dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu hamil dan janin.

Risiko Bayi yang Lahir dari Ibu dengan Diabetes Gestasional

Komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu yang mengalami diabates gestasional

1. Melahirkan bayi besar
Ibu hamil dengan diabetes gestasional memiliki risiko melahirkan bayi dengan ukuran besar lebih dari 4kg atau yang dikenal dengan istilah makrosomia. Hal ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kesulitan saat melahirkan atau harus melahirkan dengan operasi caesar.

2. Risiko bayi lahir dengan distosia pundak

Apabila bayi dengan kondisi makrosomia dilahirkan melalui persalinan normal. maka ia memiliki risiko mengalami distosia pundak. Distosia pundak adalah kondisi dimana pundak bayi Anda tersangkut pada tulang pubis. Distosia pundak dapat membahayakan karena bayi akan kesulitan bernapas karena tersangkut. Kondisi ini umumnya dialami oleh 1 dari 200 kelahiran.

3. Bayi mengalami kadar gula rendah (hipoglikemia)

Bayi yang lahir dari orang tua dengan diabetes gestasional umumnya lahir dengan kondisi kadar gula rendah karena meningkatnya kadar insulin di dalam darah mereka. Bayi dengan kadar gula rendah umumnya perlu menjalani perawatan setelah melahirkan dan kadar gula darah bayi perlu diawasi dalam waktu 12-24 jam pertama setelah kelahiran.

4. Keguguran

Ibu hamil dengan kondisi diabetes gestasional juga memiliki risiko keguguran yang besar. Selain kesulitan menjalani proses persalinan dengan ukuran bayi besar, ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko cedera dan trauma lainnya selama persalinan.

Pemeriksaan pada bayi dari ibu dengan diabetes gestasional

Pemeriksaan pada bayi dilakukan sejak sebelum kelahiran bayi. Ibu hamil akan menjalani USG untuk mengetahui kondisi bayi dan kesiapan bayi untuk menjalani persalinan. Selain itu bayi juga akan diperiksa kematangan paru-parunya. Setelah lahir, bayi juga akan diperiksa kadar gula dan kalsium darah rendahnya dan dilakukan ekokardiogram untuk memantau kondisi jantung bayi.

Pada beberapa kasus ringan, bayi cukup diberi ASI untuk mengendalikan kadar gula darah yang rendah. Jika kadar gula tidak segera membaik maka perlu diberikan cairan glukosa dan air melalui nadi.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi