Terbit: 23 Mei 2018 | Diperbarui: 3 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Selain mengalami tekanan darah tinggi saat hamil, ibu juga dapat mengalami tekanan darah rendah selama hamil. Berbahayakah kondisi ini?

Apa Saja Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil?

Penyebab tekanan darah rendah pada ibu hamil

Saat hamil umumnya ibu hamil akan mengalami tekanan darah rendah selama 24 minggu pertama kehamilan. Hal ini disebabkan oleh perubahan sistem sirkulasi tubuh dimana pembuluh darah melebar untuk mengalirkan darah ke rahim.

Selain itu, tekanan darah rendah juga dapat muncul karena hamil anak kembar, memiliki riwayat penyakit jantung, dehidrasi, hingga anemia. Darah rendah atau hipotensi juga dapat disebabakan oleh kurangnya asupan asam folat atau vitamin B12 dan penggunaan epidural.

Risiko darah rendah saat hamil

Salah satu risiko darah rendah pada ibu hamil adalah jatuh pingsan. Pingsan dapat menyebabkan risiko luka akibat jatuh, terganggunya sirkulasi darah ke janin sehingga membahayakan janin. Bahkan tekanan darah yang terus berlangsung selama kehamilan dapat menyebabkan kematian janin.

Gejala tekanan darah rendah saat hamil

Untuk mengetahui tekanan darah selama hamil, ibu perlu memeriksanya dengan tensimeter. Namun beberapa gejala rendah yang umum terjadi adalah mual, penglihatan kabur, kesulitan konsentrasi, haus yang berlebihan, pucat, berkeringat dan kulit dingin. serta pusing dan kepala ringan terutama jika Anda berdiri tiba-tiba dari posisi duduk.

Jika sering mengalami hal tersebut, ada kemungkinan tekanan darah Anda rendah. Tekanan darah rendah bisa terjadi sementara selama kehamilan, dan akan kembali normal setelah melahirkan.

Cara mengatasi tekanan darah rendah saat hamil

Tekanan darah rendah umumnya menyebabkan kepala Anda pusing dan limbung saat melangkah. Hal ini bisa berbahaya dan menyebabkan ibu hamil mudah terjatuj. Untuk mengatasinya, beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain menghindari minuman berkafein atau beralkhokol, dan minum banyak cairan.

Selain itu hindari berdiri dalam waktu yang lama dan hindari gerakan tiba-tiba terutama ketika berdiri dari posisi duduk. Apabila pusing terasa di saat Anda sedang berbaring, maka sebaiknya berbaring ke sisi kiri untuk membantu aliran darah ke jantung. Gunakan baju yang longgar dan hindari penggunaan stoking yang dapat menekan anggota gerak tubuh bagian bawah.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi