Terbit: 13 April 2018 | Diperbarui: 21 July 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Menjadi vegetarian adalah pilihan untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Saat ini semakin marak orang yang menerapkan gaya hidup vegetarian bukan hanya demi alasan kesehatan, namun juga untuk menjaga lingkungan. Menurut para pakar, gaya hidup vegetarian memang lebih sehat, namun bagi ibu hamil yang vegetarian ternyata berisiko melahirkan anak prematur. Mengapa?

Benarkah Bumil Vegetarian Berisiko Melahirkan Prematur?

Mengenal tipe vegetarian

Tidak semua vegetarian hanya makan sayur-sayuran saja. Setidaknya ada 4 tipe vegetarian berdasarkan jenis makanan yang disantap, yaitu:
1. Lacto vegetarian, yaitu tipe vegetarian yang tidak mengonsumsi daging apa pun, baik itu daging merah maupun putih, serta telur. Naun tipe jenis ini masih bisa mengonsumsi olahan susu seperti mentega dan yoghurt.
2. Ovo vegetarian, yaitu tipe vegetarian yang tidak mengonsumsi segala protein daging, menolak susu, namun masih bisa mengonsumsi telur.
3. Lacto ovo vegetarian. Tipe ini tidak menginsumsi segala jenis daging namun masih mau mengonsumsi makanan yang terbuat dari telur dan susu.
4. Vegan. Tipe ini adalah vegetarian yang tidak mengonsumsi segala jenis makanan yang berasal dari hewan beserta produk turunannya. Selain itu mereka juga tidak menggunakan produk berbahan kulit hewan.

Pengaruh gaya hidup vegetarian pada kelahiran prematur

Menurut beberapa penelitian, ibu hamil yang vegetarian cenderung kekurangan vitamin B12 yang banyak didapat dari daging. Kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur sebanyak 21%.

Vitamin B12 sangat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah serta menjaga sistem saraf agar tetap sehat. Kekurangan vitamin B12 dapat berisiko bayi cacat lahir, prematur dan anemia akibat kekurangan zat besi.

Tips bagi ibu hamil vegetarian

Lalu apakah vegetarian harus meninggalkan gaya hidup vegetarian selama hamil? Menurut para ahli, ibu hamil vegetarian bisa tetap dapat menjalani gaya hidup vegetarian, asalkan tidak mengabaikan kebutuhan gizi janin.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B12, ibu hamil disarankan mengonsumsi sayuran berwarna hijau, buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan sereal. Jika diperlukan, ibu hamil bisa menambahkan suplemen vitamin B12. Namun konsultasikan penggunaannya dengan dokter kandungan.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan asam folat, vitamin D dan kalsium ibu hamil dapat mengonsumsi kacang tanah, bayam, jeruk, sawi, susu kedelai, tahu, tempe dan kacang merah.

Nah bagaimana Mom, ternyata gaya hidup vegetarian bukan halangan untuk menjaga kesehatan saat hamil kan?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi