Terbit: 11 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Sering pipis adalah salah satu keluhan yang umum terjadi saat hamil. Meskipun wajar terjadi, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas Bumil. Lantas, adakah cara untuk mengatasi sering buang air kecil pada ibu hamil? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

5 Cara Tepat Mengatasi Sering Buang Air Kecil saat Hamil

Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Ibu Hamil

Fase kehamilan tentu akan membuat banyaknya perubahan pada wanita. Berbagai gejala pun kerap kali dirasakan.

Salah satunya adalah kecenderungan untuk sering kencing. Kondisi ini merupakan hal yang normal dikeluhkan, jadi Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan bila mengalaminya.

Penyebabnya beragam, mulai dari peningkatan hormon progesteron dan human chorionic gonadotropin (hCG), peningkatan jumlah cairan di dalam tubuh, perkembangan janin, hingga kelemahan otot dasar panggul.

Sayangnya, bila terus-menerus terjadi, Anda bisa saja kerepotan karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Untuk mengatasinya, cobalah beberapa cara berikut ini:

1. Hindari Terlalu Banyak Minum Menjelang Tidur

Memenuhi kebutuhan cairan adalah hal yang penting, terutama saat kehamilan. Jadi, pastikan hidrasi tubuh terjaga dengan minum 12 gelas air per hari.

Namun demikian, pastikan untuk menghindari terlalu banyak minum mendekati waktu tidur. Dengan begitu, Anda bisa menghindari keinginan untuk kencing di malam hari karena bisa mengganggu kualitas tidur. 

2. Kurangi Konsumsi Kafein

Salah satu cara mengatasi sering buang air kecil pada ibu hamil adalah membatasi konsumsi kafein. Sumber kafein yang umum ditemui yaitu kopi dan teh.

Jenis minuman tersebut bersifat diuretik sehingga membuat produksi urine meningkat. Bumil pun akan lebih sering buang air kecil.

Selain kafein, minuman lain yang bersifat diuretik yaitu soda dan alkohol. Minuman beralkohol tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil.

Tak hanya meningkatkan frekuensi pipis, kafein juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dimetabolisme tubuh. Ini berarti, kafein berada dalam aliran darah Anda selama beberapa saat.

Kondisi tersebut mau tidak mau bisa meningkatkan risiko janin untuk menerimanya juga.

Meskipun penelitian belum bisa memastikan bahwa kafein akan ikut terserap oleh janin, Bumil sebaiknya membatasi konsumsi kafein di bawah 200 miligram.

Baca JugaSering Buang Air Kecil saat Hamil, Kenali Berbagai Penyebabnya

3. Pastikan Urine Tidak Tersisa

Saat buang air kecil, ada baiknya Bumil memastikan buang air kecilnya tuntas tak tersisa. Untuk memastikan pengosongan urine, Anda bisa mencondongkan tubuh ke depan ketika buang air kecil.

Selain itu, hindari menahan pipis. Pasalnya, hal ini ternyata bisa memicu keinginan berlebih untuk buang air kecil di lain waktu.

4. Senam Kegel

Latihan ini mendatangkan manfaat tersendiri bagi Bumil, lho. Faktanya, senam Kegel bisa membantu mempermudah proses persalinan.

Perlu diketahui, gerakan dari senam ini akan memperkuat otot-otot dasar panggul selama kehamilan. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol otot-otot selama persalinan dan melahirkan.

Tak hanya itu, otot dasar panggul yang kuat juga bisa membantu Anda mengontrol buang air kecil berlebihan saat hamil.

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan senam Kegel:

  • Temukan otot dasar panggul. Anda bisa berlatih dengan menghentikan urine saat buang air kecil selama beberapa saat. Konsultasikan ke dokter bila menemui kesulitan untuk menemukan otot ini.
  • Setelah menemukan otot dasar panggul, kontraksikan otot-otot tersebut selama 5-10 detik, lalu kembali relaks.
  • Ulangi gerakan hingga 10-20 kali.

Perlu diingat, sebelum melakukan senam kegel, pastikan buang air kecil terlebih dahulu untuk mengosongkan kandung kemih Anda.

Baca JugaBadan Sering Kedinginan saat Hamil, Normalkah?

5. Buat Catatan Bila Perlu

Meski terkesan sepele, mencatat berapa kali Anda pipis dalam satu hari ternyata bisa membantu.

Setelah membuat catatan, rencanakan waktu untuk ke kamar mandi sebelum keinginan untuk buang air kecil muncul. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko kemungkinan mengalami kebocoran urine atau disebut inkontinensia urine.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keinginan kencing berlebih saat hamil. 

Bila disertai gejala lain, seperti rasa nyeri saat berkemih atau terdapat darah dalam urine (hematuria), sebaiknya segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Pasalnya, keluhan ini bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK).

 

  1. Anonim. 2020. How Much Caffeine Is Safe During Pregnancy? https://health.clevelandclinic.org/caffeine-and-pregnancy-how-does-caffeine-affect-my-baby/. (Diakses pada 11 November 2022).
  2. Anonim. 2021. Frequent Urination During Pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/frequent-urination-during-pregnancy. (Diakses pada 11 November 2022).
  3. Anonim. Kegel Exercises. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/kegel-exercises/. (Diakses pada 11 November 2022).
  4. Mariz, Fernando. 2021. The Causes of Frequent Urination During Pregnancy and What To Do. https://www.medicalnewstoday.com/articles/frequent-urination-during-pregnancy. (Diakses pada 11 November 2022).
  5. Miles, Karen. 2021. Frequent Urination During Pregnancy. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/frequent-urination-during-pregnancy_237. (Diakses pada 11 November 2022).
  6. Nall, Rachel. 2016. Prenatal Care: Urinary Frequency and Thirst. https://www.healthline.com/health/pregnancy/urinary-frequency-thirst. (Diakses pada 11 November 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi