Terbit: 15 Februari 2018 | Diperbarui: 29 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Kita tak bisa menduga kapan datangnya kehamilan. Terkadang kehamilan justri datang di usia setelah 35 tahun. Tentu kabar kehamilan ini merupakan kabar yang membahagiakan. Namun Anda tetap perlu waspada karena kehamilan di atas 35 tahun merupakan kehamilan berisiko.

Mengenal Risiko Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun

Penting bagi Anda dan pasangan untuk mengetahui apa saja risiko kehamilan di usia setelah 35 tahun untuk dapat lebih wasapda menghadapi situasi tersebut. Beberapa risiko tersebut antara lain:

Risiko keguguran
Risiko keguguran pada usia kehamilan sebelum 4 bulan atau bayi meninggal di dalam kandungan dapat meningkat sekitar 20-35% pada wanita berusia 35-45 tahun dengan mereka yang hamil di usia 20an. Keguguran ini disebabkan karena abnormalitas kromosom yang dapat menyebabkan janin berguguran secara spontan.

Risiko bayi yang tidak normal
Kehamilan di usia lanjut dapat menyebabkan abnormalitas kondisi genetis terhadap janin. Semakin tua usia wanita, sel telurnya juga akan menua dan bisa menyebabkan pembelahan diri yang tidak sempurna. Risiko yang paling mungkin terjadi adalah down syndrome, yang juga menyebabkan kegagalan fungsi jantung dan organ lain.

Preeklamsia
Kehamilan usia lanjut berisiko besar terhadap preeklamisa. Hal ini dapat terjadi karena memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil. Preeklamsia merupakan komplikasi serius yang dapat menyebabkan darah tinggi, pembengkakan pada wajah dan tangan, tingginya protein pada urin. kerusakan sistem saraf dan kejang, stroke dan komplikasi serius lainnya. Kondisi ini bukan hanya berbahaya bagi ibu namun juga janin karena dapat mengurangi aliran darah dan nutrisi kepada janin melalui plasenta.

Plasenta previa
Pada kehamilan di usia wanita setelah 35 tahun, komplikasi plasenta cenderung lebih sering bertambahnya usia. Salah satu kasus yang paling sering terjadi adalah plasenta previa, yaitu plasenta menempel di bawah rahim sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Kondisi ini memicu pendarahan serius yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Risiko operasi caesar
Pada wanita berusia lanjut cenderung akan mengalami tahapan persalinan lebih lama. Hal ini disebabkan oleh serviks yang mungkin tidak dapat melebar dengan mudah dan menyebabkan gejala gawat janin. Dalam kondisi ini kemungkinan proses persalinan akan dibantu menggunakan forceps, vacuum atau operasi caesar.

Meskipun kehamilan di atas usia 35 tahun termasuk kehamilan berisiko tinggi, bukan berarti Anda tidak bisa menjalani kehamilan tersebut dengan baik. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap sehat dan melahirkan bayi yang sehat jika menjalani kehamilan di atas usia 35 tahun.

Lakukan pemeriksaan diri secara rutin di awal kehamilan. Dengan pemeriksaan rutin dokter dpaat memberikan penanganan dini jika Anda terdeteksi mengalami diabetes gestasional atau preeklamsia. Untuk menjaga kesehatan janin, selain makan makanan yang sehat Anda mungkin disarankan untuk mengonsumsi asam folat dan beberapa vitamin kehamilan.

Selain itu yang terpenting adalah menjaga kesehatan dengan gaya hidup yang sehat seperti menjaga lonjakan berat badan agar tetap normal, berolahraga secara teratur, serta tidak merokok dan minum minuman keras.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi