Terbit: 14 Maret 2018 | Diperbarui: 31 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Wanita yang hamil di usia lebih dari 35 tahun cenderung mengalami kehamilan berisiko tinggi. Beberapa risiko kehamilan tersebut antara lain mengalami diabetes dan hipertensi gestasional, bayi lahir prematur, dan juga mengalami keguguran atau kematian saat lahir. Namun senbuah studi menyebutkan bahwa melahirkan dengan induksi dapat menurunkan risiko stillbirth, yaitu bayi meninggal di dalam kandungan.

Induksi Dapat Mengurangi Stillbirth pada Kehamilan Berisiko Tinggi

Photo Credit: flickr.com/Tim Cornbill

Apa itu stillbirth dan apa penyebabnya?

Stillbirth adalah kondisi di mana janin meninggal dalam kandungan setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu atau lebih. Dilansir dari laman American Pregnancy, beberapa penyebab stillbirth antara lain:

1. Gangguan plasenta
Ibu hamil dengan abrupsio plasenta atau preeklamsia memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami stillbirth. Kekurangan oksigen dan nutrisi juga dapat menyebabkan kematian bayi

2. Cacat lahir
Terkadang bayi mengalami malformasi struktural yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom namun bisa diakibatkan oleh penyebab genetik atau lingkungan.

3. Infeksi
Infeksi bakteri antara 24-27 dapat menyebabkan kematian janin. Infeksi ini biasanya tidak diketahui oleh ibu dan mungkin tidak didiagnosis sampai menyebabkan komplikasi serius.

Induksi dapat menyelamatkan bayi dari stillbirth

Dilansir dari laman nhs, sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa mengawali kelahiran sekitar satu sampai dua minggu sebelumnya pada ibu yang berusia lebih dari 35 tahun dapat mengurangi stillbirth hingga dua pertiga.

Di Inggris, umumnya kehamilan ditunggu hingga masuk ke minggu ke 42 untuk melihat apakah persalinan dimulai secara alami sebelum tenaga medis menawarkan untuk menginduksi kehamilan. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelahiran dengan induksi pada usia kehamilan 40 minggu dapat menurunkan risiko stillbirth sebesar 75% dan juga mengurangi risiko kematian perinatal sebesar 67%.

Ada beberapa alasan mengapa dokter merekomendasikan persalinan dengan induksi, di antaranya ibu hamil mengalami diabetes atau tekanan darah tinggi gestasional.

Bagi para ibu dengan kehamilan risiko tinggi, penelitian ini diharapkan dapat memberi harapan agar ibu dan bayi sehat selama kehamilan dan persalinan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi