Terbit: 21 Maret 2018 | Diperbarui: 6 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ketika melihat bayi baru lahir bertubuh kecil, banyak orang yang mengaitkan dengan faktor genetik, gizi buruk atau ibu yang merokok. Namun sebuah studi menunjukkan bahwa bayi kembar yang berukuran kecil disebabkan oleh aliran oksigen yang lebih lambat dari ibu ke bayi.

Mengapa Bayi Kembar Tampak Lebih Kecil dari Bayi Lainnya?

Dengan mempelajari kembar identik, peneliti dapat secara unik mengatur kedua faktor genetik dan faktor risiko ibu. Meskipun kembar identik juga berbagi plasenta, plasenta tersebut dibagi menjadi dua bagian. Kondisi yang satu bisa jadi lebih sehat dibanding yang lain.

P. Ellen Grant, MD, direktur Pusat Pengembangan Neuroimaging dan Perkembangan Anak-Anak Boston, dan Elfar Adalsteinsson, telah mengembangkan metode non-invasif yang menggunakan MRI untuk memetakan waktu pemberian oksigen melintasi plasenta secara real time. Dengan menggunakan teknik yang disebut Blood-Oxygenation-Level-Dependent (BOLD) MRI, mereka menunjukkan bahwa plasenta yang mengalami gangguan disfungsional memiliki daerah yang besar dan membuat aliran oksigen ke janin menjadi lambat, seperti dikutip dari laman Science Daily.

Dalam sebuah penelitian yang baru, peneliti senior Julian Robinson, MD, kepala kebidanan di Brigham and Women’s Hospital (BWH), dan timnya mengamati perkembangan tujuh pasang kembar identik dari kehamilan hingga proses persalinan.

Pada usia kehamilan 29 sampai 34 minggu, ketujuh ibu tersebut menjalani BOLD MRI selama sekitar 30 menit. Sementara mereka menghirup oksigen murni selama peregangan 10 menit, tim Grant mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oksigen untuk mencapai konsentrasi maksimum dalam plasenta, yang dikenal sebagai time to plateau (TTP), dan kemudian berapa lama waktu yang diperlukan bagi oksigen untuk melewati tali pusat ke janin lalu ke otak dan hati.

Hasil dari penelitian tersebut adalah TTP yang lebih lama di plasenta berkorelasi dengan volume hati dan otak yang lebih rendah serta berat lahir bayi yang lebih rendah. TTP juga berkorelasi dengan patologi plasenta ketika plasenta diperiksa setelah lahir.

Plasenta memegang peranan penting dalam perkembangan janin dan kesehatan ibu. Aliran oksigen plasenta yang baik dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan dan ukuran spesifik perkembangan otak dan metabolisme organ dalam kandungan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi