Terbit: 3 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Saat memasuki masa kehamilan, asupan jumlah dari berbagai jenis zat gizi ibu harus meningkat. Zat gizi tersebut meningkat karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Pada ibu yang non-vegetarian, pemilihan bahan makanan yang kaya akan zat gizi tertentu, misalnya hati ayam kaya akan asam folat dan zink, dapat dengan mudah terpenuhi. Namun pada ibu hamil yang melakukan diet vegetarian tentu memerlukan pemilihan bahan makana dengan lebih cermat lagi.

Diet Vegetarian Pada Ibu Hamil, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation, penerapan diet vegetarian pada ibu hamil tidak memengaruhi tumbuh kembang janin dan bayi saat baru lahir, jika diet vegetariannya dilakukan dengan tepat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang vegan ataupun non-vegan sama-sama memiliki kondisi fisik yang baik hal ini menunjukkan terpenuhinya kebutuhan gizi selama kehamilan.

Pemenuhan makanan zat gizi makro, yaitu karbohidrat, protein dan lemak, pada ibu hamil yang melakukan diet vegan umumnya tidak menjadi masalah. Namun pada pemenuhan zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, jika tidak diperhatikan maka akan rentan terjadi kekurangan zat gizi. Kebutuhan zat gizi mikro ibu selama kehamilan sebagian besar mengalami peningkatan, misalnya saja asam folat, zink, kalsium, iodium dan zat besi.

Selama kehamilan ibu yang menerapkan diet vegetarian harus benar-benar memerhatikan asupan vitamin dan mineralnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan bahan makanan pengganti yang meimiliki kandungan gizi setara dengan kebutuhan tubuh ibu. Misalnya kalsium, penambahan kebutuhan kalsium harian ibu selama hamil adalah 200 mg kalsium.

Biasanya pada ibu non-vegan angka tersebut dapat dipenuhi dari 1 gelas susu sapi atau 4 sendok makan ikan teri. Namun pada ibu hamil vegetarian kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi 100 gram daun bayam setara 6 sendok sayur atau kacang kedelai utuh sebanyak 10 sendok makan.

Selain itu beberapa asosisiasi ahli gizi di Inggris menganjurkan penggunaan suplementasi zat gizi pada ibu hamil untuk mendukung pemenuhan kebutuhan ibu selama masa kehamilan. Sedangkan British Nutrition Foundation menganjurkan penerapan diet vegetarian jenis lacto-ovo, atau lacto vegetarian selama masa kehamilan.

Ibu hamil yang menjalani diet vegetarian harus memilih bahan makanan yang tepat agar kebutuhan berbagai zat gizinya terpenuhi. Sehingga, meskipun menjalani diet vegetarian kondisi kesehatan kehamilan tetap optimal.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi