Terbit: 10 Februari 2018 | Diperbarui: 29 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Sebagai ibu baru, Anda tentu sering mendengar banyak masukan atau saran dari orang lain mengenai cara merawat bayi yang benar, termasuk cara menyusui. Namun terkadang saran atau informasi yang disampaikan pada Anda adalah mitos yang tidak terbukti kebenarannya. Beberapa mitos seputar ASI dan menyusui tersebut sudah selayaknya ditinggalkan karena tidak terbukti kebenarannya.

Mitos Tentang Menyusui yang Tidak Perlu Anda Percayai

Payudara kecil = ASI sedikit
Anda pernah mendengar mitos ini? Mitos ini tentu membuat ibu yang memiliki payudara kecil khawatir tidak dapat memberi ASI yang cukup untuk anaknya. Namun faktanya pernyataan ini hanyalah mitos belaka. Jumlah ASI yang dihasilkan tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara. Baik payudara kecil atau besar, sama-sama bisa menghasilkan ASI yang melimpah. Semakin sering Anda menyusui, semakin banyak ASI yang diproduksi.

Bayi yang sering menyusu = kekurangan ASI

Melihat bayi Anda sering menyusu, mungkin ada kerabat Anda berkomentar bahwa bayi Anda kekurangan ASI sehingga ia terus-terusan menyusu. Kenyataannya, ASI memang merupakan makanan utama bayi hingga ia berusia 6 bulan. Dibandingkan dengan susu formula, ASI lebih mudah diserap bayi sehingga bayi cepat merasa lapar.

Harus menunggu payudara penuh
Salah satu saran menyusui yang beredar di masyarakat adalah setelah selesai menyusui sampai payudara kosong, ibu harus menunggu beberapa saat agar payudara terisi kembali dengan ASI. Hal ini tentunya hanya mitos karena payudara ibu selalu menghasilkan ASI sehingga Anda bisa menyusui kapan saja. Namun memang semakin kosong payudara setelah menyusui dapat memicu produksi ASI dengan cepat. Jika payudara berada dalam kondisi penuh, maka produksi ASI akan melambat dengan sendirinya.

Minum susu membuat ASI lebih banyak
Saat menyusui, ibu memang membutuhkan banyak asupan sehat untuk menghasilkan ASI yang baik. Namun gizi yang baik tidak harus didapat dengan minum susu. Ibu bisa mendapatkan asupan kalsium dari sumber lain seperti sayuran, ikan dan kacang-kacangan.

Anak alergi ASI
ASI merupakan makanan utama bayi yang paling alami. Jika setelah menyusu bayi menunjukkan gejala alergi, bukan berarti ia alergi ASI namun alergi pada protein asing yang ada dalam kandungan ASI tersebut. Untuk mengatasinya, ibu perlu menghindari beberapa jenis makanan agar anak tidak alergi.

Ibu yang sakit jangan menyusui
Ibu yang sedang sakit tetap boleh menyusui. Saat sakit, tubuh Anda akan membentuk antibodi untuk melawan penyakit, antibodi ini juga bisa dialirkan ke bayi melalui ASI. Namun jika Anda sedang sakit dan harus minum obat sebaiknya Anda konsultasikan dulu ke dokter tentang obat yang aman bagi ibu menyusui.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi