Terbit: 2 Februari 2018 | Diperbarui: 30 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Perkembangan janin setiap bulannya menarik untuk dinikmati. Bagi Anda yang tengah memasuki trimester kedua kehamilan, Anda bisa bernapas lega. Pada masa ini biasanya para ibu hamil sudah mulai nyaman beraktivitas karena mual dan muntah mulai mereda.

Masuk Trimester Kedua, Ini yang Terjadi Pada Janin Anda

Dari segi perkembangan janin, pada trimester kedua ini janin bisa dikatakan sudah siap tumbuh dan cukup kuat. Anda sudah mulai bisa mendengar detak jantung janin saat pemeriksaan kehamilan dan merasakan gerakannya. Pada masa ini pun janin berkembang dengan sangat pesat.

Di usia janin yang menginjak 14 minggu biasanya janin memiliki berat kira-kira 40 gram dengan ukuran panjang mencapai 85 mm. Beberapa tulang janin makin berkembang, khususnya di bagian kepala dan wajah. Biasanya bagian kepala sudah ditumbuhi oleh rambut, begitu juga bagian-bagian tubuh janin seperti punggung dan bahu juga ditumbuhi rambut halus.

Ketika janin berusia 22 minggu, bagian jemari bayi sudah terbentuk sempurna walaupun ia belum bisa mengontrolnya. Memasuki usia 24 minggu, pertumbuhan organ matanya mulai terlihat nyata dan kelopak matanya mulai terpisah. Panjang janin mencapai 190 mm dengan berat sekitar 460 gram.

Di minggu akhir trimester kedua, gerak janin makin aktif dan sudah dapat menoleh ke kiri dan ke kanan. Janin juga sudah mulai bernapas dan sistem kekebalan tubuh janin sudah mulai terbentuk. Janin dapat mulai memproduksi antibodi yang berfungsi menangkal bakteri, virus, atau partikel asing yang membahayakan dirinya.

Pada masa ini janin juga sudah bisa bereaksi pada rangsangan suara, sehingga ibu sudah dapat membacakan dongeng pada bayi atau memperdengarkan musik.

Sedangkan bagi ibu, perubahan yang terjadi pada trimester kedua ditandai dengan perubahan fisik berupa perut yang semakin membesar. Rahim akan semakin membesar dan melewati rongga panggul dan di usia kehamilan 20 minggu pada bagian atas rahim akan sejajar dengan pusar.

Beberapa ibu akan lebih sering mengalami sendawa dan buang angin. Sesekali, ibu hamil juga akan mengalami nyeri pada ulu hati seperti rasa panas yang terbakar (heart burn). Hal ini disebabkan karena adanya hormon progesteron yang meningkat dan menyebabkan relaksasi dan saluran cerna yang semakin besar.

Peningkatan hormon progesteron ini juga dapat membuat ibu hamil lebih sering merasakan kantuk. Jika badan Anda memberikan tanda-tanda letih, sebaiknya Anda beristirahat atau bersantai sambil imbangi dengan olahraga yang aman bagi kehamilan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi